Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
EP 38


__ADS_3

Asisten Jo baru saja memasuki rumahnya sehabis pulang kerja. Dia melihat Mila dan Nathan sedang duduk di depan televisi bersama baby Cacha yang tertidur di bouncer anak.


"Ayah," panggil Nathan, dia berlari ke arah Asisten Jo yang sudah merentangkan kedua tangannya, dua pria beda generasi itu saling berpelukan erat. Mila pun ikut berlari ke arah suaminya itu seraya merentangkan tangannya.


"Sayang, aku kangen," kata Mila manja hendak memeluk Asisten Jo namun Asisten Jo justru berdiri dan menghindar, hingga Mila hanya memeluk tubuhnya sendiri.


"Mas, kamu jahat sekali," rengek Mila sambil menghentakkan kakinya seperti anak kecil, Asisten Jo menatap sinis ke arah Mila.


"Nathan, ada informasi apa hari ini?" tanya Asisten Jo, dia berjalan sambil menggendong Nathan menuju sofa di ruang televisi itu. Mila ikut mengekor di belakang suaminya itu.


"Tadi Ayah Kevin kesini sama Kak Rayfan," jawab Nathan jujur.


"Oh," Asisten Jo membulatkan bibirnya. Mila yang tadi berdiri di belakang suaminya kini beralih duduk di samping suaminya itu. "Terus Kak Rayhan sekarang dimana?" tanya Asisten Jo lagi.


"Lagi di rumah Ayah Kevin, mau bobok di sana," jawab Nathan, dia menoleh ke arah Mila yang sedang menatapnya dengan tatapan mengancam.


"Apa ayahnya Rayhan di sini lama? Apa Bunda genit dengan Ayah Kevin?" tanya Asisten Jo lagi. Satu lengan Asisten Jo merangkul pundak Mila tetapi dengan gerakan cepat, telapak tangannya menutupi mata dan hidung Mila yang sedang menatap tajam ke arah Nathan. Sedangkan, Nathan diam tidak berani menjawab meskipun mata Mila sudah di tutup.


"Mas, aku gak bisa nafas," kata Mila berusaha melepaskan tangan suaminya, tetapi Asisten Jo tidak melepaskan telapak tangannya itu.


"Kamu masih bisa bernafas dengan mulutmu," sahut Asisten Jo santai, Mila refleks membuka mulutnya untuk bernafas. Asisten Jo berusaha menahan tawanya melihat istrinya.


"Nathan, Ayah sudah tutup mata Bunda jadi jangan takut Bunda akan melototi Nathan. Sekarang katakan, apa yang Bunda lakukan saat Ayah Kevin disini?" tanya Asisten Jo menyelidik. Tadi, sehabis melakukan panggilan dengan Mila, dia dan Tuan Davin harus menghadiri rapat, jadi Asisten Jo tidak bisa mengawasi Mila.


"Ayah, kata Bunda kalau aku bilang sama Ayah, Bunda gak akan kasih aku uang jajan," adu Nathan lirih, dia memainkan dasi yang masih menempel di kemeja ayahnya.


"Memang berapa uang jajan yang Bunda kasih?" tanya Asisten Jo penasaran.

__ADS_1


"Dua ribu," Asisten Jo melongo mendengar jawaban Nathan, dia menatap Mila yang masih terdiam dengan mulut terbuka.


"Kamu kasih uang jajan buat Nathan sedikit sekali?!" tanya Asisten Jo kesal tetapi Mila hanya diam tidak menjawab.


"Mil," panggil Asisten Jo tapi Mila tetap bergeming dan diam tidak menjawab, membuat Asisten Jo menjadi sangat khawatir, dia segera melepas telapak tangannya dari wajah Mila. Begitu tangan itu terlepas, tubuh Mila langsung ambruk bersandar di sofa.


"Mila," panggil Asisten Jo khawatir, dia menepuk pelan pipi Mila karena Mila tidak sedikit pun membuka matanya. "Jangan bercanda Mil," Asisten Jo terlihat begitu cemas. Dia menurunkan Nathan dari pangkuannya, lalu menangkup wajah Mila dengan kedua tangannya. Asisten Jo mengamati wajah Mila, dia melihat mata Mila yang terlihat bergerak-gerak meski dalam keadaan terpejam.


