
"Dimas..." panggil Mila lirih. Dia berdiri dari duduknya di ikuti Asisten Jo.
"Ternyata ini yang membuat kamu memutuskan hubungan kita, karena kamu sudah memiliki lelaki yang lebih kaya dariku," tukas Dimas.
"Jangan pura-pura lupa siapa yang membuat hubungan kita berakhir Dim. Hubungan kita bukan hubungan yang terjalin kemarin sore, harusnya kamu tahu dan paham bagaimana aku," ucap Mila tegas. Dimas melangkah maju mendekati Mila.
"Apa yang sudah anda dapatkan dari kekasih saya Tuan?" tanya Dimas dengan nada mengejek. Asisten Jo terdiam, wajahnya terlihat tetap tenang.
"Jaga ucapan kamu Dim!" Bentak Mila kesal. Dimas tersenyum sinis.
"Mil, aku sayang sama kamu. Aku tidak rela kalau kamu menjadi milik orang lain !" Dimas semakin mendekati Mila, kini mereka hanya berjarak tidak lebih dari lima langkah. Jantung Mila berdebar tak karuan.
"Dim, aku tidak mungkin kembali padamu walau kita sudah pernah menjalin hubungan yang lama. Bukankah kamu tahu, aku paling benci dengan yang namanya pengkhianatan !" tegas Mila sembari memalingkan wajahnya. Dia tidak sanggup jika harus berhadapan dengan Dimas.
"Bukankah dulu kamu selalu bisa memaafkanku?" ada nada memelas dari pertanyaan Dimas.
"Itu dulu Dim, sekarang semuanya sudah berbeda," Lirih Mila. Dia mencoba mengontrol perasaanya yang campur aduk.
"Berbeda karena kamu sudah memiliki lelaki ber jas yang lebih kaya dariku, aku tidak menyangka jika sekarang kamu semurahan ini Mil," Mila menatap tajam ke arah Dimas. Hatinya berdenyut sakit mendengar ucapan Dimas.
"Apa kamu sudah tidur dengan pria ini?!" tuduh Dimas lagi. Asisten Jo mengepalkan tangannya bahkan rahangnya ikut mengeras.
Plak ! Mila menampar keras wajah Dimas hingga sudut bibir Dimas mengeluarkan darah. Wajah Dimas langsung merah padam karena amarah.
"Berani sekali kamu menamparku!" Bentak Dimas keras. Tangannya mencekik leher Mila hingga Mila kesulitan bernafas. Asisten Jo yang melihat Mila tercekik langsung menarik tubuh Dimas dan memukulnya kencang.
"B*****N !!!" Umpat Asisten Jo marah. Dia memukul Dimas tanpa ampun, Dimas pun tak mau kalah, dia balik memukul Asisten Jo namun Asisten Jo mampu menepisnya. Akhirnya, mereka berdua saling adu pukul, baik wajah Dimas ataupun Asisten Jo sama-sama terluka tapi luka di wajah Dimas terlihat lebih parah.
__ADS_1
"Apa urusannya denganmu? Kenapa kamu begitu membela Mila? Apa kamu pernah tidur dengannya? Cih ! Kamu bersedia menerima bekasku," ucap Dimas sambil tertawa mengejek. Emosi Asisten Jo kembali naik ke ubun-ubun. Dia melangkah maju hendak menghajar Dimas lagi yang masih terduduk lemas.
"Jaga mulut busukmu itu!" Murka Asisten Jo, dia mengangkat kepalan tangannya untuk memukul wajah Dimas.
"Tuan, berhentilah," Teriak anak buah Asisten Jo yang baru saja datang. Asisten Jo menghentikan gerakan tangannya.
"Anda bisa membunuhnya Tuan," cegah mereka.
Asisten Jo melihat Dimas yang sudah terduduk tak berdaya dengan wajah babak belur, tapi Asisten Jo bisa melihat seringai tipis di sudut bibir Dimas. Tanpa banyak bicara, Asisten Jo langsung menarik tangan Mila yang masih ketakutan.
