Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
82


__ADS_3

Jangan lupa dukung author dengan like dan vote ya gaes


Bisa juga kasih kritik dan saran di komentar ya gaes


happy reading.. salam dari penulis recehan


-------------@@@@---------------


" Jo bagaimana pesta perayaan ulang tahun perusahaan ? Sudah sejauh mana persiapannya ? " Tanya Davin saat dia sudah masuk ke ruangannya.


" Sudah sembilan puluh lima persen Tuan, pestanya akan di adakan seminggu lagi jadi kemungkinan anda akan sangat sibuk "


" Kamu pastikan tidak ada kesalahan sekecil apapun di pesta itu Jo "


" Baik Tuan " Asisten Jo membungkukkan badannya tanda paham. Davin yang sudah duduk di kursinya langsung menatap tampilan CCTV. Dia tersenyum saat melihat Aluna yang sedang fokus menatap layar komputernya.


" Bagaimana hasil perintahku tadi malam Jo ? " Tanya Davin tanpa mengalihkan pandangannya.


" Em ... Benar dugaan anda Tuan, bahwa Nona Aluna sengaja disiram dengan kuah bakso yang masih panas " Davin langsung menatap tajam Asisten Jo.


" Kurang ajar sekali !! Siapa yang berani melakukannya ?! " Davin mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras, amarahnya serasa naik ke ubun-ubun.


" Nona Grace Tuan "


" B*****T !!!" Umpat Davin sambil menggebrak meja dengan keras hingga Asisten Jo mengusap dadanya karena terkejut.


" Berani sekali dia, aku harus beri dia pelajaran " Teriak Davin hendak berlalu pergi namun Asisten Jo menahannya.


" Tenang dulu Tuan .... "


" Dia sudah menyakiti Aluna dan kamu bilang aku harus tenang ?? Otakmu ditaruh dimana Jo ?!" Bentak Davin marah. Asisten Jo menghela nafasnya panjang karena sudah terbiasa menghadapi Davin yang seperti ini.


" Saya memiliki rencana Tuan, kita tunggu saja sampai pesta besok Tuan " Asisten berusaha menenangkan.

__ADS_1


" Rencana apa ?" Davin menatap Asisten Jo penuh tanya.


" Nanti saja Tuan, biar jadi kejutan " Jawab Asisten Jo santai.


" ishh kau itu selalu saja menyebalkan Jo " Cibir Davin sambil membuka berkas yang ada di depannya.


-------------@@@@@----------


" Gimana luka loe Lun ? " Tanya Mila saat Aluna sudah duduk di kursinya.


" Sudah agak mendingan cuman kadang masih terasa perih " Jawab Aluna sambil menghidupkan komputernya.


" Emang kurang ajar itu nenek lampir, rasanya pengen gue penyet-penyet jadi perkedel " Citra bicara dengan kedua tangan saling meremas gemas dengan gigi yang saling bergemurutuk.


" Emang loe berani ? " Aluna bertanya dengan sinis. Citra langsung menyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Loe udah nyiapin apa Lun buat pesta perayaan ulang tahun Alexander Grup ? " Tanya Mila di sela-sela pekerjaannya.


" Gak nyiapin apa-apa. Males banget ikut pesta gituan, paling cuman mau makan-makan " Jawab Aluna masih fokus menatap layar komputernya.


" Gak,, ogah amat pake gituan, ribet !! "


" Loe itu feminim dikit bisa engga sih Lun ? Dandan cantik gitu siapa tahu kan kita bisa dapat cowok cakep di pesta itu " Mila tersenyum sendiri membayangkan dirinya dikelilingi pria-pria tampan.


" Eeekkkhhheemmmm " Suara deheman keras menghentikan obrolan mereka. Suasana di ruangan itu seketika menjadi sunyi.


" Nona Aluna anda di panggil Tuan Davin " Mendengar perintah itu, Aluna mencebik kesal.


" Ada apa lagi ? Aku baru saja kerja satu jam, kalau kaya gini kapan selesainya pekerjaanku " Gerutu Aluna namun dia tetap berdiri dari duduknya kemudian melangkah pergi keluar ruangannya. Mereka bertiga memandang Aluna bingung.


" Kok aku curiga Aluna punya hubungan sama Tuan Davin yaa " Mila bicara setengah berbisik.


