Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
49


__ADS_3

" Ya sudah kalau gak mau tanggal 25 maka kita akan menikah besok " Kata Davin tegas. Sedangkan para orang tua justru hanya menjadi pendengar saja.


" Jangan gila ! " Umpat Aluna karena kesal dia sampai lupa sopan santunnya.


" ALUNA... jaga bicara kamu nak " tegur Tuan Bagas. Aluna pun langsung terdiam malu.


" Habis dia seenaknya sendiri pa.. "


" Aku cuma mau pernikahan di percepat , Aku gak mau kamu nanti berpaling ke laki-laki lain " Kata Davin sambil menatap Aluna dalam. Semua yang mendengar hanya tersenyum tipis.


" tapi gak secepat ini juga kali ?! Aku juga butuh persiapan " Aluna mengerucutkan bibirnya kesal.


" Kamu mau pesta yang semegah apa ? Kamu tenang saja aku punya banyak anak buah yang bisa di andalkan. Walau cuma waktu dua minggu aku bisa membuat pesta pernikahan megah untuk kita ! " Kata Davin yakin. Aluna justru mendesah malas mendengar ucapan Davin.


" Aku cuma mau kita ijab kabul saja dan gak perlu ada pesta pernikahan ! " Ucap Aluna tegas.

__ADS_1


" APA ??!! " Semua membuka mata dan mulutnya lebar karena terkejut.


" Apa kamu yakin ?? Kamu cewek bukan sih ?!! Biasanya kalau cewek malah suka kalau di kasih pesta megah untuk pernikahannya. " Davin menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan calon istrinya itu.


" Dengan atau tanpa pesta pernikahan jika kita sudah melakukan ijab kabul sama saja kita sudah sah. Buang-buang uang saja ! mending ditabung buat masa depan "


"Kamu yakin nak ? " Tanya Mama Resti memastikan.


" Aku bukan orang miskin Aluna !" Nada Davin sedikit membentak. Dia selalu butuh kesabaran ekstra setiap berbicara dengan Aluna.


" Aku tahu Tuan Davino Alexander yang terhormat ! "


" Iya Tuan Besar... " Kata Aluna sopan.


" Aku mau ada pesta tapi gak untuk waktu dekat ini. Aku hanya mau ijab kabul dulu, masalah pesta nanti bisa di adakan kalau hatiku sudah benar-benar siap " Semua mengangguk mendengar ucapan Aluna. mereka berusaha memahami karena memang jalan pikiran Aluna itu sederhana.

__ADS_1


" Vin.. kamu hargai keputusan calon istri kamu itu nanti kalau sudah waktunya kita akan mengadakan pesta yang megah "


" Dan aku ingin hanya keluarga kita yang tahu tentang pernikahan kita. Aku ingin pernikahan ini dirahasiakan dari publik " Kata Aluna mantap. Lagi-lagi semua terkejut dengan keputusan Aluna.


" Oh Astagaa !!! Kenapa harus di sembunyikan ? Aku justru ingin semua tahu kalau kita sudah menikah "


" Gak ! Aku gak mau orang lain men-cap aku sebagai cewek matre yang cuma mau nikahi kamu karena kamu kaya, kamu tahu sendirikan kalau tidak semua tau kalau aku ini anak angkat Papa Bagas "


" Justru dengan pernikahan kita, semua orang biar tahu kalau kamu anak Papa Bagas dan bukan cewek matre "


" Aku gak mau ! Aku gak mau kenyamanan hidup aku terganggu karena status aku sebagai orang kaya. Aku nyaman jadi cewek sederhana saja "


" Tapi..... "


" Sudah.. sudah...Oke kita turuti kemauan Aluna. Kalian hanya akan melakukan ijab kabul yang hanya dihadiri keluarga saja. Masalah pesta nanti akan kita lakukan setelah Aluna benar-benar siap " Tuan Doni mencegah Davin yang hendak mendebat lagi.

__ADS_1


" Yah ! " Panggil Davin memelas. Namun Tuan Doni menggeleng. Davin pun kecewa sedangkan Aluna tersenyum lebar. Dia kemudian pamit ke toilet.


" Maafkan anak saya Tuan.. Dia memang begitu keras kepala. Saya saja harus bersabar dan mendekati dia pelan-pelan agar dia mau menerima menjadi anak saya. Lebih baik kita turuti saja kemauan dia daripada dia nanti membatalkan pernikahan kalian " Nasihat Tuan Bagas karena dia yang lebih memahami bagaimana Aluna. Semua pun setuju termasuk Davin walaupun dia harus berat hati menerimanya.


__ADS_2