Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
27


__ADS_3

Pagi hari, Tuan Davin turun ke lantai bawah dengan senyum-senyum sendiri. Entah mengapa, setelah mendapat amunisi semalam dia sekarang merasa begitu bersemangat. Berbeda dengan Aluna yang datang dari kamarnya dengan muka cemberut. Saat dia berpapasan dengan Tuan Davin, dia mendelik dan mengacungkan kepalan tangannya. Tuan Davin yang melihat hanya tersenyum mengejek ke arah Aluna.


"Wah, menang lotre kamu Vin? Sumringah sekali," tanya Nyonya Anita saat Davin sudah duduk di ruang makan.


"Lebih dari lotre Mom," jawab Davin sambil mengangkat-ngangkat alisnya menggoda Aluna. Aluna hanya mencebik kesal.


"Tuan, Nyonya. Saya pamit berangkat dulu," pamit Aluna sopan.


"Lho kamu tidak sarapan dulu Lun?" tanya Tuan Doni.


"Nanti sarapan di kantor saja Tuan, karena pagi ini saya ada keperluan terlebih dahulu,"


"Kamu tidak berangkat bersama Davin?"


"Tidak Nyonya, saya sudah memesan ojek online." Mereka semua pun hanya mendesah pelan. Kemudian membiarkan Aluna berangkat sendiri. Sesaat setelah Aluna berangkat Davin juga berpamitan berangkat kerja. Ketika sampai di teras rumah dia melihat Aluna berdiri di pintu gerbang sedang menunggu ojol pesanannya.


"Selamat pagi Tuan," sapa Asisten Jo. Sebelum Asisten Jo membuka pintu untuk Tuan Davin justru Tuan Mudanya itu sudah membuka pintu sendiri lalu duduk santai di kursi penumpang. Asisten Jo hanya melongo melihat tingkah Tuannya itu. Dia pun bergegas masuk dan duduk di belakang setir kemudi.

__ADS_1


"Ayo Jo, kita berangkat sekarang," titah si Tuan Muda.


"Tapi ini masih pagi Tuan. Kenapa anda terburu-buru?" tanya Asisten Jo heran.


"Jangan banyak tanya atau akan kusumpal mulutmu dengan kaos kaki ku ini," Tuan Davin terlihat kesal. Dia melirik ke gerbang tetapi Aluna sudah tidak terlihat lagi. Tanpa banyak bicara Asisten Jo mengemudikan mobilnya menuju ke kantor.


----------@@@@@--------


Sesampainya di kantor Tuan Davin langsung bergegas masuk ke ruangannya. Banyak pasang mata yang menatap heran ke arah Tuan Davin karena tumben sekali bos mereka berangkat pagi-pagi sekali. Asisten Jo pun hanya diam mengekor setia di belakang Tuannya. Begitu sudah duduk di kursi kebesarannya Tuan Davin langsung menatap layar komputernya untuk mengecek tampilan CCTV. Asisten Jo menggelengkan kepalanya, tidak habis pikir dengan kelakuan Tuan Mudanya itu. Selama mengamati CCTV di lantai lima itu, Tuan Davin berulang kali terdengar mendesah kecewa.


"Kemana dia? Kenapa belum sampai juga padahal dia berangkat lebih dulu," gumam Tuan Davin.


" lMaksud kamu apa, Jo?" tanya Tuan Davin bingung.


"Berhentilah menyangkal perasaan anda sendiri Tuan. Saya memang tidak tahu pasti perasaan anda tapi menurut penglihatan saya, Anda sudah jatuh cinta dengan Nona Aluna tetapi anda belum menyadarinya Tuan," jawab Asisten Jo panjang lebar.


"Hentikan omong kosongmu itu Jo! Aku sudah lelah dengan kata-katamu itu. Aku tidak mungkin jatuh cinta dengan dia Jo,"

__ADS_1


"Saya tidak bicara omong kosong Tuan. Saya hanya menyadarkan anda tentang perasaan anda saja Tuan,"


"Pergilah Jo. Bikin kan aku kopi, kepalaku pusing mendengar ocehanmu itu," titah Tuan Davin sambil memijit-mijit kepalanya.


Asisten Jo kemudian bergegas ke pantry kantor untuk membuatkan kopi untuk Tuan Mudanya. Ketika sampai di sana dia terkejut melihat Aluna sedang sarapan. Asisten Jo berjalan mendekati Aluna.


"Nona," panggil Asisten Jo pelan. Aluna yang sedang makan pun terjengkit kaget lalu menoleh ke belakang.


"Kenapa anda tidak sarapan di mansion?" tanya Asisten Jo.


"Tidak Tuan, saya sedang ingin sarapan di kantor."


"Apa karena di mansion ada Tuan Muda?"


"Emm tidak juga sih, itu kan mansion milik dia, jadi sudah pasti ada dia di mansion. justru saya yang malu karena saya hanya menumpang disana,"


"Menikahlah dengan Tuan Davin Nona. Maka, Nona tidak menumpang disana tapi Nona akan menjadi Nyonya Muda di Mansion Alexander "

__ADS_1


"Uuhuukk uuhuukkk," Aluna tersedak mendengar perkataan Asisten Jo. Bahkan, makanan yang sedang di telan seperti berhenti di tenggorokannya.


jangan lupa like ,vote dan coment ya gaess....


__ADS_2