Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
78


__ADS_3

Sesampainya di Alexander Grup Aluna langsung masuk ke tempat kerjanya yang dulu. Begitu sampai di pintu, Mila, Nia dan Citra berteriak heboh. Mereka langsung berlari dan memeluk Aluna erat.


" Gue kangen banget sama loe Lun " Kata Mila berkaca-kaca.


" Gue juga kangen banget sama kalian " Sahut Aluna. Matanya pun mulai basah, mereka berempat berpelukan seperti teletubies.


" Kemana aja loe Lun ? Waktu itu katanya loe mau masuk kerja lagi " Nia melepaskan pelukannya dan mengusap sudut matanya.


" Iya, kita udah mau bikin pesta penyambutan malah loe ngilang lagi, dua bulan loe ngilang kemana aja Lun ? "


" Gue jadi TKW " Aluna menyengir, sedangkan mereka bertiga langsung berdecak sebal.


" Loe itu masih aja nyebelin ! " Mila berpura-pura ngambek sedangkan Aluna langsung tertawa lebar.


" Sekarang Loe kesini mau ngapain ? Jangan bilang loe mau kerja disini lagi tapi besok langsung ngilang lagi " Sindir Citra sambil mengerucutkan bibirnya.


" Bibir di maju-majuin gini berasa jadi donal bebek kan " Ucap Aluna sambil menarik bibir Citra.


" Astaga Alunaaaa ....sakiit " Citra menghentakkan kakinya karena kesal. Aluna pun kembali tertawa, namun tawa Aluna langsung menghilang saat dia melihat ada orang yang menatapnya dengan sinis. Aluna langsung menyenggol lengan Mila dan menunjuk-nunjuk seorang wanita yang sedari tadi menatapnya dengan dagunya. Mila pun menoleh, saat matanya bertemu dengan mata tajam wanita itu, Mila langsung bergidik ngeri.


" Dia mak lampir pengganti Pak Andre si mata sipit " Bisik Mila di telinga Aluna. Dua detik kemudian mereka bertiga berlari kembali ke meja kerjanya.


" Siapa kamu ? Berani sekali kamu masuk ke ruangan ini padahal kamu bukan karyawan sini " Grace melangkahkan kakinya, mengintimidasi Aluna, namun Aluna tetap bersikap tenang.


" Saya karyawan disini, kemaren saya cuma cuti " Jawab Aluna berani. Grace langsung menggeram kesal karena semenjak dia bekerja disini baru kali ini ada karyawan yang berani padanya.


" Siapa nama kamu ? " Tanya Grace dengan nada membentak. Aluna menghembuskan nafasnya kasar.

__ADS_1


" Aluna Salsabila " Mendengar Aluna menyebut namanya, Grace semakin terlihat kesal.


Jadi ini yang namanya Aluna, yang katanya sangat berani, bahkan sama Pak Davin pemimpin Alexander Grup saja dia berani. Tapi kata Andre dia sudah resign hampir empat bulan lalu, kenapa dia berangkat lagi ?! Aku harus beri dia pelajaran. Kata Grace dalam hati tapi matanya mendelik ke arah Aluna, sedangkan Aluna sama sekali tidak takut. Dia justru tersenyum smirk.


" Posisi aku disini lebih tinggi dari kamu, tapi kamu sudah berani melawanku padahal ini hari pertama kamu masuk. Aku bisa saja mengadukan kamu pada Tuan Davin, dan lihat saja ! Kamu takkan bisa menginjakkan kaki kamu di kantor ini lagi ! " Ancam Grace dengan jari yang menunjuk ke muka Aluna sedangkan Aluna masih bersikap santai.


" Saya tidak takut pada anda walaupun posisi anda lebih tinggi dari saya. Karena saya akan menghormati orang yang bisa menghormati saya. Silahkan adukan pada Tuan Davin karena saya tidak takut ! " Aluna melangkahkan kakinya menuju meja kerjanya kemudian duduk disana. Grace mengepalkan tangannya dan rahangnya mengeras saat melihat Aluna berani melawannya. Grace berjalan ke meja Aluna ketika dia sampai di depan meja Aluna, dia langsung menggebrak meja itu dengan keras. Hingga Aluna terjengkit kaget.


" Berani kamu sama aku ! Kita lihat saja siapa yang bakal tetap bertahan disini " Grace kemudian melangkah pergi dengan muka merah padam. Sedangkan Aluna hanya mengangkat kedua bahu dan alisnya bersamaan. Begitu Grace sudah tidak kelihatan, mereka bertiga mendekati Aluna lagi.


