Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
EP 28


__ADS_3

Mila terbangun saat mendengar baby Cacha menangis, dia memakai kembali pakaiannya untuk menutupi tubuhnya. Pertempuran dengan suaminya sudah berakhir satu jam yang lalu dan kini Asisten Jo masih terlelap dalam tidurnya.


"Kamu bangun sayang, mau enen," kata Mila lembut, dia memangku bayi mungil itu kemudian menyusuinya. Hampir lima belas menit menyusu, kini bayi mungil itu sudah terlelap lagi, Mila kemudian menidurkannya lagi di atas kasur. Setelah baby Cacha benar-benar terlelap, Mila berjalan ke arah nakas karena dia melihat layar ponselnya menyala, dia mengaktifkan mode diam di ponselnya itu agar tidak mengganggu tidur suaminya maupun bayi mungilnya. Dia menautkan kedua alisnya saat melihat nomer baru menghubunginya. Mila mengabaikannya, namun panggilan itu terus saja berbunyi membuat Mila.menjadi sangat penasaran.


"Hallo," sapa Mila sambil berjalan keluar kamar. Mila tidak mendengar satu pun jawaban dari seberang, Mila kembali menatap layar ponselnya, panggilan itu masih terhubung.


"Ini siapa?" tanya Mila kesal, namun lagi-lagi tidak ada sahutan dari seberang.


"Dasar! Ganggu orang tidur...."


"Apa kabarmu, Mil?" tubuh Mila menegang mendengar suara dari seberang. Jantungnya berdegup begitu kencang. Dia masih paham betul suara siapa ini, tubuhnya mulai gemetar ketakutan namun dia berusaha untuk tetap tenang.


"Apa kamu tidak merindukanku? Padahal aku sangat merindukanmu, Mil," Suara dari seberang terdengar begitu berat. Mila hanya membisu, dia benar-benar tidak mampu berkata-kata.


"Mil," Mila tersadar saat namanya di panggil. Dia langsung mematikan panggilan itu dan tubuhnya langsung luruh ke lantai begitu saja.


"Dia kembali," gumam Mila, matanya mulai berkaca-kaca. Ketakutan yang telah hilang seolah menghantuinya lagi.


"Aku harus bisa, aku harus bisa melawannya. Ada Nathan dan Cacha yang harus aku lindungi. Aku harus kuat, aku tidak boleh lemah," Mila menyemangati dirinya sendiri. Dia berdiri lalu menghela nafas panjang. Bagaimana pun ketakutannya pada luka masa lalu dia harus tetap tegar demi kedua anaknya. Mila menghidupkan layar ponselnya, dia memblokir nomer yang tadi menghubunginya. Setelah merasa cukup tenang, Mila masuk kembali ke kamarnya, dia merebahkan tubuhnya di samping Asisten Jo. Dia memeluk erat tubuh suaminya, untuk menghilangkan rasa gelisah di hatinya. Merasa di peluk, Asisten Jo membuka kedua bola matanya meskipun berat.


"Kamu belum tidur?" Mila menggeleng pelan, pelukan di tubuh suaminya tak sedikit pun meregang.


"Kamu kenapa?" tanya Asisten Jo, dia heran melihat Mila yang seperti orang ketakutan.


"Aku mimpi buruk, Mas," bohong Mila. Asisten Jo langsung membalas pelukan Mila, mengusap punggung Mila perlahan.

__ADS_1


"Tidurlah, sudah malam. Kamu pasti lelah," ucap Asisten Jo lembut. Mila pun semakin memeluk erat tubuh suaminya yang mampu memberi ketenangan padanya.


Jaga Aku dan Anak-anaku dari orang yang berusaha jahat kepada kami, Ya Tuhan. Doa Mila dalam hati.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀


"Kamu sudah siap, Mas?" tanya Mila saat melihat Asisten Jo berjalan ke arah meja makan dengan pakaian yang sudah rapi.


"Sudah," jawab Asisten Jo singkat. Mila dengan cekatan mengambilkan sarapan untuk Asisten Jo. Sedangkan, Asisten Jo memandang lekat ke arah Mila, dia merasakan ada yang berbeda dari Mila. Biasanya, Mila sudah menyambutnya dengan sangat ceria, bahkan tanpa malu Mila akan memberikan ciuman di wajahnya meskipun di lihat beberapa pelayan di rumah itu tapi hari ini, Mila hanya bertanya saja tanpa sapaan cinta ataupun kecupan.


