Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
51


__ADS_3

" Aku akan hormat sama kamu waktu kamu bos ku disini tapi sekarang kamu bukan siapa-siapaku maka aku takkan menaruh hormat walaupun yang ku pijak ini kantor kamu "


' Wah Aluna berani sekali menantang bos kita '


' Yaa bahkan dia tidak takut sedikitpun '


' Apa yang akan dilakukan bos kita ya pada Aluna. kok membayangkan saja aku menjadi takut '


Terdengar bisikan-bisikan dari para karyawan yang melihat keberanian Aluna. Sedangkan Davin masih tetap diam. Aluna langsung mendekati OB itu.


" Bapak baik-baik saja ? " Tanya Aluna lirih. Pak Supri atau OB itu hanya menunduk, namun Aluna dapat melihat jelas kesedihan di muka Pak Supri yang sudah hampir menua itu.


" Ayo Pak... kita ke rumah sakit lihat anak bapak. Bapak jangan kuatir nanti biar biayanya saya yang tanggung dan nanti biar bapak saya rekomendasikan bekerja di perusahaan Bagaskara milik teman saya pak "


" Tidak usah mbak Luna.. Saya tidak mau merepotkan mbak Luna " Tolak Pak Supri halus.


" Gak kok pak... Justru saya yang berterima kasih selama saya kerja disini bapak sudah banyak menolong saya " Kata Aluna dengan tersenyum tipis. Dia hendak beranjak pergi namun Davin menahan tangannya.


" Mau kemana kamu ? "

__ADS_1


" Bukan urusan kamu ! " Sembur Aluna marah.


" Kamu takkan bisa keluar dari kantor ini ?! Sekali kamu melangkah keluar maka aku akan membakar motor jelekmu itu ?!"


" Kamu pikir aku takut dengan ancamanmu ?! " Aluna bicara dengan nada yang tegas. Dia tetap berjalan keluar kantor. Sedangkan rahang Davin mengeras karena marah.


Benar-benar Nona yang pemberani.


" Jo.. bakar motor Aluna sekarang juga ! " Titah Tuan Davin sedangkan Asisten Jo menghela nafas panjang. Semua karyawan sudah di suruh bubar untuk kembali bekerja.


" Tuan jika anda membakar motor Nona Aluna saya yakin Nona Aluna akan langsung membatalkan pernikahan kalian mengingat itu adalah motor kesayangan Nona Aluna "


" Tuan.. kalau saya boleh kasih saran. Orang seperti Nona Aluna itu orang yang sangat keras kepala. Anda harus menggunakan cara halus untuk mendekati Nona Aluna. Jika anda bicara atau bersikap kasar justru itu akan membuat Nona Aluna membenci anda Tuan "


" Terus aku harus gimana Jo ? " Tanya Davin frustasi.


" Temuilah Nona Aluna dan minta maaf Tuan... apalagi dengan kejadian tadi. Anda dan Nona Aluna memiliki sudut pandang yang berbeda Tuan "


" Sudut pandang berbeda bagaimana ? "

__ADS_1


" Bagi anda.. Anda adalah bos yang bisa bersikap semau anda sendiri termasuk memecat seorang karyawan yang hanya melakukan kesalahan kecil walaupun orang tersebut sudah meminta maaf " Davin merasa tersinggung dengan ucapan Asisten Jo.


" Kamu menyindirku Jo ? " Tanya Tuan Davin kesal.


" Tidak Tuan...saya hanya menyimpulkan dari apa yang saya lihat. Jika anda berpatok pada semakin kaya anda maka anda harus semakin di hormati namun bagi Nona Aluna harta bukanlah patokannya Tuan. Nona Aluna melihat sesuatu lebih menggunakan perasaan manusiawinya Tuan "


" Dan aku tidak manusiawi ?! "


" Bukan begitu Tuan...Orang seperti Nona Aluna akan menghormati orang yang juga menghormatinya tanpa peduli kaya atau miskin maupun tua atau muda. Dia tidak menuntut orang lain untuk menghormatinya tapi dia akan membalas perlakuan orang lain padanya. Jika orang lain bersikap baik padanya maka Nona Aluna juga akan baik begitu sebaliknya "


" Jadi Aluna bersikap keras seperti itu padaku karena aku juga keras padanya begitu ?!"


" Menurut saya iya Tuan.. jadi alangkah lebih baik anda sedikit menurunkan ego anda dan bersikaplah lembut pada Nona Aluna maka saya jamin Nona Aluna juga akan bersikap lembut pada Anda "


" Sudahlah Jo aku pusing dengar omonganmu itu. Lebih baik kita susul Aluna ke rumah sakit " Perintah Tuan Davin sambil berjalan menuju mobilnya.


" Bagaimana dengan rapatnya Tuan ? " Tanya Asisten Jo saat mereka sudah masuk ke dalam mobil.


" Karena itu rapat bukan membahas hal inti maka kamu saja yang datang atau kalau tidak suruh mereka menemuiku di rumah sakit " Jawab Tuan Davin kemudian mobil pun melaju menuju rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2