Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
52


__ADS_3

Setelah mendapat informasi di ruang mana anak Pak Supri dirawat Davin langsung berjalan mencari ruangan tersebut. Dia sendirian karena Asisten Jo sedang menggantikan dirinya. Begitu tiba diruangan yang dicarinya dia melihat Aluna sedang duduk di samping anak kecil yang sedang terbaring lemah. Pak supri yang melihat kedatangan Tuan Davin langsung menunduk.


" Tuan.... " Panggil Pak Supri dengan gemetar. Dia tidak menyangka bos yang baru saja memecatnya itu datang ke ruang dimana anaknya dirawat. Aluna yang melihat kedatangan Davin hanya bersikap tak peduli. Dia hanya menatap anak kecil yang masih terlelap itu.


" Bagaimana keadaan putri bapak ? " Tanya Tuan Davin sopan. Pak supri terkejut mendengar nada bicara Davin yang lembut berbeda saat berada di kantor tadi.


" Sudah mendingan Tuan tinggal menunggu operasi " Jawab Pak Supri lirih.


" Operasi apa ? "


" Usus buntu Tuan " Pak Supri menjawab dengan nada sedih. Siapa yang tidak kasihan melihat anak umur 4 tahun harus menjalani operasi usus buntu. Hati Davin rasanya nyeri. Dia lalu berjalan mendekat ke tempat Aluna yang sedari tadi tak peduli akan kehadirannya. Dia merangkul pundak Aluna dan mengusap tangannya disana.


" Aku minta maaf..... " Kata Davin lirih. Aluna langsung menatap netra Davin. Sedangkan Pak Supri hanya diam menyaksikan mereka karena dia belum tahu hubungan mereka berdua.

__ADS_1


" Aku minta maaf karena aku sudah keterlaluan... "


" Harusnya kamu bukan minta maaf padaku tapi pada pak supri " Kata Aluna ketus. Dia rasanya masih kesal dengan Davin.


" Pak Supri tolong maafkan saya. . saya tadi sudah keterlaluan dan bapak besok tetap bisa bekerja di kantor saya pak " Kata Davin tulus. Istri Pak Supri yang baru datang pun terkejut mendengar ucapan Tuan Davin.


" Terima kasih Tuan anda tidak jadi memecat suami saya. Terima kasih atas kebaikan hati anda Tuan. Saya minta maaf atas kesalahan suami saya " Kata Istri Pak Supri sambil menangis bahagia.


" Terima kasih Tuan ...semoga Tuan selalu diberi kesehatan diberi rezeki yang melimpah " Sambung Pak Supri sambil menangkupkan kedua tangannya. Tuan Davin merasa terenyuh, hatinya merasa tercubit.


" Subhanallah.... Terima kasih banyak Tuan " Kata Pak Supri kemudian sujud syukur di ikuti sang istri. Melihat pemandangan itu mata Davin berkaca-kaca. Bagi Davin itu hal mudah dan sepele tapi ternyata bagi orang lain itu hal yang luar biasa. Aluna langsung memeluk Davin erat. Davin yang dipeluk Aluna, tubuhnya seketika menegang.


" Terima kasih.... " Kata Aluna terisak. Davin melepas pelukan Aluna kemudian memegang kedua pipi Aluna yang sudah basah terkena bekas airmata.

__ADS_1


" Jangan menangis lagii.. Maaf ya aku sudah keterlaluan. Aku mencintaimu " Davin lalu mencium kening Aluna lembut. Pak Supri penasaran sekali dengan hubungan mereka,ingin bertanya tapi dia tidak punya keberanian.


" Aku juga mencintaimu " Balas Aluna. Davin melongo mendengar ucapan cinta yang terucap pertama kali dari bibir Aluna.


" Coba ulangi sekali lagii.. aku ingin dengar lagi " Pinta Davin namun Aluna malah memalingkan wajahnya yang sudah merah merona.


" Gak mau ! "


" Ayolahh aku mau dengar sekali lagii.. "


" Aku udah bilang gak mau ya gak mau.. gak usah maksa ! " Aluna mulai bicara ketus lagi.


" Dasar cewek bar-bar " Kata Davin sambil mengacak-acak rambut Aluna. Aluna mencebik kesal.

__ADS_1


" Biarin ! Bar-bar gini juga kamu suka kan ??" Ledek Aluna. Davin hanya tersenyum gemas. Pak Supri dan istrinya hanya diam memperhatikan tapi mereka yakin di antara mereka pasti ada sebuah hubungan.


__ADS_2