"Di makan mas, kenapa melamun?" Mila menatap Asisten Jo yang sedari tadi menatapnya.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Asisten Jo. Mila tersenyum mendengar pertanyaan suaminya.


Harusnya aku menurutinya semalam walau pun hanya satu kali. Batin Asisten Jo.


"Nathan sama Cacha belum bangun?" tanya Asisten Jo berusaha mencairkan suasana yang terasa begitu hening.


"Sudah, Nathan sudah berangkat ke PAUD bersama Ayu kalau Cacha habis mandi dia tidur lagi," jawab Mila tanpa menatap wajah Asisten Jo.


"Sepertinya sudah siang, aku berangkat dulu ya. Kamu baik-baik di rumah kalau ada apa-apa jangan lupa kabari aku," pamit Asisten Jo, dia menyudahi sarapannya lalu mencium puncak kepala Mila dengan lembut. Setelah itu dia berjalan ke luar rumah. Biasanya Mila akan mengantarnya sampai ke mobil tapi Mila hanya diam meneruskan sarapannya seolah tak peduli pada Asisten Jo membuat Asisten Jo mendesah kecewa.


Saat Asisten Jo sudah sampai di samping pintu mobil, dia yang hendak membuka pintu mobil itu menghentikan gerakannya karena mendengar suara Mila dari dalam.


"Mas, tunggu aku!" teriak Mila sambil berlari ke arah Asisten Jo. Begitu sudah sampai di dekat Asisten Jo, Mila langsung memeluk erat tubuh Asisten Jo.

__ADS_1


"Aku melupakan pelukanku padamu," kata Mila lirih, "Aku juga melupakan ciumanku," Mila mengecup pipi Asisten Jo dengan lembut membuat senyum Asisten Jo menjadi terbit.


"Aku mencintaimu, hati-hati di jalan, Mas," kata Mila sambil melepaskan pelukannya.


"Aku berangkat," Asisten Jo masuk ke mobil kemudian melajukan mobilnya meninggalkan Mila. Dia tersenyum saat melihat kaca spion, di mana dia melihat kaki Mila yang menendang udara dengan kepalan tangan yang mengarah kepadanya.


"Aku juga mencintaimu," gumam Asisten Jo. Dia yakin Mila pasti sangat kesal karena dia tak membalas ucapan cinta dari Mila.


"Dasar suami gak ada romantisnya! Untung ganteng, tampan, kaya, keren, gagah, macho emm apalagi ya..." Mila mengetuk-ngetuk dagunya dengan jari telunjuknya seolah sedang berfikir berat.


"Untung aku Cinta!" teriak Mila keras. Dia menghentakkan kakinya dengan keras seraya berjalan masuk ke dalam rumah. Mila langsung masuk ke kamar untuk melihat baby Cacha yang ternyata masih tertidur lelap. Wajah ceria Mila kembali muram saat dia menatap ponselnya yang masih tergeletak di atas nakas. Sebelum membuka kunci layar ponselnya, dia menghela nafas panjang.


"Semoga dia tidak menghubungiku lagi," gumam Mila, dia melihat nomer yang telah dia blokir semalam. "Bukankah dia masih di dalam penjara? Kenapa dia bisa menghubungiku? Haruskah aku bercerita kepada Mas Johan? Akan tetapi, aku takut dia justru akan sangat khawatir padaku," Mila menghembuskan nafas kasar. Saat Mila akan meletakkan ponselnya, ada nomer baru lagi menghubunginya namun hanya sesaat, setelah itu sebuah pesan masuk ke dalam applikasi chat milik Mila, dengan jantung yang berdegup kencang Mila membuka pesan itu. Tubuhnya langsung menegang saat membaca pesan yang tertera di sana.


"Temuilah aku di Restoran XX, kalau kamu tidak datang jangan salahkan aku kalau aku akan menyakiti anakmu, Jonathan Saputra. Kalau sampai suamimu tahu, maka nyawa anakmu yang jadi taruhannya. Dari masa lalumu yang tak pernah lagi kau ingat."


🍀🍀🍀🍀


Author kasih sedikit konflik untuk kisah Mila dan Asisten Jo ya,


Doakan semoga jari Author tidak kepeleset ataupun khilaf ya.


jangan lupa dukungan buat Author recehan ini


Salam sayang dari Author recehan

__ADS_1


__ADS_2