
Davin yang baru saja selesai meninjau tempat perayaan pesta langsung kembali ke Mansion. Sesampai di Mansion dia belum melihat motor Aluna di garasi. Dia pun bergegas masuk ke dalam mansion, sesampai di dalam dia melihat kedua orang tuanya sedang bersiap makan malam.
" Kamu sudah pulang Vin ? " Tanya Nyonya Anita saat melihat Davin masuk.
" Sudah mom, Aluna belum pulang ? "
" Belum tuh, ayah kira dia ikut kamu " Jawab Tuan Doni sambil duduk di kursi makan. Davin langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomer Aluna.
Panggilan pertama tersambung tapi tak di angkat. Davin pun mencoba lagi, begitu panggilan terhubung Davin langsung bertanya tanpa menyapa.
"Sayang .... kamu dimana? Kenapa belum pulang ? Apa kamu jadi lembur ? " Tanya Davin begitu panggilan terhubung. Namun tidak ada jawaban sama sekali.
" Sayang .... " Panggil Davin lagi.
" Ma-maaf ini bukan Aluna " Davin menautkan kedua alisnya mendengar suara yang begitu asing ditelinganya.
" Dimana Aluna ?!" Bentak Davin begitu mendengar bukan suara Aluna yang menjawabnya.
" Dia barusan pamit ke toilet, tapi belum kembali. Saya sudah mencarinya dan menghubunginya tapi ponselnya ketinggalan di meja kerjanya " Mendengar jawaban itu, Emosi Davin langsung naik, rahangnya mengeras dan tangannya mengepal.
" S*** !!! " Umpat Davin sambil mematikan teleponnya.
" Kenapa Vin ? " Tanya Nyonya Anita melihat muka Davin yang terlihat marah tapi juga khawatir.
" Aluna hilang mom " Jawab Davin sambil berjalan keluar mansion.
" Bagaimana bisa ?? "
" Nanti saja mom aku menjawabnya, sekarang aku harus nyari Aluna " Kata Davin sambil mendekat ke mobilnya. Kebetulan , Asisten Jo masih disitu.
__ADS_1
" Kita ke kantor Jo " Perintah Davin. Tanpa banyak bertanya Asisten Jo langsung mengemudikan mobilnya menuju kantor. Selama perjalanan, Davin duduk gusar di kursi penumpang, Asisten Jo yang menatap dari kaca depan mobil pun menatap heran ke arah Tuannya.
" Apa ada sesuatu Tuan ? " Tanya Asisten Jo pelan.
" Aluna hilang Jo "
ccciiittttt
Asisten Jo langsung mengerem mobilnya hingga Davin terhuyung ke depan.
" Apa kamu mau membunuhku Jo ?! situasi sedang genting kenapa kamu malah mengerem mendadak begini ?!" Omel Davin. Asisten Jo melajukan mobilnya lagi.
" Maaf Tuan saya sangat terkejut " Asisten Jo semakin kencang melajukan mobilnya.
" Kamu panggilkan anak buahmu suruh mereka langsung ke ruang kerja Aluna Jo " Titah Davin, Asisten Jo langsung memasang headset di telinganya dan menghubungi anak buahnya untuk datang ke Alexander Grup dan menyuruh salah satu dari mereka mengecek bagian CCTV.
" Dimana Aluna ? " Tanya Davin begitu tubuhnya sudah masuk ke ruangan itu. Mila langsung terkejut saat mendengar suara bos nya. Tubuhnya gemetaran karena takut.
" Saya tanya dimana Aluna ! " Teriak Davin lepas kendali. Dirinya antara marah dan khawatir bercampur jadi satu. Mila pun semakin ketakutan.
" Tu-Tuan " Suara Mila terdengar begitu bergetar karena takut.
" Kenapa kamu jadi gagap gitu ?! Kemana Aluna " Teriakan Davin semakin meninggi, sudut mata Mila telah berair, jujur, melihat atasannya marah seperti ini, membuat dia sangat ketakutan.
" Tuan Muda .. " Davin membalikkan badannya begitu mendengar suara Asisten Jo.
" Sekitar pukul setengah tujuh Nona Aluna masuk ke toilet Tuan, dan belum keluar sama sekali kalau dari tampilan CCTV Tuan. Dan juga ada seorang yang mencurigakan sepertinya orang itu sengaja mengikuti Nona Aluna Tuan " Jelas Asisten Jo. Muka Davin langsung merah padam karena amarah.
