
Aluna tiduran sambil gelisah, dia menggerakkan badannya dengan berbagai posisi. Hingga Davin terbangun karena pergerakan tubuh Aluna. Davin menatap Aluna yang sedang memejamkan matanya, tapi Davin tahu Aluna tidak tidur.
" Kamu kenapa sayang ? " Tanya Davin membuat Aluna langsung membuka kedua kelopak matanya.
" Aku gak bisa tidur " Jawab Aluna lirih. Davin langsung memeluk erat tubuh Aluna.
" Kenapa gak bisa tidur ? Kamu ingin sesuatu ? " Tanya Davin lembut, Aluna menatap mata Davin.
" Emmm " Aluna ragu saat hendak membuka suaranya.
" Bilang saja sayang, kamu ingin apa ? Jangan sampai anak kita ileran. Masa' calon penerus Alexander Grup ileran " Canda Davin membuat Aluna mencubit perut Davin kesal.
" Sakit sayang. Kenapa kamu masih bar-bar sekali. Kamu mau apa ? Mau es krim ? coklat ? apa bunga mawar merah ? "
" Kamu ih ! Emang kamu pikir aku sefeminim itu ? Aku cuma mau makan pecel lele " Jawab Aluna sambil mengerucutkan bibirnya. Davin melihat jam dinding di kamarnya. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam lebih.
" Aku telfon Jo dulu ya, biar dia yang cariin " Kata Davin sambil membalikkan badannya hendak mengambil ponsel yang tergeletak di atas nakas. Tapi, Aluna langsung menahannya.
" Jangan..... kasian Jo, kita cari aja keluar ya. Aku pengen makan di warungnya langsung " Pinta Aluna memelas, membuat Davin menghela nafas panjang. Sebenarnya, Davin sangat lelah dan mengantuk tapi dia tetap berusaha bangun.
" Tapi sayang ini sudah malam " Davin berusaha merayu Aluna. Namun, raut wajah Aluna terlihat sedih membuat Davin menjadi tak tega.
" Kalau kamu gak mau ya udah, kamu tidur aja. Aku berangkat sendiri aja " Ucap Aluna kesal. Dia bangun kemudian mengambil kunci motor di dalam laci. Davin langsung bertindak cepat menahan Aluna.
" Oke kita cari warung pecel lele. Aku cuci muka dulu ya " Ucap Davin sambil berlalu ke kamar mandi tapi tak lupa dia merebut kunci motor di tangan Aluna. Lima menit kemudian Davin keluar dengan wajah yang lebih segar. Dia pun menggandeng tangan Aluna keluar dari kamar. Suasana mansion itu sepi karena semua sudah istirahat di kamarnya. Davin mengeluarkan mobil dari garasi. Aluna duduk di samping Davin lalu mobil itupun melaju, melewati jalan yang sudah nampak lengang.
Selama perjalanan Davin fokus menyetir sedangkan Aluna celingukan mencari warung pecel lele yang masih buka.
" Berhenti mas " Suruh Aluna, membuat Davin langsung mengerem mendadak hingga tubuh Aluna terhuyung ke depan.
" Kamu gak papa sayang ? Kenapa kamu menyuruhku berhenti mendadak ? " Tanya Davin sambil memegang kedua bahu Aluna.
" Tuh ada warung pecel lele " Jawab Aluna sambil tangannya menunjuk sebuah warung pinggir jalan yang berada di seberang mereka dengan tulisan pecel lele disana. Pandangan mata Davin langsung mengarah ke tempat yang ditunjuk Aluna.
" Apa disana higienis sayang ? " Tanya Davin sambil melihat warung makan pinggir jalan dengan ragu. Aluna mengangguk penuh semangat.
__ADS_1
" Tentu saja, lagian makan disana enak mas. Kamu belum pernah coba kan mas ? " Tanya Aluna sambil melepas sabuk pengamannya.
" Belum sih. Kamu mau kemana sayang ? " Tangan Davin menahan Aluna yang hendak keluar dari mobil.
" Mau makan mas, aku laper. Kamu nunggu di mobil aja, aku sebentar kok " Aluna membuka pintu mobil itu tapi Davin menahannya lagi.
" Aku ikut. Kita kesana pake mobil aja, aku gak mau kamu kelelahan " Aluna menghela nafas panjang.
" Mas... dari sini kesitu cuma menyeberang saja. " Tolak Aluna , dia menghempaskan tangan Davin kemudian berjalan keluar dari mobil itu. Davin pun langsung keluar dari mobil dan mengejar Aluna.
" Sayang... tunggu " Teriak Davin sambil berusaha mengejar langkah Aluna, begitu sudah dekat, tangan Davin langsung meraih tangan Aluna, menggenggamnya erat. Mereka berdua pun berjalan beriringan. Saat sudah hampir sampai, Davin menghentikan langkahnya hingga Aluna pun ikut berhenti.
" Kenapa mas ? " Tanya Aluna bingung.
" Aku kaya kenal motor ini " Jawab Davin sambil mengamati motor sport yang terparkir di samping warung itu.
" Motor siapa ? " Tanya Aluna sambil ikut mengamati motor itu. Aluna pun mengingat-ingat, karena dia juga merasa pernah melihat motor itu.
