
Mansion Alexander
Mila sedang berada di mansion Alexander untuk bertemu Aluna dan baby Al. Dia berkali-kali mengusap lembut pipi baby Al yang mulai terlihat berisi itu.
"Bagaimana kehamilanmu? apa kamu selalu mual?" tanya Aluna sambil menatap Mila yang terlihat begitu gemas dengan baby Al.
"Masih, bahkan setiap pagi aku selalu mual," jawab Mila tanpa mengalihkan pandangannya dari baby Al.
"Ganteng banget sih kamu Al. Besok kalau anak aunty perempuan kamu mau ya jadi anak menantu aunty. Auh! sakit Lun," rintih Mila seraya mengusap bekas tonyoran tangan Aluna di kepalanya.
"Makanya jangan asal ngomong, bayi belum genap dua bulan udah di jodoh-jodohkan," timpal Aluna.
"Habis anak kamu nggemesin banget, emang kamu gak mau apa besanan sama aku?" goda Mila sambil menaik-turunkan alisnya, Aluna hanya mencebik kesal.
"Ingat Mil, jodoh itu di tangan Tuhan," ucap Aluna, dia seakan tidak ikhlas jika harus menjodohkan Alvino.saat sudah besar nanti.
"Emang sih Lun, tapi kita sebagai manusia gak papa kan bikin rencana. Siapa sih yang gak mau punya besan tajir, apalagi daddy nya Al ganteng gagah. Kan lumayan buat cuci mata," Aluna menatap tajam menatap ke arah Mila. Mulut sahabatnya ini memang tidak pernah bisa di kontrol jika menyangkut tentang pria tampan.
"Bukankah Jo juga tampan?" tanya Aluna dengan senyum seringai tipis.
"Senyummu menakutkan sekali sih Lun! kaya senyum malaikat pencabut nyawa," gerutu Mila sambil menatap baby Al lagi.
"Kalau menurut kamu, suamiku sama suamimu lebih gantengan mana?" tanya Aluna dengan senyum licik.
"Tentu saja suamimu. Bahkan, dulu waktu aku pertama kali melihat suamimu langsung terpesona. Siapa sih yang gak mau punya suami ganteng, gagah, kaya lagi. Beruntung sekali kamu Lun," cerocos Mila.
"Eh Lun! kamu marah enggak aku ngomong gini? jangan di masukin hati ya, aku kan cuman bicara apa adanya. Walaupun aku menjadi istri asisten suamimu tapi aku bahagia dan beruntung kok. Suamiku kan gak kalah tampan sama suami kamu," Mila meralat ucapannya, dia takut Aluna akan salah paham padanya.
__ADS_1
"Gak papa kok Mil, aku kan sudah tahu kamu suka halu kalau lihat pria-pria tampan, apalagi setampan suamimu," ejek Aluna berusaha menahan tawanya.
"Lebih tampan suamimu kok Lun," sangga Mila dengan senyum mengembang di bibirnya.
"Nona, Tuan Muda memanggil anda." Tubuh Mila terasa kaku saat mendengar suara suaminya di belakang. Mila tidak tahu jika Asisten Jo sudah di belakangnya bahkan mendengar ucapannya. Pantas saja Aluna tersenyum licik padanya. Tubuh Mila benar-benar takut untuk berbalik. Satu tangannya menepuk-nepuk bibirnya karena telah salah bicara.
"Aku masuk dulu ya Mila, suamiku sudah memanggil," pamit Aluna, dia mengambil baby Al dalam gendongan Mila. "Bilang saja perutmu sakit pasti Jo tidak jadi marah padamu," bisik Aluna, Mila mengangguk pelan sedangkan Asisten Jo hanya menatap lekat ke arah mereka. Aluna lalu berjalan meninggalkan mereka berdua.
"Sudah puas kan kamu?!" Asisten Jo tidak membentak Mila. Akan tetapi suara Asisten Jo terdengar begitu berat dan penuh penekanan. Mila tahu, suaminya sedang menahan amarah.
