
Area 21+
Harap bijak dalam membaca yaa
happy reading gaess
" Bagaimana kabar kamu Lun ? " Aluna menoleh saat ada yang bertanya padanya. Dia melihat Andre yang sedang tersenyum padanya.
" Eh pak Andre " Balas Aluna sambil membalas senyuman itu.
" Jangan panggil pak dong, kan aku sudah bukan atasan kamu "
" Iya saya lupa kalau jabatan anda sudah diganti dengan sepupu anda " Cibir Aluna dengan senyum sinis.
" Ini Lun, jus mangga kesukaan kamu kebetulan aku bawa dua gelas " Andre menyodorkan segelas jus mangga untuk Aluna. Aluna yang sedang haus tanpa curiga langsung menengguk jus itu. Melihat Aluna yang sedang meminum jus itu, Andre menyeringai tipis.
Praanggg
Gelas yang Aluna pegang jatuh karena dia ditabrak seorang pelayan hingga menjadi pusat perhatian. Davin yang sedang menemui rekan kerjanya langsung mendekat ke tempat Aluna.
" Kamu tidak papa sayang ? " Tanya Davin cemas. Aluna menggeleng pelan. Davin tersenyum sinis saat melihat Andre yang terlihat begitu kesal. Davin langsung menjauhkan Aluna dari pecahan gelas itu, dan membawa Aluna duduk di tempat semula. Sedangkan Andre langsung pergi begitu saja, namun saat dia sudah sampai pintu, ada orang yang membiusnya hingga Andre hilang kesadaran.
Aluna duduk gelisah di kursinya, dia merasakan hawa panas di tubuhnya padahal AC di ruangan itu berfungsi dengan baik. Keringat dingin mulai membasahi dahi Aluna. Davin yang melihat Aluna begitu gelisah menjadi khawatir.
" Sayang kamu kenapa ? " Tanya Davin sambil menyentuh pipi Aluna lembut. Tubuh Aluna merasakan semakin tak karuan saat Davin menyentuhnya.
" A-aku mau ke kamar mandi " Kata Aluna gugup, dia berusaha menghindari Davin meski tubuhnya menginginkan sentuhan yang lebih dari itu.
" Tuan... sepertinya jus mangga yang Andre berikan kepada Nona Aluna mengandung obat perangsang, Nona Aluna bukankah tadi sudah meminumnya walau setengah gelas " Davin membelakakkan matanya mendengar ucapan Asisten Jo.
" SIAL !! Kurang ajar sekali dia ! " Umpat Davin kesal. Davin langsung membopong tubuh Aluna keluar ruangan itu.
" Kamu mau ngapain ? " Tanya Aluna saat Davin membawanya ke sebuah kamar. Tubuh Aluna benar-benar sudah merasakan tak karuan apalagi kini tubuhnya menempel dada bidang Davin. Hawa panas semakin menjalar di tubuhnya. Dia benar-benar merasa tersiksa, ingin sekali dia menelanjangi tubuhnya sendiri.
__ADS_1
" Da-vin pa-nas " Aluna terbata, tubuhnya benar-benar sudah tak tahan hingga tanpa sadar Aluna menggigit leher Davin.
" Auu sakit sayang. Tahan sebentar lagi kita sampai " Kata Davin sambil mempercepat langkahnya. Aluna semakin mengeksplor leher Davin, membuat ada yang berdiri tegak di pusat tubuh Davin.
" Sayang .... jangan membuatku ingin menerkammu saat ini juga " Davin menurunkan Aluna hendak membuka pintu namun Aluna justru mengeratkan tubuhnya.
" Jangan lepaskan " Nafas Aluna begitu memburu, bahkan tangan Aluna sudah menjalar kemana-mana. Sebisa mungkin Davin membuka pintu itu, begitu pintu terbuka Davin langsung membawa Aluna masuk dan mengunci pintu itu. Davin membawa Aluna ke kamar mandi, menurunkannya di bawah shower, saat Davin hendak menyalakan air shower, Aluna langsung mendorong tubuh Davin, mengimpitnya di tembok. Dengan buas Aluna menjelajah seluruh leher Davin membuat tubuh Davin benar-benar meremang.
" Sayang ... apa kamu sudah siap melakukan lagi ? " Tanya Davin ragu. Dengan cepat Aluna mengangguk, Davin tersenyum bahagia.
" Baiklah sayang kalau kamu sangat mengingingkannya, lagian kita belum pernah mencoba di bawah shower " Davin sangat bersemangat. Dia memegang tengkuk Aluna , membenamkan bibirnya di bibir Aluna bahkan tangannya mulai bermain dengan bukit Aluna.
