Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
137


__ADS_3

"Apa?!" pekik Aluna dan Davin bersamaan. Mereka terkejut mendengar jawaban dari mulut Rayhan. Tubuh Rayhan meringsut takut karena suara keras dari Davin dan Aluna. Bahkan, kedua mata polosnya mulai terlihat berkaca-kaca.


"Maafin kakak sayang," ucap Aluna sambil memeluk tubuh kecil Rayhan.


"Kakak tadi terkejut waktu kamu memanggil ayah Jo. Apa ayah Jo itu pemilik apartemen eh maksud kakak rumah ini?" tanya Aluna pelan.


"Sayang, ini apartemen bukan rumah," protes Davin membuat Aluna melotot ke arahnya.


"Anak sekecil ini belum tahu apa itu apartemen, mereka tahu nya rumah," Aluna bicara sambil mengedipkan matanya memberi kode pada Davin.


"Kakak..." panggil Rayhan manja. Dia terlihat bingung melihat Aluna dan Davin yang sedang berdebat.


"Ini rumah ayah Jo, ayah Jo sedang cari bunda yang di bawa kucing kata om itu," kata Rayhan sambil menunjuk dua pengawal yang berdiir tidak jauh dari mereka. Aluna menahan tawanya mendengar ucapan Rayhan


"Emang ada kucing yang bisa bawa bunda kamu?" tanya Aluna, Rayhan langsung mengangguk cepat.


"Kucing garong," jawab Rayhan dengan suara cedal membuat tawa Aluna langsung meledak. Sedangkan, kedua pengawal itu hanya menunduk takut.


"Kamu bahagia sekali sayang?" suara Davin menghentikan tawa Aluna begitu saja.


"Kakak..." Panggil Rayhan lagi, Aluna langsung menatap kedua mata polos itu.


"Kapan bunda pulang?" tanya Rayhan sedih, Aluna langsung memeluk tubuh kecil itu lagi.


"Ayah kamu sudah nemuin bunda, tapi karena bunda lagi sakit jadi bunda di rawat dulu. Kalau udah sembuh nanti bunda pasti pulang," jawab Aluna hati-hati. Dia tidak tega melihat wajah Rayhan yang mulai terlihat sedih. Ponsel Davin berdering, dia melihat nama Asisten Jo tertera di layar. Aluna menatap ke arah Davin yang hendak mengangkat panggilan itu.


"Gimana Jo?" tanya Davin tanpa menyapa.


"Ayaahh," teriak Rayhan saat mendengar Davin memanggil Asisten Jo.


"Anda dimana Tuan? Kenapa saya mendengar suara Rayhan?"


"Apartemen kamu,"


"Kebetulan sekali anda di situ, saya sedang dalam perjalanan pulang ke apartemen Tuan,"

__ADS_1


" Siapa yang menjaga Mila di rumah sakit?"


"Sudah ada Ibu Eni, ibunya Mila yang menjaga disana,"


"Ya sudah aku tunggu," Davin mematikan panggilan itu. Dia melihat Rayhan yang sedang menatapnya lekat.


"Apa itu ayah?" tanya Rayhan lirih, dia masih terlihat takut dengan Davin.


"Iya, ayah kamu sedang perjalanan pulang," jawab Davin namun mampu membuat bibir Rayhan tersenyum lebar.


"Yee yee ayah pulang, ayah pulang," teriak Rayhan sambil berjingkrak-jingkrak kegirangan. Aluna dan Davin yang melihatnya hanya tersenyum, namun senyum Aluna perlahan memudar saat mengingat keadaan Mila.


"Mas, aku ingin menjenguk Mila," ucap Aluna sedih. Davin langsung memeluk tubuh Aluna.


"Nanti setelah kita ketemu Jo, kita ke rumah sakit lihat keadaan Mila, tapi kamu harus janji harus jaga emosi kamu demi calon anak kita agar baik-baik saja," Aluna mengangguk pelan. Davin memeluk Aluna erat kemudian mengecup puncak kepala Aluna.


Beberapa menit kemudian, pintu apartemen itu terbuka. Asisten Jo masuk dengan wajah yang muram, dia nampak sedih dan juga lelah.


"Anda sudah lama Tuan?" tanya Asisten Jo sambil mendudukkan tubuhnya di sofa.


"Ayaaahhhh," teriakan Rayhan mampu membuat senyum di bibir Asisten Jo merekah.


"Ayah kangen sekali sama kamu," kata Asisten Jo sambil memeluk erat tubuh Rayhan.


"Bunda mana?" tanya Rayhan tiba-tiba seraya melerai pelukannya, membuat Asisten Jo kembali terdiam.