" Sama aku juga, apalagi Aluna sama sekali tidak takut dengan Tuan Davin " Sahut Citra sambil menganggukkan kepalanya pelan.

__ADS_1


" Waktu bekerja jangan mengobrol ! " Gertak Asisten Jo sambil menatap tajam mereka bertiga bergantian. Mereka bertiga langsung terdiam sambil menundukkan kepalanya, bahkan tangan mereka gemetaran. Saat Asisten Jo keluar dari ruangan itu, mereka bertiga langsung menghembuskan nafas lega.


" Galak banget kaan... tapi kenapa kalau sama Aluna bisa sopan banget gitu " Mila mengeluarkan suaranya saat sudah tidak melihat keberadaan Asisten Jo. Nia dan Citra hanya mengendikkan bahu nya. Mereka pun mulai fokus bekerja lagi.


Aluna yang sedang berjalan menuju ruangan Davin berpapasan dengan Grace. Grace mendelik ke arah Aluna namun Aluna seolah tidak peduli.


" Mau kemana kamu ? Berani sekali pergi dari ruangan tanpa se izinku " Grace menarik lengan Aluna yang baru saja melewati dirinya.


" Saya mau ke ruangan Tuan Davin " Aluna bicara datar. Mendengar jawaban Aluna, Grace langsung mengepalkan tangannya.


" Ada perlu apa kamu sama Tuan Davin ? " Tanya Grace menyelidik. Aluna menghembuskan nafas kasar. Aluna tidak berniat menjawab, dia melangkahkan kakinya lagi namun Grace kembali menahan lengannya.


" Berani sekali kamu sama aku ! " Nada bicara Grace sudah naik satu oktaf.


" Nona, anda sudah ditunggu Tuan Davin " Ucap Asisten Jo yang berdiri di belakang Aluna. Grace langsung melepas cekalan tangannya dan merubah wajahnya menjadi semanis mungkin.


" Tuan..." Panggil Grace lembut sambil tersenyum simpul ke arah Asisten Jo namun Asisten Jo sama sekali tidak peduli.


" Mari Nona,, jika anda terlambat lima menit saja anda harus siap dihukum " Asisten Jo berjalan mendahului Aluna, sebelum Aluna mengikuti Asisten Jo, dia menjulurkan lidahnya mengejek ke arah Grace hingga membuat muka Grace merah karena amarah.


" SIAL !! Bagaimana bisa aku kalah dari Aluna, padahal aku lebih cantik dan sexy daripada dia " Grace mengepalkan kedua tangannya melihat punggung Aluna yang perlahan menjauh darinya.


Aluna yang sudah sampai di ruangan Davin langsung masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu. Mendengar suara pintu terbuka, Davin langsung menoleh, bibirnya langsung tersenyum saat melihat Aluna yang berjalan ke arahnya. Sedangkan Asisten Jo yang sudah tahu diri dia menunggu di luar.


" Ada apa ? " Tanya Aluna begitu sudah dekat dengan meja Davin.


" Kamu tidak merindukanku sayang? " Davin beranjak bangun kemudian berdiri di depan Aluna.


" Ini masih jam kantor, jika kamu selalu memanggilku seperti ini, aku yakin sebentar lagi akan beredar kabar kalau kita punya hubungan" Aluna yang kesal langsung mendudukan tubuhnya di kursi Davin.


" Aku malah bahagia kalau mereka tahu kita suami istri "


" Tapi aku belum siap " Sanggah Aluna dengan nada sebal.

__ADS_1


" Aku cuma mau bilang mulai hari ini aku bakalan sibuk sampai pesta perayaan, jadi sementara waktu kita berdua bakal berkurang " Ucap Davin dengan senyum tipis di bibirnya. Aluna melongo mendengar ucapan Davin itu.


" Kan bisa bilang nanti waktu jam makan siang, atau titip pesan lewat Asisten Jo jadi aku tidak perlu repot kesini " Protes Aluna, namun Davin tak menanggapi, tangannya membuka bagian atas baju kerja Aluna. Merasa di sentuh, tubuh Aluna meremang, seluruh darah ditubuhnya terasa berdesir, jantungnya pun berdetak begitu cepat. Sungguh, setiap Davin menyentuh tubuhnya dia selalu merasakan sesuatu yang terasa bergejolak dari dalam tubuhnya.


__ADS_2