
Aluna tidur bergelung selimut membelakangi Davin, dirinya masih merasa sangat kesal dengan Davin. Baru genap sehari mereka sah menjadi suami istri tapi karena masalah sepele saja mereka sudah bertengkar. Aluna berkali-kali menggerutu mengumpati Davin sambil memukul bantal yang menjadi alas kepalanya sebagai pelampiasan rasa kesalnya.
" Ngapain ? " Tanya Davin setelah melihat pergerakan dari tubuh Aluna. Namun Aluna diam tak menjawab, bahkan gerakan tubuhnya ikut terhenti, dia pura-pura tidur.
" Aku tahu kamu mengumpatiku sayang " Meski bisikan Davin di telinga Aluna terhalang oleh selimut namun mampu membuat tubuh Aluna meremang. Apalagi saat tangan kekar Davin mengusap-usah tubuh Aluna yang terbalut selimut itu dengan gerakan berulang dari atas ke bawah. Aluna merasakan geli namun dia tidak rela jika Davin berhenti menyentuh tubuhnya. Davin kemudian menarik selimut itu dengan paksa dan menampilkan tubuh Aluna yang tidur membelakangi Davin.
" Apaan sih ?! Aku ngantuk jangan ganggu aku ?!" Aluna mengomel, Davin diam namun tangannya bergerilya. Aluna ingin sekali mendesah namun dia malu karena masih dalam mode ngambek -On. Davin menyapu leher belakang Aluna dengan lidahnya hingga membuat tubuh Aluna terasa memanas.
" Aku minta maaf kalau aku salah sayang " Kata Davin sambil membalik tubuh Aluna dan mengungkungnya. Dia mel*mat bibir Aluna penuh nafsu. Aluna awalnya diam tidak merespon namun beberapa detik kemudian dia menikmati ciuman itu. Dan pergulatan panas itupun terjadi lagi.
----------@@@@@@---------
" Aku berangkat dulu yaa. .baik-baik dirumah " Pamit Davin sambil mengecup puncak kepala Aluna, sedangkan Aluna menyalami tangan Davin dan mencium punggung tangan Davin. Melihat pemandangan itu Asisten Jo yang sudah berdiri di samping mobil itu tersenyum tipis. Ketika Davin hendak melangkah pergi Aluna menahan tangannya, Davin pun menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Aluna.
"Kenapa ? " Davin semakin memajukan tubuhnya kemudian memeluk Aluna erat.
" Aku pengen jalan-jalan ,bosen tau.. hampir satu bulan aku cuma dirumah nungguin kamu pulang, aku berasa jadi burung dalam sangkar " Aluna membalas pelukan Davin sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Davin.
__ADS_1
" Mau ikut ke kantor ? " Tanya Davin lembut. Aluna mengangguk pelan.
" Ya sudah ayo kalau mau ikut " Ucap Davin sambil melepaskan pelukannya dan menggandeng tangan Aluna masuk ke mobil.
Setelah semua sudah di dalam mobil, Asisten Jo melajukan mobil itu menuju Alexander Grup.
Begitu sampai di Perusahaan Alexander Grup, Aluna bersorak bahagia. Dia langsung keluar tanpa menunggu Asisten Jo membukakan pintu mobilnya. Kebetulan sudah masuk jam kantor jadi semua karyawan sudah masuk ke divisi masing-masing.
" Aku mau main ke Divisi aku yang dulu, jadi jangan cari aku yaa.." Pamit Aluna sambil melangkah pergi meninggalkan Davin yang sedang tersenyum melihat tingkah Aluna.
Ketika Aluna masuk ke Divisinya dulu, ketiga anak rempongnya itu terkejut dan langsung bersorak bahagia.
" Loe kemana aja ? Kenapa gak pernah ada kabar bagai hilang ditelan bumi ? " Tanya Mila penasaran. Mereka duduk berkumpul meninggalkan perkerjaan mereka.
" Gue habis merantau " Jawab Aluna asal sambil duduk di kursi kerjanya dulu. Dia mengusap meja kerjanya, entah mengapa dia merasakan rindu ingin bekerja lagi.
" Merantau kemana ?? disini sepi Lun, gak ada loe gak rame.. Andai loe mau kerja disini lagi pasti bakalan rame banget. Lagian kenapa pake ngundurin diri sih ? " Nia mengerucutkan bibirnya, memprotes tindakan Aluna.
__ADS_1
" Gue bakal kerja disini kok, gue emang ngundurin diri tapi gak diterima kan kalian tahu sendiri gue sudah di kontrak seumur hidup " Muka mereka berbinar mendengar perkataan Aluna.
" Loe yakin Lun ? " tanya mereka antusias. Aluna menganggukkan kepalanya sambil.tersenyum. Mereka pun langsung berpelukan erat karena sangat bahagia.
" Terus ngapain loe kesini ? " Tanya Mila penasaran.
" Gue.... gue mau ngecek tempat kerja gue ada yang nempatin enggak " Jawab Aluna gugup namun sebisa mungkin bersikap tenang agar tidak ada yang curiga.
"Ooo " Mereka bertiga membulatkan bibirnya dengan kompak. Aluna tersenyum melihat mereka, ternyata mereka masih menggemaskan jika sedang kompak. Mereka pun mulai berbagi bercerita hingga melupakan pekerjaan mereka.
maaf ya baru update, baru aja sempat
Selamat hari raya idul fitri
Minal Aidzin Wal Faidzin..
mohon maaf lahir batin yaa...
__ADS_1
salam sayang dari penulis recehan....