Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
61


__ADS_3

Aluna diam-diam masuk ke ruang kerja Davin, tanpa mengetuk pintu dia langsung masuk. Dia melihat Davin sedang menatap berkas-berkas di depannya sedang Asisten Jo juga sedang sibuk dengan tabletnya.


" Ehemmm " Mendengar suara deheman mereka berdua langsung menoleh ke arah Aluna, merasa ditatap Aluna hanya cengengesan.


" Ada apa sayang ? " Tanya Davin sambil meletakkan berkas-berkas tadi dan menyuruh Aluna maju ke tempat dia duduk. Sedangkan Asisten Jo hanya diam mengawasi.


" Kamu merindukan aku ? " Tanya Davin lagi sambil mengusap rambut Aluna. Aluna tersenyum kemudian dia duduk di pangkuan Davin.


" Gak juga sii... aku cuma mau minta izin ,boleh gak aku kerja disini lagi daripada aku bosen dirumah gak ada kegiatan " Pinta Aluna sambil memamerkan muka imutnya.


" Bukannya enak dirumah ? Tinggal duduk santai nungguin suami pulang "


" Bosen tahu gak.. jenuh sekali kalau cuman tiduran aja " Aluna merajuk, dia mengusap dada bidang Davin kemudian menyandarkan kepalanya disana.


" Boleh yaa... " Rayu Aluna sambil terus mengusap dada Davin hingga membuat tubuh Davin memanas.


" Boleh saja asal kamu mau menambah ronde olahraga kita tiap malam " Aluna merasa geli saat Davin berbisik di telinganya. Tangan Davin memegang pinggang Aluna kemudian wajah mereka saling berdekatan. Aluna memejamkan matanya saat merasakan nafas Davin terasa hangat menyapu pipinya. Saat bibir mereka telah menempel, suara deheman langsung mengejutkan mereka.


" Saya masih disini Tuan dan Nyonya " Sindir Asisten Jo sambil berpura-pura menatap layar tabletnya. Mereka berdua pun mengurungkan ciuman mereka.

__ADS_1


" Ngapain kamu disini Jo ? " Tanya Davin kesal karena kegiatannya harus terganggu asistennya itu.


" Tentu saja bekerja Tuan, di kantor tempat orang bekerja bukan tempat orang bereproduksi Tuan " Jawab Asisten Jo santai tanpa mengalihkan pandangannya dari tabletnya.


" Kamu menyindirku Jo ?"


" Mana mungkin Tuan. .saya tidak berani, saya hanya bicara apa adanya. Kalau anda tersindir mungkin anda terlalu baper Tuan "


" Aku gak laper Jo " Davin bicara dengan nada membentak sedangkan Asisten Jo menahan tawanya.


" Baper Tuan bukan laper " Asisten Jo membenahi ucapan Tuan Davin.


" Apaan Baper baper. .sudah pergi sana ganggu orang aja ! " Usir Tuan Davin, Aluna hanya duduk diam di pangkuan Davin.


" Kurang ajar sekali kamu Jo ! Makanya nikah biar kamu tahu bagaimana rasanya olahraga tanpa busana "


" Jika jodoh saya sudah siap saya pasti akan menikah Tuan ,anda tenang saja karena pasti saya lebih hebat diranjang daripada anda " Ejek Asisten Jo kemudian dia keluar dari ruangan Tuan Davin sebelum singa jantan itu mengamuk.


" Dasar sialan kamu Jo !! " Umpat Tuan Davin, Aluna hanya berusaha menenangkan suaminya itu. Asisten Jo memang senang sekali menggoda Tuan Mudanya itu.

__ADS_1


" Sudahlah Vin... biarin aja, " Aluna menenangkan.


" Kamu lagi ! Panggil aku Davin-Davin...emang aku adik kamu ? " Davin melepaskan tangannya dari pinggang Aluna.


" Terus aku harus panggil apa ? " Aluna bertanya dengan kesal karena mood Davin buruk dia juga yang jadi pelampiasan.


" Terserah.. sayang,hubby,pangeranku,suamiku atau apa kek , jangan panggil aku nama saja gak sopan ! Punya mulut tapi gak punya sopan santun buat apa ? " Bentak Davin, sungguh dia merasa sangat kesal karena ucapan asistennya itu. Hingga tidak sadar diapun marah pada Aluna.


" Kok kamu malah nyolot gitu sih ? Aku daritadi diem ya.. kalau kamu lagi kesal jangan asal lampiaskan ke orang lain " Sewot Aluna. Dia langsung turun dari pangkuan Davin.


" Udahlah.. aku mau pulang aja, males banget disini, besok aku mau mulai kerja dan aku tidak menerima penolakan " Kata Aluna jutek sambil melangkahkan kakinya hendak keluar dari ruangan Davin.


" Mau kemana kamu ? Jangan sembarangan bertindak, hargai aku sebagai suamimu " Ucap Davin tegas sedangkan Aluna hanya diam dan tetap pergi dari ruangan Davin. Karena suasana hatinya sedang buruk, Davin hanya diam menatap kepergian Aluna dan bersiap untuk menghadiri rapat.


Aluna berjalan kesal keluar kantor, dia semakin merasa kesal saat Davin tidak mengejarnya sama sekali.


" Katanya sayang tapi cuma omongan doang ! Suruh ngehormatin dia sebagai suami tapi dia gak ngertiin perasaan istri sendiri. Dasar bang**t !!!! " omel Aluna sambil berjalan pulang. Berkali-kali dia menengok ke belakang namun tak ada tanda-tanda kedatangan Davin. Dia pun semakin merasa kesal. Hingga samar-samar Aluna mendengar suara orang minta tolong, Aluna menghentikan langkahnya untuk mempertajam pendengarannya..


" Tolong copett...tolong... " Teriak seorang ibu sambil berlari mengejar sebuah sepeda motor yang sedang melaju. Aluna langsung bergerak cepat, dia meminjam motor milik seseorang yang kebetulan sedang berdiri di depannya kemudian dia melajukan motornya mengejar pencopet itu. Karena Aluna yang notabene adalah seorang pembalap maka dengan mudah dia mengejar pencopet itu. Saat motor mereka sejajar Aluna langsung menendang motor itu dari samping, hingga pencopet itu terjatuh di atas aspal. Aluna langsung menghentikan motornya. Aluna langsung turun mengambil tas ibu itu yang kebetulan jatuh di atas jalan, kemudian Aluna mengambil langkah seribu meninggalkan pencopet yang sedang kesusahan bangun karena luka-luka. Aluna kemudian putar balik dan mengembalikan tas ibu itu.

__ADS_1


" Terima kasih banyak mbak... " ucap ibu itu bahagia. Aluna tersenyum dan mengembalikan motor itu kepada pemiliknya. Namun saat dia hendak menyebrang tiba-tiba tubuhnya di tabrak oleh sebuah motor hingga tubuhnya terpelanting jauh.


" Aaaaaaa " Teriakan Aluna terdengar begitu keras hingga saat Aluna merasakan tubuhnya terjatuh ke aspal, dirinya langsung tidak sadar.


__ADS_2