
Pesta perayaan akan diadakan jam delapan malam nanti. Davin bahkan sudah sibuk meninjau lokasi dan mengecek semua persiapannya. Sedangkan Aluna yang sudah sehat langsung berangkat ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya. Sebenarnya, Aluna sudah di larang ke kantor apalagi Davin tidak disana, namun Aluna tetap kekeuh, akhirnya dia tetap berangkat tapi diam-diam Tuan Doni menyuruh pengawal untuk mengikutinya.
Begitu sampai di kantor, banyak pasang mata yang menatap Aluna sinis, namun Aluna seolah tak peduli. Ketika sampai di ruangannya, dia melihat ketiga rekan kerjanya sedang bersiap mulai bekerja, tidak ada sapaan atau candaan seperti biasa membuat Aluna menjadi heran.
" Kalian sudah bersiap-siap untuk nanti malam ? " Tanya Aluna memecah keheningan di ruangan itu.
" Sudah Nona " Aluna menautkan kedua alisnya mendengar jawaban Mila.
" Nona ?? Kenapa kalian memanggilku seperti itu ? "
" Maaf Nona, selama ini kita sudah kurang ajar dengan anda " Mila bicara dengan gugup. Walaupun Aluna adalah teman baik mereka tapi semenjak mereka tahu Aluna adalah Nyonya Muda Alexander mereka menjadi canggung kepada Aluna.
" Maaf karena kami tidak tahu kalau anda adalah Nyonya Muda Alexander " Tambah Nia sambil menundukkan kepalanya. Aluna berdecih sebal. Inilah yang tidak dia suka saat orang tahu siapa dia.
" Darimana kalian tahu ? " Tanya Aluna menyelidik.
" Maaf Nona, waktu saya mengantar anda ke mansion Alexander, saya baru mengetahui kalau anda adalah Nyonya Muda Alexander " Jawab Mila sambil menunduk.
" Kami baru tahu karena selama ini anda menyembunyikannya " Tambah Citra penuh penekanan. Aluna mendesah pelan.
" Inilah yang gue benci kalau orang lain tahu siapa gue sebenarnya. Kalian bersikap biasalah seperti saat kalian belum mengetahui siapa gue. Karena gue benci kalian yang kaku gini "
" Tapi maaf Nona, kami takut dengan Tuan Davin, karena saya melihat sendiri bagaimana Tuan Davin sangat mencintai anda "
" Huuuhh Davin tidak akan melakukan apa-apa pada kalian walaupun kalian masih bersikap seperti biasanya. Karena Davin sudah tahu kalian bertiga teman baikku " Aluna berjalan mendekati mereka bertiga.
" Ayolah,, gue benci kalian yang kaku gini. Apa kalian tidak merindukanku ? " Goda Aluna sambil menaik turunkan alisnya.
" Tapi Nona..... " Mila tidak meneruskan kata-katanya karena Aluna sudah menutup rapat mulutnya, hingga Mila tidak bisa mengeluarkan suaranya.
__ADS_1
" Jangan panggil gue Nona, panggil saja seperti biasanya, gue benci panggilan itu "
" Tapi Lun .... "
" Sudah gak ada tapi-tapian ! apa semua karyawan disini sudah tahu siapa gue ? " Mereka bertiga menggeleng, karena mereka belum bicara kepada siapapun tentang siapa Aluna.
" Terus kenapa semua menatap aneh padaku ? " Tanya Aluna heran.
" Mungkin karena mereka sempat melihat rumor tentang kamu kalau kamu rela menjadi sugar baby demi uang " Aluna membuka mata dan mulutnya lebar mendengar jawaban Mila. Kini mereka tidak bicara loe-gue lagi kepada Aluna karena mereka menghormati Aluna. Aluna pun mengikuti cara bicara mereka daripada mereka jadi canggung kepadanya.
" Kapan ada berita seperti itu ?" Aluna bertanya lagi, karena saat dia melihat ponsel dia tidak melihat pemberitaan tentang dirinya satupun.
" Saat kamu di sekap di kamar mandi, namun pagi harinya berita itu sudah menghilang bahkan tanpa jejak satupun " Jelas Citra, karena setelah diberitahu siapa Aluna, dia kemudian mengikuti perkembangan berta tentang Aluna.
" Kalau mereka belum tahu siapa aku tapi kenapa hampir semua karyawan menatap aneh padaku ? "
" Mungkin karena ada salah satu dari mereka yang sudah membaca berita itu sebelum berita itu di hapus " Mila berusaha menyimpulkan. Aluna mendesah pelan.