" Ayo sayang,kita lihat itu motor si asisten kurang ajar atau bukan " Davin menarik pelan tangan Aluna.
" Mila " Panggil Aluna tak percaya. Mila langsung mendongak dan melihat Aluna yang sudah berdiri di depannya. Asisten Jo pun menoleh dan terkejut saat melihat Tuan Davin dan Aluna sedang menatap ke arahnya.
" Astaga... Tuan Muda, apa kita berjodoh ? Baru saja kita berpisah sekarang tanpa sengaja bertemu lagi " Goda Asisten Jo sambil menaik-turunkan kedua alisnya.
" Cih ! Kamu belum merasakan mulutmu ku sumpal dengan kepala lele Jo " Ucap Davin kesal. Tapi, Asisten Jo hanya menanggapi dengan senyuman.
" Mas ... kita gabung sini aja ya, biar rame kan ada temen ngobrol " Ajak Aluna sambil melepas sendalnya kemudian hendak duduk lesehan di samping Mila. Asisten Jo menyapu karpet itu dengan tangannya.
" Ngapain kamu Jo ? " Tanya Aluna bingung.
" Sudah bersih Nona, Tuan, silahkan duduk " Asisten Jo bicara dengan sopan.
" Astaga Jo, tidak perlu kali kamu sampai membersihkan karpet ini " Ucap Aluna sambil mendudukkan tubuhnya, di ikuti Davin yang juga duduk di sampingnya.
" Tidak masalah Nona, daripada nanti mulut saya di sumpal pake kaos kaki Nona " Sindir Asisten Jo sambil kembali memakan nasinya. Davin langsung menatap tajam Asisten Jo, merasa di tatap, Asisten Jo mengangkat kepalanya, menatap Tuan Davin balik.
__ADS_1
" Makan Tuan.. karena marah-marah juga butuh tenaga " Goda Asisten Jo sambil memasukkan nasi lele itu kedalam mulutnya. Sedangkan Davin hanya menggeram kesal. Beberapa saat kemudian, pesanan Aluna pun datang. Nasi panas, Lele dan lalapan beserta sambal membuat Aluna sudah tidak sabar untuk segera memakannya. Setelah mencuci tangan bersih, dengan lahap Aluna langsung memakan nasi itu. Sedangkan Davin hanya menatap Aluna sambil menelan air liurnya.
" Seenak itukah sayang ? " Tanya Davin sambil menatap Aluna heran.
" Kamu mau coba ? Sini aku suapin " Aluna menyodorkan sesuap nasi lele ke mulut Davin, Davin pun memakannya. Dia mengunyah perlahan menikmati rasa dari nasi pecel lele pinggir jalan itu.
" Enak Tuan ? Dulu saya mengajak anda kesini, anda selalu bilang tidak level " Sindir Asisten Jo, Davin kembali menatap tajam Asisten Jo, tapi yang ditatap cuma menunjukkan deretan gigi-gigi putihnya.
" Benarkah ? Kalau tidak level ya sudah, kumakan semua aja " Kata Aluna sambil menarik nasi yang berada di hadapan Davin.
" Jangan sayang, aku akan makan. Rasanya enak kok " Davin menahan tangan Aluna dan menarik kembali nasi miliknya. Mereka akhirnya makan bersama, Aluna dan Mila makan sambil diselingi beberapa obrolan. Sedangkan Davin dan Asisten Jo hanya menjadi pendengar setia saja.
" Sudah kenyang sayang ?" Tanya Davin saat Aluna baru saja selesai mencuci tangannya. Aluna mengangguk pelan, Davin langsung mencium pipi Aluna, satu tangannya mengelus lembut perut Aluna.
" Anak daddy gak boleh ileran ya, kan sudah dituruti." Davin gantian mencium perut Aluna. Mila yang melihat mereka bermesraan hanya memangku dagu dengan kedua tangannya.
" Romantis sekali.. aku jadi pengen " Ucap Mila tanpa sadar, Asisten Jo langsung menyentil kening Mila hingga Mila mengaduh kesakitan.
" Jo... kamu bayar makananku sekalian ya " Titah Davin, Asisten Jo langsung menadahkan tangannya di depan Davin.
" Mana uangnya Tuan ? "
" Pakai uangmu dulu. Kan kamu habis gajian, jadi aku yakin gajimu cukup lah untuk membayar makanan ini " Davin tersenyum licik kemudian beranjak bangun di iringi Aluna.
" Astaga Tuan.. saya dan anda bukankah lebih kaya anda? Kenapa anda meminta sumbangan kepada saya ? " Sarkas Asisten Jo. Davin langsung mengambil kepala lele itu dan memasukkan paksa ke mulut Asisten Jo. Kemudian Davin pergi dari warung itu diikuti Aluna dan Mila yang tertawa lebar. Sedangkan Asisten Jo melempar kepala lele itu ke arah Davin tapi tidak kena.
" Awas saja Tuan Muda. Saya tidak akan menjadi suami siaga untuk anda lagi " Umpat Asisten Jo kesal kemudian dia membayar makanan itu dan menyusul Tuan Mudanya.
**semangat nulis lagi agak down pemirsah .. pengen di bikin tamat, tapi takut kangen sama Asisten Jo.
ayo kasih saran dong
Jangan lupa beri dukungan ya
Salam dari author recehan**.
__ADS_1