" Segera kamu cari tahu orang itu Jo, jangan sampai lepas sedikitpun ! "
__ADS_1
" Lebih baik sekarang kita ke toilet Tuan " Davin pun langsung bergegas menuju toilet. Mila mengikuti di belakang mereka, meski takut tapi Mila juga penasaran sebenarnya ada hubungan apa antara Aluna dan Tuan Davin.
Ketika sampai sudah sampai di toilet, mereka mengecek semua ruangan. Mata Davin menatap ke arah toilet yang tertutup dengan tulisan rusak disana. Entah kenapa perasaan Davin mulai tak enak.
" Apa benar toilet itu rusak Jo ? " Tanya Davin sambil mendekat kesana. Jantung Davin rasanya berdebar tak tentu. Hatinya mulai merasa sangat cemas.
" Saya tidak yakin Tuan, karena tidak ada laporan kalau ada toilet rusak " Jawab Aisten Jo sambil menyalakan lampu ruangan itu.
" Sayang .... apakah kamu di dalam ? " Panggil Davin sambil mengetuk pintu itu berkali-kali namun tak ada sahutan dari dalam. Mila terdiam mendengar Davin memanggil Aluna dengan kata "sayang".
" Sayang ..." Panggil Davin lagi, dia mulai sangat khawatir.
" Dobrak pintu ini Jo " Perintah Davin. Kedua anak buah Asisten Jo yang mengikuti ke toilet langsung mengambil ancang-ancang mendobrak pintu itu. Dalam hitungan ketiga, pintu itu terbuka, tubuh Davin melemas melihat Aluna tegeletak disana, juga ada bau busuk yang keluar dari sana, Davin ingin mual tapi dia mencoba menahannya. Semua juga terkejut melihat Aluna yang pingsan bahkan tubuh Mila juga gemetaran.
" Bangun sayang ... " Davin menggoyangkan tubuh Aluna sedikit kasar, namun tak ada pergerakan sama sekali. Mata Davin mulai berkaca-kaca, melihat Aluna yang diam saja. Bahkan wajahnya sudah sangat pucat.
" Bangun sayang ... jangan tinggalkan aku " Davin menepuk-nepuk pipi Aluna namun Aluna sama sekali tak merespon, airmata Davin yang sudah di tahannya akhirnya lolos begitu saja. Dia benar-benar takut, takut kehilangan Aluna. Mila tertegun melihat Tuan Davin yang menangisi Aluna, dia yakin mereka pasti punya hubungan spesial.
" Tuan. . .lebih baik anda membawa Nona Aluna ke rumah sakit " Mendengar ucapan Asisten Jo, Davin langsung mengangkat tubuh Aluna yang begitu lemah. Davin membawanya keluar, emosinya benar-benar memuncak melihat Aluna terluka seperti itu. Kilatan amarah terlihat jelas di wajah Davin, hingga siapapun yang melihatnya bergidik ngeri, aura disekitar Davin pun menjadi begitu mencekam.
" Jo.... Aku akan membawa Aluna ke mansion dan hubungi Dokter Renard untuk segera datang. Kamu juga harus segera cari tahu siapa yang sudah berani menyakiti Nyonya Muda Alexander, beri dia balasan yang setimpal " Nada bicara Davin terdengar begitu tegas, jelas sekali dia sedang dalam keadaan emosi. Mila menutup mulutnya karena terkejut mendengar ucapan Tuan Davin.
Tuan Davin memanggil Aluna Nyonya muda Alexander, itu artinya Aluna adalah istri Tuan Davin ? Tapi bukankah Aluna belum menikah ? Jika sudah menikah, kapan mereka menikah, bahkan belum ada pemberitaan satupun kalau pemimpin Alexander Grup sudah menikah. Banyak pertanyaan bersarang di otak Mila, dia benar-benar penasaran.
" Hey kamu !" Mila terjengkit kaget saat suara Tuan Davin memanggilnya.
" I-iya Tu-Tuan " Mila gugup, dia juga sangat takut. Sedari tadi dia tidak berani mengangkat kepalanya.
" Kamu bawa semua barang Aluna, dan ikut aku ke mansion " Perintah Davin sambil berjalan membopong Aluna. Dengan cepat Mila mengambil barang Aluna di ruangannya kemudian dia ikut menyusul masuk ke dalam mobil Davin. Begitu sudah siap, Asisten Jo langsung melajukan mobil itu dengan cepat menuju ke mansion Alexander.
__ADS_1