"Mas, perutku sakit," lirih Mila sambil mengusap perutnya. Bukannya khawatir, Asisten Jo justru tersenyum sinis.
"Kamu pikir aku mudah di bodohi? kamu mau aja mengikuti cara kampungan Nona Aluna," Mila terdiam, bagaimana bisa Asisten Jo tahu itu cara dari Aluna.
"Beneran mas," Mila berusaha meyakinkan namun Asisten Jo tetap tidak percaya.
"Bukan begitu mas," Mila berusaha mengelak. Dia sangat takut saat melihat Asisten Jo begitu marah.
"Aku sudah cukup sabar menghadapi kamu yang selalu khilaf lihat pria tampan. Aku.."
"Cukup mas!" Mila berteriak menghentikan ucapan Asisten Jo.
"Apa kamu tidak malu bertengkar di rumah orang lain? Ayo kita pulang, kita lanjutkan pertengkaran kita di rumah. Kalau di rumah kita bisa sekalian bertengkar di atas tempat tidur mas," ajak Mila sambil menggandeng lengan Asisten Jo.
"Astaga Mila..." Geram Asisten Jo namun Mila berlagak seolah tak takut walau dalam hatinya dia sebenarnya sangat takut melihat kemarahan suaminya.
"Nyonya Muda Alexander, aku pulang dulu ya. Katanya ayah nya jabang bayi pengen ngejenguk dedek di perut bunda," teriak Mila sambil menarik tangan Asisten Jo keluar dari mansion Alexander.
__ADS_1
"Kamu benar-benar tidak punya malu!" cibir Asisten Jo saat mereka telah keluar dari mansion.
"Gak papa mas, yang penting aku masih punya kem*luan," seloroh Mila, dia terkekeh geli sendiri. Sedangkan, Asisten Jo hanya diam. Dia begitu kesal karena selalu kalah bicara jika melawan Mila.
Sesampainya dirumah, amarah Asisten Jo yang sudah hampir mereda kini membuncah lagi saat melihat Tuan Kevin berdiri di depan rumahnya.
"Bundaaaa," teriak Rayhan sambil berlari ke arah Mila, dengan segera Mila langsung memeluk tubuh Rayhan dan menggendongnya namun Asisten Jo langsung menarik tubuh Rayhan dari gendongan Mila.
"Rayhan, gendong ayah aja ya. Kasian adik Rayhan di perut bunda kalau Rayhan di gendong bunda," jelas Asisten Jo karena Rayhan menatapnya penuh tanya.
"Adik Rayhan? sebentar lagi Rayhan mau punya adik?" tanya Rayhan heboh. Asisten Jo mengangguk dengan senyum di sudut bibirnya. Rayhan langsung turun dari gendongan Asisten Jo dan berlari ke tempat Tuan Kevin.
"Ayah Kev, Rayhan sebentar lagi punya adik," teriak Rayhan kegirangan. Tuan Kevin dan Mila tersenyum lebar melihat Rayhan yang berjingrak bersama Rayfan karena begitu bahagia. Namun, tidak dengan Asisten Jo, hatinya kembali mulai merasa dongkol.
"Aku merasa seperti punya dua suami," gumam Mila lirih namun Asisten Jo masih bisa mendengarnya.
"Rasanya ingin ku sumpal mulutmu dengan kain lap!" ketus Asisten Jo.
"Jangan mas, sumpal pake adik kecilmu saja," tawa Mila sambil berlari menjauh dari Asisten Jo.
"Berhenti!" teriak Asisten Jo sambil mengejar Mila.
"Kenapa mas? aku capek lari-lari," Mila berhenti, suaranya terdengar begitu ngos-ngosan.
"Jangan berlarian! pikirkanlah anak kita," Asisten Jo membopong tubuh Mila masuk ke dalam rumah ala bridal style. Tuan Kevin hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah mereka. Tuan Kevin pun berpamitan pulang bersama Rayfan karena tujuannya ke rumah Mila hanya untuk mengantar Rayhan yang ingin menginap di rumah Asisten Jo.
Terima kasih untuk yang selalu memberi dukungan buat Author recehan.
__ADS_1