Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
81


__ADS_3

Aluna sudah bersiap untuk berangkat kerja, dia sudah memakai pakaian kerja rapi dengan baju berkerah menutupi lehernya. Tak lupa, dia juga menggerai rambut yang biasa dia ikat. Davin yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat Aluna sudah rapi, langsung berdecak kesal.


" Hari ini kamu libur saja, bukankah lehermu masih sakit ? " Tanya Davin sambil memakai kemejanya.


" Aku baru satu hari kerja masa' udah libur aja. Bisa kena damprat si mak lampir nanti " Aluna menyisir rambutnya yang tergerai.


" Tapi kamu kan lagi sakit sayang " Kata Davin lembut sambil menyerahkan dasinya kepada Aluna. Dengan sigap Aluna memakaikan dasi itu di kemeja Davin.


" Yang sakit itu leherku bukan otakku. Lagipula aku bekerja mengandalkan otak bukan leher " Kata Aluna ketus. Davin mencubit pipi Aluna dengan gemas. Sedangkan tangan Aluna refleks menarik dasi Davin hingga leher Davin tercekik.


" Sakit sayang ... kamu mau membunuhku? " Davin melonggarkan dasinya.


" Aku juga sakit, kamu pikir pipiku ini apa ? " Aluna mengusap-usap pipinya. Davin tersenyum kemudian mencium pipi itu lembut.


" Maaf ya sayang " Davin mengecup pipi itu tiga kali, sedangkan wajah Aluna sudah merona.


" Pokoknya hari ini kamu gak usah kerja yaa, sampai sakit kamu sembuh apalagi kalau kamu mau berhenti kerja aku pasti akan bahagia " Ucap Davin sambil mengusap pipi Aluna lembut.


" Cih ! Bilang saja biar kamu bisa bebas berduaan dengan mak lampir kan ? " Tuduh Aluna sedangkan Davin hanya menautkan alisnya.


" Mak lampir kan suka sama kamu, jadi kalau gak ada aku, kamu jadi bebas berduaan dengan dia kan " tambah Aluna lagi, raut mukanya menunjukkan wajah kesal. Mendengar itu, Davin langsung tertawa lebar.


" Kamu cemburu sayang ? " Goda Davin di sela tawanya. Aluna langsung memukul dada bidang Davin cukup keras membuat Davin mengaduh kesakitan. Davin lalu menahan tangan Aluna yang hendak memukulnya lagi.


" Aku suka kalau kamu cemburu sayang " Goda Davin lagi. Aluna yang kesal langsung pergi meninggalkan Davin begitu saja. Sedangkan Davin menatap punggung Aluna dengan senyum simpul tersemat di bibirnya.


----------@@@@@@----------

__ADS_1


" Kamu berangkat pake mobil aja " Suruh Davin saat Aluna mencium punggung tangannya.


" Aku mau pake motor aja " Kata Aluna sambil melangkahkan kakinya keluar mansion.


" Kenapa kamu susah sekali di atur sih " Davin mengejar Aluna yang sudah berdiri di samping motornya. Saat Aluna akan naik motor itu, Davin dengan cepat merebut kunci motor di tangan kanan Aluna.


" Sini kuncinya ! Keburu terlambat " Aluna menghentakkan kakinya marah. Tapi Davin tidak peduli.


" Berangkat pakai mobil atau gak usah kerja sama sekali "


" Kamu kok nyebelin sih... kalau pake mobil keburu terlambat, pake motor kan bisa nyari jalan pintas "


" Aku gak peduli... lebih baik kamu terlambat daripada berangkat pake motor "


" Astaga.... tom dan jerry mulai lagi " Gerutu Asisten Jo yang melihat Davin dan Aluna sedang berdebat tanpa ada yang mengalah.


" Nona... lebih baik anda berangkat bersama Tuan Davin saja, nanti saya bisa menurunkan anda di depan perusahaan agar tidak ada yang tahu " Saran Asisten Jo, namun Davin langsung menatapnya tajam.


" Baiklah " Ucap Aluna sambil berjalan menuju ke mobil.


" Kurang ajar sekali kamu Jo, mau menurunkan Nyonya Muda mu di pinggir jalan " Bentak Davin karena kesal dengan saran Asisten Jo.


