Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
36


__ADS_3

Sebelum sang mempelai wanita memasuki ruangannya, Tuan Davin sudah berdiri dari duduknya. Asisten Jo yang duduk disebelahnya juga berdiri saat melihat Tuan Mudanya itu bangun.


"Anda mau kemana, Tuan?" tanya Asisten Jo. Sedangkan keluarga Davin hanya memandang Tuan Davin lekat.


"Aku mau ke toilet Jo," jawab Tuan Davin berbohong. Dia hanya tidak ingin menyaksikan orang yang dia cintai telah menjadi istri orang lain.


"Biar saya temani, Tuan."


"Tidak usah Jo. Aku bukan anak kecil yang harus di temani ke kamar mandi," kata Tuan Davin kesal. Dia pun berjalan ke kamar mandi, namun baru lima langkah dia berjalan tiba-tiba langkahnya terhenti saat mendengar suara pembawa acara itu menyambut sang mempelai wanita. Tuan Davin terpaku di posisinya. Jika dia pergi, maka dia tidak akan melihat Aluna namun jika dia melihat, maka dia harus menyiapkan hatinya. Cukup lama dia terdiam hingga suara pembawa acara mengejutkannya.


"Mari kita sambut ratu hari ini, yang terlihat begitu cantik bagai bidadari. Kepada sang mempelai pria Tuan Ronal Bagaskara di persilahkan untuk menyambut sang Tuan Putri Nona Arsyila Setiawati.."

__ADS_1


Tuan Davin terkejut mendengar nama mempelai wanita yang disebut. Kenapa bukan Aluna? Tanya Tuan Davin dalam hati. Dia pun membalikkan tubuhnya dan melihat ke atas panggung di mana kedua mempelai sedang saling menggenggam tangan mereka, namun Tuan Davin fokus pada gadis yang menemani sang mempelai wanita. Gadis yang terlihat begitu anggun. Gadis yang biasanya berpenampilan tomboy itu kini terlihat begitu cantik dengan gaun panjang yang memamerkan punggung dan kedua bahunya ,rambut yang disanggul dengan riasan make up yang tidak terlalu menor namun terlihat begitu elegan. Tuan Davin begitu terpesona melihat kecantikan dari gadis yang sudah mencuri hatinya itu. Matanya menatap lekat ke arah gadis itu seolah tidak ingin memutus tatapan mata itu.


"Anda tidak jadi ke kamar mandi, Tuan?" tanya Asisten Jo menyadarkan Tuan Davin.


"Emm Jo. Kenapa mempelai wanitanya bukan Aluna? Bukankah ini pernikahan Aluna dan pacar jeleknya itu?" tanya Tuan Davin dengan nada mengintimidasi.


"Bukan Tuan. Ini pernikahan Tuan Ronal dengan Nona Arsyila atau yang biasa di panggil Nona Sisil," jelas Asisten Jo. Tuan Davin menatap Asisten Jo tajam.


"Jadi kamu sudah tau semuanya Jo? Terus kenapa selama ini kamu berpura-pura tidak mengetahui semuanya?!" bentak Tuan Davin. Entah mengapa ia merasa hatinya begitu kesal.


"Astaga Jo. Kamu sekongkol dengan ayahku lagi? Sebenarnya kamu itu kerja sama aku apa sama ayah aku sih?! Kenapa kamu begitu nurut sama dia?!" Emosi Tuan Davin mulai naik. Dia mengepalkan tangannya karena merasa telah dibohongi.

__ADS_1


"Semua ayah lakukan supaya kamu sadar sama perasaan kamu Vin. Ayah tahu kamu sudah jatuh cinta sama Aluna," kata Tuan Doni enteng.


"Tapi bukan begini caranya Yah. Ayah gak tahu betapa tersiksanya aku gak dapet kabar dari Aluna," Tuan Davin mengusap wajahnya kasar.


"Terus Ronal itu siapa? Kenapa dia begitu dekat dengan Aluna?" tanya Davin sambil menatap Aluna yang sedang tersenyum di atas panggung.


"Kakak angkat Nona Aluna. Tuan Bagaskara, ayah Ronal hanya mempunyai anak tunggal yaitu Tuan Ronal. Dia sangat ingin memiliki anak perempuan namun istrinya sudah tidak memungkinkan punya anak lagi, kemudian Tuan Bagaskara bertemu Nona Aluna kecil yang sedang membantu ayahnya. Setelah berbincang-bincang, Tuan Bagaskara menyukai Nona Aluna kemudian dia dan istrinya berniat mengangkat Aluna menjadi anaknya. Namun Nona Aluna menolak, setelah melakukan pendekatan, akhirnya Nona Aluna bersedia menjadi anak angkatnya namun dia meminta tetap berada di keluarganya," jelas Asisten panjang lebar.


"Jadi kamu sudah tau semuanya Jo?! Kenapa kamu membohongiku?!" gertak Tuan Davin dengan muka merah padam karena menahan amarah.


"Maafkan saya Tuan," ucap Asisten Jo dengan tenang.

__ADS_1


"Kenapa setelah kepergiaan ibu Aluna, dia memilih tinggal di mansion Alexander bukan di keluarga Bagaskara? Aku yakin kamu punya jawabannya, Jo." Tuan Davin menatap menyelidik ke arah Asisten Jo.


"Itu permintaan Nona Aluna sendiri, Tuan. Yang tahu alasannya hanyalah Nona Aluna sendiri," Tuan Davin terdiam mendengar jawaban Asisten Jo.


__ADS_2