"Kalian berdua urus dia! Berani sekali dia melukai wajah tampanku!" titah Asisten Jo kemudian dia mengajak Mila pergi dari sana.
🍀🍀🍀🍀🍀
"Kamu bisa pelan gak sih?!" teriak Asisten Jo kesakitan saat Mila sedang mengompres luka di wajahnya.
"Kamu genit ya, putus cinta gak ada sedih-sedihnya tapi langsung ngrayu cowok lain," Sindir Asisten Jo, Mila yang kesal langsung menekan keras luka Asisten Jo hingga dia berteriak kesakitan.
"Obati sendiri luka anda Tuan!" kesal Mila, dia berdiri dari duduknya, namun saat dia hendak beranjak pergi, Asisten Jo langsung menahannya.
"Mau kemana?" tanya Asisten Jo sambil menatap Mila lekat.
"Sebenarnya saya mau pergi Tuan, tapi karena anda menahan saya maka saya akan tetap disini," ucap Mila sembari mendudukkan bokongnya kembali di kursi semula.
"Kamu mau gak tinggal bersamaku di apartemen? Aku hanya khawatir pada Rayhan," ajak Asisten Jo lembut, Mila diam tidak menjawab. Dia bingung harus bagaimana, Asisten Jo memegang kedua bahu Mila kemudian menghadapkan wajah Mila padanya. Mila menatap ke dalam netra Asisten Jo.
"Tuan, saya tidak bisa tinggal satu apartemen dengan anda. Kita belum terikat ikatan pernikahan, saya takut khilaf kalau selalu dekat dengan anda Tuan," ucap Mila lirih.
__ADS_1
"Kamu kalau bicara bisa serius dikit gak sih?!" Asisten Jo merasa begitu gemas.
"Saya serius Tuan, saya suka gak sadar kalau dekat pria-pria tampan apalagi berotot seperti anda, membuat otak saya kadang traveling sampai ke Nirwana Tuan," Asisten Jo mengusap wajahnya kasar.
"Astaga" gumam Asisten Jo. Kesabaranku di uji saat berhadapan dengan Tuan Davin dan Nona Aluna, singa jantan dan betina itu kini sudah jinak tapi sekarang aku harus menghadapi satu spesies baru. Menyebalkan ! Gerutu Asisten Jo dalam hati, dia berkali-kali menghela nafas panjang.
"Saya mau tinggal dengan anda, asal anda mau menikahi saya Tuan," gurau Mila sambil cengengesan.
"Apa kamu tidak punya harga diri? Apa kamu selalu seperti ini setiap dekat dengan laki-laki?" Sarkas Asisten Jo. Mila hanya tersenyum tipis
"Saya seperti ini hanya di dekat orang tertentu saja Tuan," Mila menaik-turunkan alisnya, seperti sedang menggoda Asisten Jo.
"Cih !" Asisten Jo berdecih kemudian meninggalkan Mila sendirian.
"Huh!" Mila menghembuskan nafas kasar, dia memejamkan matanya, merasakan rasa sakit yang menjalar di hatinya.
Aku hanya ingin terlihat baik-baik saja di depan orang lain. Aku hanya tidak ingin orang lain kasihan padaku meskipun orang lain menilai aku begitu buruk.
Mila berkali-kali menghirup nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan cepat. Setitik airmata mulai terlihat menetes di sudut matanya meski matanya masih terpejam. Mila segera menghapus airmata itu, dia tidak ingin ada yang tahu kalau ternyata dia begitu rapuh.
Asisten Jo yang berdiri dari balik pintu hanya menatap Mila, dia tahu Mila hanya ingin menutupi luka hatinya saja.
"Semoga kamu lekas menemukan lelaki yang baik, yang bisa menerima kamu dan Rayhan," gumam Asisten Jo, namun hatinya terasa mencelos saat membayangkan jika Mila bahagia bersama lelaki lain.
**Lanjut tidak pemirsah???
Ayo kasih author recehan ini dukungan dong, biar semangat nulis walaupun harus sambil rebahan terlentang,tengkurap,miring, ataupun nungging. Uppss 🙊🙊**
__ADS_1