" Jika tidak seperti itu, saya jamin pasti Nona Aluna tidak akan mau berangkat bersama anda Tuan, mendekati Nona Aluna harus dengan perlahan Tuan, bukankah anda tau sendiri bagaimana keras kepalanya Nona Aluna, bahkan dia saja berani meninggalkan malam pertama anda demi sebuah balapan " Davin menggeram kesal mendengar ucapan Asisten Jo yang menyindirnya.


" Jangan ungkit hal itu lagi " Bentak Davin sambil berjalan menuju ke mobilnya namun begitu dia melewati tubuh Asisten Jo, dia menendang kaki asistennya itu hingga Asisten Jo mengaduh kesakitan.


Aluna duduk menghadap jendela, dia sama sekali tidak menatap Davin yang duduk di sampingnya. Davin pun duduk lebih mendekat dan merangkulkan tangannya di pundak Aluna.

__ADS_1


" Bagaimana luka di lehermu sayang ? " Tanya Davin lembut sambil mengusap pelan bahu Aluna.


" Sudah mendingan " jawab Aluna singkat sambil menatap wajah Davin yang begitu dekat dengannya.


" Makanya lain kali hati-hati, makan bakso itu masukkan ke mulut, bukan ditumpahkan ke leher " Sindir Davin, Aluna langsung memalingkan wajahnya karena takut Davin mengetahui kebohongannya. Sedangkan Davin tersenyum sinis saat melihat Aluna berusaha menghindari tatapan matanya.


" Berhenti disini saja " Asisten Jo langsung menghentikan mobilnya di depan perusahaan.


" Kamu yakin bakalan turun disini ? " Tanya Davin memastikan, Aluna hanya menganggukan kepalanya.


" Mana ciuman penyemangat kerjanya ? " Goda Davim sambil mengedipkan sebelah matanya. Aluna menghela nafas malas.


" Ayo sayang.. Atau biar aku saja yang menciummu sekalian kita olahraga tanpa busana, kita belum pernah melakukannya di mobil kan ?" Davin menaik-turunkan alisnya menggoda Aluna.


" Apa kamu tidak malu ? " Tanya Aluna sambil matanya melirik Asisten Jo yang masih duduk di balik kemudi. Davin pun ikut melirik Asisten Jo.


" Biarkan saja, dia juga tidak akan tahu, anggap saja dia hanya bayangan. Iya kan Jo ?" Davin bertanya dengan nada mengancam. Asisten Jo yang paham langsung keluar dari mobil.


" Waktu kalian hanya lima menit Tuan dan Nona, lebih dari itu kalian akan terlambat " Ucap Asisten Jo saat keluar dari mobil.


" Kamu mau ngapain sih ?ini udah siang " Aluna agak menjauhkan tubuhnya dari Davin.


" Aku hanya meminta ciuman penyemangat " Davin menyeringai, dia memajukan wajahnya. Aluna menjadi gugup, jantungnya berdetak begitu cepat saat nafas Davin menerpa pipinya. Aluna langsung memejamkan matanya, dia mencoba menikmati ciuman yang akan Davin berikan. Disaat Aluna menunggu ciuman itu, Davin tersenyum tipis.


" Jangan lupa nanti siang luka mu harus di salep biar cepat sembuh " Bisik Davin di telinga Aluna sambil tangannya meletakkan salep itu di tangan Aluna. Aluna langsung membuka matanya dan melihat Davin yang sedang tersenyum mengejek. Aluna berdecak kesal.


" Kau merindukan ciumanku sayang ? " Goda Davin saat matanya bertemu dengan tatapan Aluna. Aluna memalingkan wajahnya. Dia malu, benar-benar sangat malu. Aluna pun membuka pintu mobil itu hendak keluar. Davin langsung menarik tubuh Aluna dan memberi sebuah kecupan singkat di bibir Aluna.

__ADS_1


" Semangat kerja sayang " Kata Davin lembut. Aluna langsung keluar mobil dengan muka yang merona. Setelah Aluna keluar, Asisten Jo kemudian masuk kembali ke dalam mobil dan melajukan mobil itu masuk ke dalam Alexander Grup.


__ADS_2