" Kenapa kamu menyembunyikan semuanya dari kita ? " Mereka menatap Aluna dengan kecewa, Aluna kembali bergabung dengan mereka.
" Aku cuma tidak mau kalau orang lain jadi canggung kepadaku kalau mereka tahu siapa aku, seperti kalian tadi "
" Tapi bukan berarti kamu juga menyembunyikan semuanya dari kita kan Lun? " Mila bicara dengan nada yang begitu kecewa.
" Maaf yaa, sebenarnya kemaren aku banyak masalah jadi aku belum bisa cerita sama kalian " Aluna berusaha berdamai dengan rasa kecewa mereka.
" Ya udah kamu ceritain semuanya sekarang " Namun Aluna justru menggeleng, dia merasa itu adalah privasi yang tidak perlu di publikasikan. Mereka yang sudah paham Aluna pun hanya mengangguk berusaha mengerti.
" Kapan kamu nikah sama Tuan Davin ? " Pertanyaan dari Nia mendapat anggukan setuju dari Mila dan Citra.
__ADS_1
" Hampir empat bulan " Jawab Aluna santai.
" WHAT ??!!!!! " Teriak mereka bertiga terkejut. Aluna hanya tersenyum tipis melihat keterkejutan mereka.
" Kok bisa Lun ? Bukannya kamu benci banget ya sama Tuan Davin " Jiwa kepo mereka bertiga mulai bangun lagi. Aluna menghela nafas panjang. Jika sudah seperti ini, mereka bakal alih profesi jadi wartawan yang mengusut tuntas.
" Kalian tahu cinta dan benci itu beda tipis, dan aku yakin kata-kata itu karena aku sendiri juga menjalaninya. Mungkin sudah takdir aku berjodoh dengan apem tersembunyi " Kata Aluna sambil tertawa lebar namun terlihat menyebalkan di mata mereka.
" Lun..... " Mila hendak bertanya lagi namun Aluna langsung mencegahnya.
" Hussttt sudah gak usah banyak tanya, yang penting kalian jaga rahasiaku itu, kalau sampai kalian macem-macem maka aku laporin ke Davin biar kalian dipecat " Ancam Aluna sambil bercanda, namun mereka bertiga justru menanggapi dengan serius. Aluna kembali tertawa melihat wajah takut mereka bertiga.
" Eekheeemmm " Suara deheman membuat Aluna menghentikan tawanya. Mereka berempat melihat Grace masuk dengan muka angkuhnya, membuat Aluna berdecak sebal.
" Rahasia apa yang mau kamu tutupi ? Rahasia kalau kamu seorang sugar baby? " Grace mendekat ke tempat Aluna, dia hanya mendengar kalimat terakhir yang Aluna ucapkan. Sedangkan Aluna hanya diam tidak peduli.
" Kamu kerja disini sekalian jadi sugar dady nya Tuan Davin kan, pantas saja kamu begitu sombong disini, berani sama siapapun ternyata kamu sudah kasih ************ kamu sama Tuan Davin "
PLAAKKK
Sebuah tamparan berhasil mendarat di pipi Grace, membuat Grace menjadi marah. Namun Aluna tetap bersikap santai.
" Kurang ajar sekali kamu berani menamparku ! Kamu lihat saja, besok Davin akan bertekuk lutut padaku karena aku lebih hebat dari kamu ! " Mendengar bentakan Grace , Aluna tersenyum sinis.
" Tapi sayang sekali aku gak takut apalagi dengan cara murahanmu itu ! " Ucap Aluna sambil berjalan kembali ke meja kerjanya. Grace mengepalkan tangannya, dia berjalan mendekati Aluna dan hendak menjambak Aluna tapi suara Asisten Jo berhasil membuat Grace mengurungkan niatnya dan memasang wajah manis.
" Nona Grace, mari ikuti saya karena Tuan Davin memanggil anda " Ucap Asisten Jo sopan sambil memberi isyarat pada Aluna. Wajah Grace langsung sumringah mendengar ucapan Asisten Jo, dengan langkah angkuh dia mengikuti Asisten Jo dari belakang.
" Lihatlah sebentar lagi kamu akan ditendang oleh Davin karena aku lebih bisa memuaskannya " Bisik Grace namun Aluna hanya menyeringai tipis.
__ADS_1
" Dan aku menunggu saat itu tiba " Tantang Aluna membuat Grace mengepalkan tangannya karena melihat Aluna yang tidak takut sama sekali kepada dirinya.