" Da-vin " panggil Aluna sambil menahan desahannya saat Davin mulai bermain dalam segitiga bermuda nya. Aluna pun mulai membalas Davin dengan menciumi semua dada bidang Davin, apalagi Aluna dalam pengaruh obat perangsang membuat Aluna menjadi semakin ' Liar ' namun Davin sangat menyukai Aluna yang seagresif itu.
" Aaakkkhhhh " Aluna mendesah keras saat berhasil mencapai puncak. Davin membiarkan Aluna istirahat sebentar.
" Kamu siap sayang ? " Tanya Davin sudah tidak tahan. Aluna mengangguk setuju.Dengan segera Davin memasukan pusaka nya ke dalam gua milik Aluna.
" Saakiit " Ucap Aluna lirih, matanya mulai basah. Rasanya hampir sama seperti saat pertama kali Davin merobek selaput dara nya.
🍀🍀🍀🍀🍀
Di kamar yang lain juga ada sepasang insan yang sedang sama2 telanjang bergumul dalam hawa panas. Namun, mereka tidak menyadari dengan siapa mereka melakukannya karena mereka dalam pengaruh alkohol dan obat perangsang kadar tinggi. Seseorang di balik layar tersenyum puas, melihat adegan dewasa yang sengaja dia tampilkan dalam live streaming. Bahkan mereka sudah melakukan lebih dari satu jam.
Sudah ratusan ribu orang yang melihat adegan live itu. Banyak yang mengecam tindakan kedua insan itu. Hampir semua komentar mencaci maki mereka berdua. Seseorang yang dengan sengaja merekam adegan itu tidak sedikitpun berniat untuk menghentikan rekaman itu.
' Bukankah mereka saudara sepupu ? kenapa mereka berdua bejat sekali '
' Dasar wanita murahan, dia bilang Aluna adalah sugar baby tapi ternyata dirinya yang sendiri yang murahan '
' Dasar tidak punya moral ! '
Dan masih banyak lagi umpatan-umpatan dari para netizen. Sedangkan kedua insan itu tidak menyadari bahwa mereka sedang menjadi perbincangan publik.
__ADS_1
" Kita lihat siapa yang tidak bisa lagi tersenyum setelah ini " Pria itupun segera mematikan rekamannya dan tersenyum puas.
🍀🍀🍀🍀
Aluna membuka kedua kelopak matanya. Dia meregangkan tubuhnya yang terasa begitu remuk.
" Selamat pagi sayang " Aluna terkejut mendengar suara seseorang yang menyapanya. Dia lalu menoleh dan melihat Davin tersenyum kepadanya.
" Kenapa kamu disini ? " Tanya Aluna bingung.
" Tentu saja menghabiskan malam panas kita semalam " Aluna terdiam mendengar jawaban Davin. Kemudian, Aluna membuka tubuhnya yang tertutup selimut dan alangkah terkejutnya saat dia tidak melihat sehelai benangpun menempel di tubuhnya.
" Kenapa kamu kurang ajar sekali !! " Bentak Aluna sambil memukul Davin dengan bantal.
" Aku hanya menuruti keinginanmu sayang,, bukan aku yang ingin, tapi semalam kamu yang memaksa " Davin berusaha menghindari pukulan bantal dari Aluna.
" Mana mungkin aku yang memintanya " Aluna menghentikan pukulannya.
" Beneran sayang, kamu semalam dalam pengaruh obat perangsang. Dan satu-satunya jalan supaya kamu terbebas dari obat itu ya kita harus menembus nirwana bersama "
" Obat perangsang ?? " Aluna menautkan kedua alisnya.
" Ya.. jus yang semalam kamu minum dari Andre mengandung obat perangsang "
" Astaga ... kenapa aku bodoh sekali " Aluna memukul keningnya berkali-kali.
" Sayang " Panggil Davin lembut.
" Apa ??!! " Aluna bicara dengan sangat kesal.
" Apa kamu mau mengulangi kegiatan panas kita lagi ?? " Tanya Davin menunggingkan senyumnya.
" Gak !! " Ketus Aluna. Dia memalingkan wajahnya, tidak berani menatap Davin.
__ADS_1
" Lantas kenapa kamu memamerkan tubuh polosmu di depanku ? " Aluna melihat kebawah dan alangkah terkejutnya saat dia melihat selimut yang menutupi tubuhnya sudah terbuka hingga tubuh polosnya terlihat jelas di mata Davin. Saat Aluna hendak membenarkan selimut itu dengan segera Davin langsung mengungkung tubuh Aluna.
" Aku tahu kamu menginginkannya lagi sayang, tapi aku suka kalau kamu seagresif tadi malam " Bisik Davin dengan nada sensual membuat tubuh Aluna meremang. Wajah Aluna merona merah. Davin mencium lembut bibir Aluna hingga Aluna menjadi terbuai dan pergumulan panas itupun terjadi lagi.