Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
43


__ADS_3

Davin mengetuk pulpen di meja kerjanya sambil tangan kirinya memegang sebuah dokumen. Setelah meneliti dokumen itu dia pun membubuhkan tanda tangan disana. Sedangkan Asisten Jo hanya mengamati Tuan Mudanya itu.


"Jo, apa kamu tahu berapa lama Aluna di Amerika?" tanya Tuan Davin memecah keheningan.


"Sekitar dua minggu Tuan," jawab Asisten Jo sopan.


"Pantas saja dia mengajukan cuti satu bulan. Apa setelah dari Amerika dia akan bekerja di sini lagi?"


"Saya kurang tahu Tuan."


"Jangan membohongiku Jo! Aku sudah muak selalu kamu bohongi. "


"Kali ini saya jujur Tuan. Saya hanya tahu Nona Aluna disana selama dua minggu," sahut Asisten Jo. Tuan Davin pun menganggukan kepalanya paham.


"Apa jadwal ku selama dua minggu ini padat Jo?" tanya Tuan Davin sambil bersandar di kursi kerjanya.


"Cukup padat dan tidak bisa ditinggalkan Tuan."

__ADS_1


"HAH! Padahal aku pengen banget ketemu Aluna." Tuan Davin menghela nafas panjang.


"Sabar Tuan, lebih baik anda menyiapkan kejutan lamaran. Nanti sepulang Nona Aluna dari Amerika anda bisa melamarnya dengan romantis," saran Asisten Jo.


"Bagaimana aku melamarnya Jo? Dia saja tidak membalas perasaanku. Yang ada nanti aku malah mempermalukan diriku sendiri karena seorang Davino Alexander di tolak mentah-mentah oleh bawahannya sendiri," kata Tuan Davin dengan raut muka serius.


"Kalau menurut penglihatan mata batin saya Tuan... "


"Emang batin kamu punya mata Jo?" tanya Tuan Davin memotong ucapan Asisten Jo.


"Omong kosong kamu Jo!" Tuan Davin mencebik kesal pada Asisten kurang ajarnya ini.


"Tapi benar kan Tuan? Sebenarnya Nona Aluna juga sudah jatuh cinta pada anda namun Nona Aluna masih ragu dengan perasaannya." Tuan Davin tersenyum mendengar ucapan Asisten Jo.


"Apa kamu yakin Jo?" tanya Tuan Davin memastikan.


"Yakin Tuan. Tuan hanya perlu menunggu waktu saja." Tuan Davin mengangguk paham.

__ADS_1


"Aku ingin sekali menghubungi lagi namun aku takut dia tidak merespon lagi," kata Tuan Davin lirih sambil memejamkan matanya.


"Jika anda menghubungi lebih baik nanti malam saja Tuan. Karena perbedaan waktu sebelas jam, disana masih malam hari Tuan,"


"Iya juga ya. Kenapa sejak aku jatuh cinta aku jadi pelupa dan bodoh." Tuan Davin mengumpati dirinya sendiri.


"Anda baru menyadarinya Tuan?" Sindir Asisten Jo. Tuan Davin menatap Asisten Jo tajam. Yang di tatap tajam pun hanya tersenyum seolah tak berdosa.


----------@@@@@@--------------


Aluna bergelung di bawah selimut hotel. Dia benar-benar menikmati waktu liburannya tanpa berniat menganggu sang kakak angkat yang sedang asyik menembus Nirwana, menikmati surga dunia. Dia bermain ponselnya masuk ke pesan chat dia teringat nomer baru yang menghubunginya yang tidak lain dan tidak bukan adalah bos nya sendiri yang menyebalkan.


"Kenapa dia tidak menghubungiku lagi?" tanya Aluna entah kepada siapa karena dia hanya sendirian di kamar hotel. Aluna menghirup nafasnya dalam-dalam kemudian menghembuskannya secara perlahan.


"Apa benar aku sudah jatuh cinta sama apem tersembunyi itu? Aku saja belum yakin sama perasaanku sendiri, namun kenapa bayangan dia selalu menggoda di kepala ku sihh. Aku harus jawab apa kalau dia menembakku lagi?" Aluna terdiam. Tubuhnya berguling kesana-kesini karena bingung dengan perasaannya sendiri.


Aaakhhhhhh bisa gila aku lama-lama mikirin dia mulu. Teriak Aluna sambil menggaruk kasar kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


__ADS_2