" Loe tau gak Lun ? Dia baru dua bulan disini tapi udah sok berkuasa. Sombongnya minta ampun " Mila mencibir Grace, sedangkan Nia dan Citra mengiyakan.


" Dia bilang semua harus hormat sama dia, karena dia saudara sepupu Andre " Nia menambahi. Sedangkan Aluna hanya diam mendengarkan.


" Nona Aluna .... " Sebuah panggilan berhasil membuat mereka yang sedang asyik ghibahin Grace terkejut. Mereka kembali berjalan cepat menuju meja kerja masing-masing.


" Tuan Davin memanggil anda " Kata Asisten Jo sopan. Mereka bertiga terkejut melihat Asisten Jo yang begitu sopan pada Aluna.


" Buat apa ? " Aluna masih setia duduk di kursinya.


" Saya tidak tahu Nona, Beliau hanya menyuruh saya memanggil anda, jika anda tidak mau maka rahasia anda akan terbongkar " Aluna mencebik kesal mendengar perintah bernada ancaman itu. Aluna lalu berdiri dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangannya sedangkan Asisten Jo mengekor di belakangnya. Mereka bertiga penasaran juga terheran-heran bagaimana bisa Asisten Jo begitu sopan pada Aluna.


Aluna yang sudah berdiri di depan ruangan Davin langsung mengetuk pintu itu. Sedangkan Asisten Jo maju ke depan Aluna dan membukakan pintu itu sambil tersenyum mengejek. Aluna menjadi sangat kesal.


" Anda tidak perlu mengetuk pintu untuk masuk ke ruangan Tuan Davin Nona " Kata Asisten Jo sambil mempersilahkan Aluna masuk. Begitu Aluna sampai di dalam, dia melihat Davin yang sedang duduk serius dengan beberapa tumpukan berkas di mejanya.


Kalau lagi serius gini, dia tampan juga.

__ADS_1


" Jangan terlalu lama memandangku sayang, nanti kamu akan semakin jatuh cinta padaku " Ucap Davin sambil meletakkan berkas itu dan tersenyum ke arah Aluna.


"Cih ! Anda percaya diri sekali Tuan " Aluna bicara mencibir Davin yang begitu narsis.


" Ada perlu apa anda memanggil saya ? " Tanya Aluna tanpa basa-basi.


" Disini tidak ada orang, kenapa kamu memanggilku dengan formal begitu ? " Protes Davin kesal. Aluna lalu menatap Asisten Jo yang sedang berdiri di belakang Davin.


" Saya masih disini Tuan " Sanggah Asisten Jo. Davin berbalik dan menatap Asisten Jo dengan tajam.


"Jika Aluna di dalam, maka kamu keluarlah Jo ! Aku ingin menikmati waktu berdua dengan istriku " Davin benar-benar kesal dengan asisten kurang ajarnya itu.


" Lantas saya harus kemana Tuan ?Sedangkan ini masih jam kantor "


" Terserah kamu mau kemanapun Jo tapi jangan diruangan ini. Bukankah kamu tahu ketika ada orang berdua yang ketiganya adalah setan ! "


" Baiklah Tuan, saya akan pergi dari sini. Barangkali saya bisa menemukan tambatan hati saya " Canda Asisten Jo sambil melangkahkan kakinya keluar ruangan Davin. Ketika Asisten Jo sudah benar-benar keluar, Davin langsung menyuruh Aluna mendekat padanya.


" Bagaimana hari pertama kamu kerja sayang ? " Tanya Davin lembut dengan senyum yang menghiasi bibirnya.


" Jangan lupa, jam kantor belum ada setengah jam dimulai tapi kamu sudah memanggilku kesini. Bahkan, aku belum menyentuh pekerjaanku sama sekali "


" Tidak perlu repot-repot sayang, kamu istri pemilik perusahaan ini " Davin bicara dengan angkuh membuat Aluna berdecak sebal.


" Aku sudah bilang, disini aku dan kamu hanya sebatas bos dan bawahan jadi jangan bersikap berlebihan " Protes Aluna tapi dia mendudukan tubuhnya di kursi yang ada didepan Davin, melihat Aluna yang sudah duduk, Davin langsung bangun menghampiri Aluna dan mencium pipi Aluna. Wajah Aluna langsung merona merah.


" Aku merindukanmu " Bisik Davin lirih di telinga Aluna, hingga menciptakan gelayar aneh di tubuh Aluna.

__ADS_1


__ADS_2