"Rayhan dengerin ayah ya, Bunda sekarang lagi sakit jadi belum bisa pulang. Nanti kalau bunda sudah sembuh pasti bunda langsung pulang," jelas Asisten Jo pelan. Wajah Rayhan terlihat sedang menahan tangisnya, Asisten Jo langsung memeluk tubuh kecil Rayhan lagi. Aluna dan Davin yang melihatpun menjadi tak tega.


"Ada ayah disini, ada yang yang jaga Rayhan disini dan jaga bunda disana biar cepat sembuh. Rayhan harus janji jangan sedih ya, kita doakan bunda sama-sama supaya cepat sembuh," Rayhan mengangguk pelan.


"Ayah sayang sama Rayhan," lirih Asisten Jo. Ayah juga sayang sama bunda kamu. Asisten Jo hanya berani membatin.


"Sekarang tidurlah," suruh Asisten Jo, Rayhan mengangguk kemudian masuk ke dalam kamarnya di ikuti kedua pengawal itu.


"Jo," panggil Aluna saat Rayhan sudah tidak terlihat lagi.

__ADS_1


"Iya Nona," Jawab Asisten Jo dengan wajah yang kembali muram.


"Kamu terlihat sekali begitu menyayangi Rayhan," ucap Aluna dengan senyum simpul.


"Rayhan sudah saya anggap sebagai anak saya sendiri Nona,"


"Bagaimana keadaan Mila, Jo?" tanya Aluna lagi.


"Dia depresi berat Nona, maafkan saya tidak bisa menjaga Mila, saya terlambat menyelamatkan Mila hingga Mila harus mengalami hal yang begitu buruk," suara Asisten Jo terdengar parau. Aluna menghembuskan nafas panjang.


"Sudahlah Jo, semua sudah terjadi. Mau menangisi seperti apapun keadaan buruk ini sudah terlanjur terjadi. Sekarang kita hanya perlu banyak berusaha untuk menyembuhkan Mila," ucap Aluna berat. Davin merangkul Aluna, mengusap bahu Aluna perlahan untuk menenangkan hati Aluna.


"Lantas bagaimana rencanamu selanjutnya Jo? Apa kamu tetap akan menikahi Mila?" Asisten Jo terdiam mendengar pertanyaan Davin. Wajah Aluna langsung terlihat kecewa.


"Jo, jika memang kamu tidak serius dengan Mila, aku mohon jangan terlalu baik padanya. Masalah kesembuhan Mila biar itu menjadi urusanku. Cukup kamu membantunya sampai di sini. Aku berterima kasih kamu sudah mau menyelamatkan Mila dari Dimas walaupun terlambat,"


"Saya hanya belum yakin Nona," Asisten Jo menyahuti ucapan Aluna.


" Yakinkan hatimu sekarang Jo, sebelum kamu salah mengambil langkah. Kamu harus benar-benar mengambil keputusan yang sesuai hati kamu," Mata Aluna berkaca-kaca. " Aku sudah melihat semua penderitaan Mila sejak remaja. Hanya saja, dia selalu menutupinya di depan orang lain. Aku yakin Mila pasti sembuh. Jika kamu berusaha menyembuhkan Mila tapi hatimu tidak untuknya, aku mohon berhentilah Jo." Asisten Jo menatap lekat Nona Mudanya itu membuat Davin berdecak kesal.


"Jaga pandangan matamu Jo!" Bentak Davin membuat Asisten Jo langsung memalingkan wajahnya sedangkan Aluna memukul dada Davin.


"Saya akan memantapkan hati saya terlebih dahulu Nona,"


"Kamu harus pikirkan semua matang-matang Jo. Ingat, Mila sekarang bukan gadis suci lagi, tubuhnya telah ternoda. Jika kamu mau menerima dia, maka terimalah semua kekurangannya. Jangan sampai suatu saat jika kalian bersama, masalah ini akan menjadi masalah berkepanjangan di hubungan kalian. Jika memang kamu tidak bisa menerimanya, maka berhentilah menyembuhkannya, biar aku saja yang melakukannya. Aku tidak mau jika Mila sudah sembuh, dia akan kembali terluka. Jujur, aku tidak ikhlas Jo," kata Aluna panjang lebar, Asisten Jo mendengarkan dengan seksama. Dia terdiam cukup lama, Aluna dan Davin pun hanya menunggu jawabannya.


"Nona... saya hanya belum yakin...," Asisten Jo menghentikan ucapannya. Kedua bola matanya terpejam, dia merasakan sakit yang serasa mengalir ke seluruh tubuhnya. Aluna dan Davin hanya menatap Asisten Jo yang sedang berusaha menghapus airmatanya.


Thor ceritamu kenapa bertele-tele sekali.


Maaf ya author pake alur lambat karena menurut Author feelnya lebih dapet.


Apalagi lihat komentar kalian yang geregetan menjadi hiburan tersendiri buat author 😅 part selanjutnya Author up besok kira2 author kena demo enggak nih?


salam sayang dari Author Recehan ya

__ADS_1


__ADS_2