"Nathan, tutup matamu. Bunda butuh nafas buatan," perintah Asisten Jo, Nathan hanya menurut, dia menutup matanya dengan kedua tangan kecilnya. Wajah Asisten Jo semakin mendekati wajah Mila, bahkan dia bisa melihat Mila yang perlahan memajukan bibirnya.


"Auh ah!" teriak Mila saat dia merasakan satu sentilan keras mendarat di keningnya. Mata Mila terbuka dan dia melihat wajah suaminya yang sedang menatapnya dengan kesal.


"Mas," panggil Mila cengengesan sambil mengusap keningnya yang terasa panas.


"Dasar tukang drama," cibir Asisten Jo sebal.


"Habis kamu gak mau buka tangan kamu, Mas. Aku kan capek bernafas pake mulut, tenggorokan aku sampai kering Mas," keluh Mila. "Aku butuh pasokan oksigen yang banyak mas," Mila mendekati wajah suaminya tapi Asisten Jo langsung menjauh.


"Kamu tidak lihat ada Nathan?" Asisten Jo bertanya balik sambil menatap Nathan, Mila pun ikut mengarahkan pandangannya ke arah Nathan.


"Dia kan sudah tutup mata Mas. Cup!" Mila mencium pipi Asisten Jo dengan cepat.


"Kamu tidak lihat Bunda tadi mencium Ayah kan, Nat?" tanya Mila.


"Tidak bunda," jawab Nathan masih dengan menutup wajahnya.


"Tuh Mas. Nathan saja bilang tidak lihat kok," kata Mila, dia mendekatkan wajahnya berusaha menggoda suaminya.

__ADS_1


"Nathan tidak melihat tapi dia masih bisa mendengar!" ketus Asisten Jo. Mila menunggingkan senyumnya, dia mengusap paha Asisten Jo dengan lembut, membuat Asisten Jo duduk dengan gelisah.


"Aku ke kamar dulu," kata Asisten Jo, dia bangkit berdiri lalu berjalan cepat menuju kamarnya. Mila hanya terkekeh geli melihat kepergian suaminya


"Bunda, apa sudah selesai?" tanya Nathan pelan.


"Sudah sayang. Sini bunda mau bilang sama kamu," suruh Mila, Nathan menurunkan tangannya lalu duduk di samping Mila.


"Nathan jangan pernah bilang Ayah kalau Bunda suka lihat pria-pria tampan ya. Bunda bakal kasih uang jajan lebih buat Nathan, nanti kalau kurang Nathan bisa minta sama Aunty Aluna, dia kan calon mertua kamu," Nathan mengangguk mendengar perkataan Mila. Tiba-tiba ponsel Mila yang tergeletak di sampingnya itu berbunyi. Dia mengerutkan keningnya saat membaca nama suaminya tertera di layar ponselnya. Mila segera mengangkat panggilan itu dan menaruh ponselnya di telinga.


"Mila! Jangan pernah ajari Nathan hal yang tidak-tidak!" Belum juga Mila bicara, suara teriakan Asisten Jo sudah terdengar memekik di telinga Mila. Setelahnya, panggilan itu langsung terputus begitu saja.


"Bunda, apa Ayah marah?" tanya Nathan takut karena dia sekilas mendengar teriakan Ayahnya.


"Tidak, Ayah tidak akan pernah marah," jawab Mila, dia menggendong baby Cacha yang hampir terbangun.


"Ayo sayang, kita ke tempat Ayah," Ajak Mila. Mereka berjalan menuju kamar, tapi sesampainya di kamar, Mila tidak melihat keberadaan suaminya itu. Mila menidurkan baby Cacha dan menyuruh Nathan menunggunya sebentar. Mila berjalan ke kamar mandi karena dia mendengar suara gemericik air yang mengalir pelan di dalam kamar mandi.


"Mas, kamu sedang mandi?!" tanya Mila setengah berteriak. Namun, tidak ada satu pun jawaban dari dalam kamar mandi.


"Mas," panggil Mila lagi.


"Diamlah Mil! Aku sedang konsentrasi," sahut Asisten Jo membuat Mila menggelengkan kepalanya.


Lanjut apa udahan??


Bentar lagi udahan kok,

__ADS_1


yuk beri dukungan buat Author biar makin semangat namatin cerita ini.


salam sayang dari Author recehan


__ADS_2