
Davin terbangun tengah malam, dia melihat Aluna yang masih tertidur pulas di sampingnya. Davin tersenyum simpul, dia lalu mengecup pipi Aluna.
" Terimakasih sayang " Ucap Davin lirih dengan mengecup kening Aluna berkali-kali. Davin sangat bahagia sudah menjadikan Aluna sebagai miliknya seutuhnya. Davin mengusap perut Aluna dengan lembut.
" Cepat hadir ya sayang.. daddy dan mommy menunggumu " Kata Davin lirih. Tiba-tiba Davin merasakan pergerakan tubuh Aluna, Davin langsung menghujami wajah Aluna dengan ciuman agar semakin terbangun.
" Ya Tuhan... baru kali ini aku tidur tulangku rasanya seperti mau patah semua " Kata Aluna sambil menggeliat namun tidak membuka matanya. Davin pun hanya tersenyum, karena dia tahu Aluna belum sepenuhnya sadar.
" Tidur lagi sayang.. ini baru jam dua malam " Aluna yang hendak terlelap lagi langsung membuka matanya lebar-lebar. Dia melihat Davin yang sedang tersenyum ke arahnya. setelah sepenuhnya sadar dia langsung terduduk kaget, namun karena gerakan tiba-tiba itu Aluna merasakan nyeri di pangkal pahanya.
" Kenapa sakit sekali rasanya... " Gumam Aluna namun masih di dengar Davin.
" Kalau pertama kali melakukan memang sakit sayang tapi lama-lama juga akan terbiasa "
" Pertama kali melakukan ?? " Aluna menautkan alisnya. Dirinya benar-benar belum sepenuhnya sadar. Davin yang merasa gemas langsung menarik tubuh Aluna dan mengungkungnya.
__ADS_1
" Jangan pura-pura lupa sayang, bukankah rasanya sangat nikmat ? Atau kamu ingin aku ingatkan lagi ?" Bisik Davin di telinga Aluna. Tubuh Aluna rasanya meremang, beberapa saat dia terdiam. Saat Davin mengecup lehernya, dia merasakan sebuah sensasi yang memabukkan. Dia pun ingat semalam, waktu Davin membobol selaput daranya. Davin masih terus menciumi leher Aluna.
" Aakhh" Desah Aluna pelan. Dia mengingat kenikmatan yang di lakukan bersama Davin.
" Davin... aku gak mau lagi.. Rasanya sangat sakit " Kata Aluna sambil menahan desahannya. Dia menolak namun tubuhnya berkhianat saat merasakan sentuhan-sentuhan yang diberikan Davin.
" Kali ini gak sakit sayang. Rasanya akan sangat nikmat " Davin berusaha merayu. Dia mencium dan mel*mat bibir Aluna dengan tangan yang bergerilya di bukit kembar Aluna. Aluna pun mulai terbuai lagi. Hingga pergumulan panas itu terjadi lagi.
-------------@@@@@@@@-------------
" Davin belum keluar Jo ?" Tanya Nyonya Anita saat dia sudah berdiri dekat Asisten Jo.
" Belum Nyonya " Jawab Asisten Jo sopan.
" Dasar itu anak.. pasti habis lembur sampai pagi " Kata Nyonya Anita kemudian berjalan menuju kamar Davin.
__ADS_1
Tokk tokk tokkk
Nyonya Anita berkali-kali mengetuk pintu namun tidak ada jawaban dari si empunya kamar. Nyonya Anita berdecak sebal.
" Bangun Vin.. Jo sudah menunggu kamu di bawah, katanya ada pertemuan penting yang tidak dapat diwakilkan. Vinn banguunn vinn " Nyonya Anita sampai berteriak karena Davin tidak juga menyahut.
" Davv......" Belum sempat selesai memanggil namanya, Davin sudah membuka pintu. Nyonya Anita tersenyum melihat Davin yang begitu acak-acakan. Di tubuhnya terdapat beberapa bekas cakaran, dia yakin pasti itu bekas kuku Aluna.
" Ngapain sih mom.. pagi-pagi udah berisik banget. Aku masih ngantuk mom " Mata Davin terlihat sayu karena masih mengantuk.
" Astaga vin.. ini udah hampir jam sebelas kamu bilang pagi-pagi ?? Kata Jo jam sebelas ada pertemuan penting ya tidak bisa diwakilkan "
" Ya udah bilang sama Jo aku mau siap-siap dulu mom " Kata Davin kemudian menutup pintu kamarnya. Davin membersihkan dirinya,setelah selesai dan berpakaian rapi dia melihat Aluna yang masih tertidur pulas. Dia pun mengecup puncak kepala Aluna.
" Kamu pasti kelelahan... Aku berangkat kerja dulu sayang... " Davin berkali-kali memberi kecupan namun tak ada pergerakan dari Aluna. Davin pun kemudian berjalan keluar kamar meninggalkan Aluna yang masih tertidur lelap.
__ADS_1