
" Ini pesanan anda Tuan " Ucap Asisten Jo sambil menyodorkan plastik berisi mangga muda dan sambal rujak. Davin pun langsung meraih plastik itu.
" Kamu memetiknya sendiri Jo ?" Tanya Tuan Davin sambil membuka bungkusan plastik itu.
" Iya Tuan " Jawab Asisten Jo singkat. Tuan Davin langsung menatap Asisten Jo penuh arti.
" Jangan membohongiku Jo, bukankah kamu tidak bisa memanjat ? " Tanya Tuan Davin penuh penekanan.
" Bukankah anda hanya menyuruh saya memetiknya? Memetik bukan berarti saya harus memanjat kan Tuan ? "
" Kamu menyuruh orang lain ? Aku kan sudah bilang kamu sendiri yang harus memetiknya " Ujar Davin kesal. Asisten Jo menghela nafas panjang menghadapi manusia ngidam satu itu.
" Saya sendiri yang memetiknya Tuan, menggunakan galah milik tuan rumah. Kalau anda tidak percaya silahkan anda tanya sendiri kepada orangnya " Asisten Jo berusaha menetralkan suaranya agar tidak terdengar kesal di telinga Tuan Davin.
" Ayo kita kesana sekarang " Davin hendak bangun dari duduknya tapi dengan cepat Asisten Jo menahannya.
" Anda lupa Tuan, jam sepuluh ada pertemuan penting dengan klien. Jika kita kerumah itu sekarang, anda nanti tidak bisa menikmati mangga mudanya Tuan " Asisten Jo berusaha mencegah Davin.
" Bagaimana caraku memakannya Jo ? " Tanya Davin sambil memegang salah satu buah mangga muda itu. Asisten Jo langsung pergi ke dapur sambil membawa buah mangga itu. Di dapur dia meminta salah satu office girls untuk mengupas dan mencuci bersih. Setelah bersih, Asisten Jo membawa buah itu ke tempat Tuan Muda tak lupa dengan pisaunya.
" Ini Tuan Muda, anda tinggal memotongnya saja " Ucap Asisten Jo sambil meletakkan piring berisi mangga muda itu. Dengan segera Davin langsung mengiris mangga muda itu, mencocolnya dengan sambal rujak kemudian memakannya dengan lahap. Asisten Jo yang melihatnya hanya menelan air liurnya, dia tidak memakan tapi rasa asam mangga muda itu seperti terasa sampai mulutnya.
" Apa tidak asam Tuan ? " Tanya Asisten Jo sambil berkali-kali menelan air liurnya.
" Rasanya sangat enak Jo, kamu mau ? " Tawar Davin sambil menyodorkan satu iris mangga muda yang telah di olesi sambal rujak. Asisten Jo langsung menggeleng cepat.
" Tidak, terimakasih Tuan Muda " Tolak Asistem Jo sopan. Dengan antusias Davin langsung melahap mangga muda itu, bahkan tiga buah mangga muda itu sudah ludes tinggal bijinya saja yang tersisa. Asisten Jo menatap tak percaya.
" Anda ingin makan apa lagi Tuan ? " Tanya Asisten Jo, dia layaknya seorang suami siaga yang sedang melayani istri yang ngidam.
" Tidak Jo, ayo kita berangkat " Ucap Davin bersemangat. Dia berjalan keluar ruangan dengan diikuti Asisten Jo di belakangnya.
__ADS_1
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Aluna masih tertidur di kamarnya padahal jam hampir menunjukkan pukul dua belas siang. Entah mengapa dia merasa tubuhnya sangat malas sekali untuk di gerakkan.
Tok tok tok
Pintu kamarnya di ketuk dari luar, Aluna pun segera bangun dan membuka pintu itu.
" Kamu baru bangun sayang ? " Tanya Nyonya Anita melihat Aluna yang masih acak-acakan.
" Iya Mom, maaf ya mom. Aku rasanya enggan sekali bangun. Padahal aku jarang bangun sesiang ini " Jawab Aluna sambil mempersilahkan Nyonya Anita masuk ke kamarnya.
" Mungkin itu efek kehamilan kamu sayang " Kata Nyonya Anita lembut. Aluna pun merebahkan kembali tubuhnya di atas kasur.
" Makan dulu sayang, Davin sudah mewanti-wanti supaya kamu makan, minum vitamin dan minum susu hamil " Mendengar nama Davin disebut membuat Aluna merasakan rindu pada suaminya itu.
" Kamu kenapa sayang ? " Tanya Nyonya Anita saat melihat perubahan wajah Aluna. Aluna hanya menjawab dengan gelengan kepala.
" Gak papa sayang, semua manusia itu memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kamu anak yang mandiri, itu sebabnya kamu menjadi anak yang keras kepala. Tapi, selama Davin bahagia dan menerima kamu apa adanya, maka mommy akan menyetujui dan menerima kamu. Bagi orang tua kebahagiaan anak adalah yang terpenting " Aluna langsung memeluk mama mertuanya itu erat.
" Aluna sangat bersyukur mendapat keluarga yang begitu menyayangi Aluna " Ucap Aluna sambil menitikkan airmata. Nyonya Anita mengusap pelan punggung Aluna.
" Ayo makan, jangan sampai Davin tahu kamu belum makan jam segini "
" Aku mau mandi dulu mom " Nyonya Anita mengangguk kemudian keluar dari kamar. Sedangkan, Aluna langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah selesai makan, Aluna turun dengan wajah yang nampak segar. Dia melihat Shania yang sedang menggendong baby Queen ditemani Marvel disampingnya.
" Kamu baru bangun Lun ? " Tanya Marvel saat melihat Aluna mendekat ke arahnya.
" Iya kak, aku rasanya malas sekali. Jadi gak enak sama mommy " Kata Aluna kemudian duduk di samping Shania dan hendak mengambil alih gendongan baby Queen.
__ADS_1
" Kamu kan belum makan Lun " Kata Shania sambil menahan baby Queen.
" Nanti dulu kak, aku mau gendong baby Queen dulu "
" Kalau kamu sudah makan, kamu boleh gendong baby Queen sepuasnya tapi jangan sampai lelah " Kata Shania sambil mempertahankan baby Queen di gendongannya. Aluna pun mengerucutkan bibirnya.
" Kak.... "
" Kenapa kamu susah sekali sayang, apa kamu tidak sayang pada anak kita ? " Aluna terdiam saat mendengar suara Davin. Sepasang tangan melingkar di lehernya, memeluknya dari belakang.
" Kenapa kamu belum makan? Apa kamu tidak kasihan pada anak kita yang kelaparan ? " Davin mencium pipi Aluna membuat wajah Aluna merona merah. Aluna membalikkan badannya dan memeluk Davin erat.
" Aku merindukanmu suamiku " Ucap Aluna lirih. Namun, berhasil menghadirkan rasa bahagia di hati Davin, melihat Aluna yang begitu lembut.
" Aku juga merindukanmu sayang. Ayo makan, daddy yang suapin " Goda Davin membuat Aluna semakin tersipu malu.
Memang efek kehamilan bisa berdampak besar.
Davin menggandeng tangan Aluna menuju meja makan. Kemudian Aluna mengambil nasi juga lauknya sedangkan Davin menyuapi Aluna dengan tangannya. Banyak obrolan dan candaan ringan yang keluar dari mulut mereka berdua. Semua menatap bahagia kepada pasangan singa yang sedang akur itu.
" Sayang, kamu besok ikut aku ke kantor saja ya, aku tidak tenang meninggalkanmu dirumah " Ucap Davin membuat Aluna bersorak kegirangan. Dengan refleks dia langsung mengecup pipi Davin berkali-kali.
" Pelan-pelan sayang, kamu harus ingat ada janin yang harus kamu jaga " Davin menghentikan Aluna yang sangat bersemangat mengecup pipinya.
" Biar aku saja yang menciummu, kamu mau dikecup bagian mana ? Disini,disini, atau disini ? " Tanya Davin sambil bibirnya mengecup semua bagian wajah Aluna.
" Kamu menyebalkan ! " Aluna memukul dada bidang Davin karena kesal.
" Aku mencintaimu juga sayang " Davin mengecup bibir Aluna lembut. Aluna pun memejamkan matanya menikmati kecupan dari Davin. Lama kelamaan kecupan itu berubah menjadi ciuman yang menuntut, Davin pun memegang tengkuk Aluna agar ciuman itu semakin dalam. Tangan Davin hendak mulai bergerilya menyusuri tubuh Aluna.
" Saya masih disini Tuan Muda dan Nona Muda "
__ADS_1
Dan suara menyebalkan itu berhasil mengagalkan siang panas mereka berdua, hingga Davin menggeram kesal.