
Davin berjalan bergandengan tangan menuruni tangga, dia sangat menjaga langkah kaki Aluna. Begitu sampai di meja makan, semua keluarga sudah berkumpul disana. Aluna langsung mencium pipi gembul baby Queen.
" Kamu mau ikut ke kantor Lun ? " Tanya Tuan Doni saat mereka hendak menikmati sarapan.
" Iya Ayah, aku tidak tenang meninggalkan Aluna di rumah. Kemaren saja jam dua belas siang baru makan, kasian baby di dalam kalau kaya gitu terus " Davin yang menjawab sambil menyuapkan nasi ke mulutnya.
" Wajar Vin, orang hamil itu beda-beda bawaannya. Mommy dulu waktu hamil kamu malahan jarang mandi " Ujar Nyonya Anita.
" Bukan masalah bangun siangnya yang aku permasalahin mom, tapi perutnya yang tidak di isi itu yang buat aku khawatir sama perkembangan bayi kita " Aluna hanya diam saja menikmati sarapannya.
" Tapi apa Aluna tidak kelelahan Vin kalau tiap hari ke kantor ? " Kali ini Shania yang bertanya. Davin mendesah pelan, kenapa dia merasa keluarganya sangat cerewet sekali.
" Kak, aku membawa Aluna ke kantor bukan untuk kerja, tapi agar tetap di bawah pengawasanku. Jadi.... "
" Sudahlah suamiku tersayang, kalau kamu terus berbicara waktu sarapan kapan kamu kenyangnya ? " Davin membisu mendengar Aluna memanggilnya suamiku, hatinya terasa begitu berbunga-bunga. Semua pun tersenyum mendengar cara bicara Aluna yang mulai melembut.
" Kamu masih mual Vin ? " Tanya Nyonya Anita. Sebenarnya, dia sangat khawatir pada anak bungsunya itu.
" Kalau bangun tidur aku pasti mual mom, tapi kalau udah dipeluk apalagi nyium bau Aluna yang baru bangun tidur, mualnya langsung hilang begitu saja "
" Idih ,dulu kakak waktu Shania hamil malahan bisa mandi tiga kali sehari, bau keringat dikit aja udah langsung mual-mual " Timpal Marvel.
" Jangan-jangan anakmu laki-laki Vin " Tebak Shania, Aluna hanya tersenyum tipis.
" Laki-laki maupun perempuan yang penting ibu dan bayinya sehat dan selamat " Davin membalikkan sendoknya pertanda makannya sudah selesai. Kemudian dia mengajak Aluna berangkat. Mereka pun berdua berpamitan, sedangkan Asisten Jo sudah stand by di samping mobil.
" Bagaimana kabar anda Nona ? " Sapa Asisten Jo sambil membukakan pintu mobil untuk Tuan dan Nona Mudanya itu.
" Baik Jo " Jawab Aluna singkat sambil duduk di sebelah Davin.
" Yang ngidam itu aku Jo, yang mengalami morning sickness itu aku, harusnya yang ditanya itu aku " Omel Davin begitu Asisten Jo duduk di balik kemudi.
" Anda sensitif sekali Tuan " Cibir Asisten Jo membuat Davin menggeram kesal.
" Bagaimana kabar anda Tuan ? " Goda Asisten Jo saat mobil sudah melaju ke Alexander Grup.
__ADS_1
" Menurutmu ? " Davin bertanya balik membuat Asisten Jo menggelengkan kepalanya.
" Ngapain geleng-geleng gitu ?!"
" Saya hanya merasa leher saya sangat pegal Tuan "
" Cih ! Alasan ! "
" Sudahlah suamiku sayang, aku pusing mendengarmu yang selalu saja berdebat " Asisten Jo tertegun dengan panggilan Aluna untuk Davin. Sedangkan Davin langsung menarik tubuh Aluna dalam dekapannya dan mencium puncak kepala Aluna.
Apa karena efek hamil, Nona Aluna jadi lembut seperti itu.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Perusahaan Alexander Grup
Asisten Jo membukakan pintu mobil untuk Tuan dan Nona Muda nya itu. Banyak karyawan yang menatap ke arah mobil Tuan Davin termasuk ketiga rekan kerja Aluna. Tuan Davin turun terlebih dahulu, kemudian Aluna menyusul di belakangnya. Semua mata yang melihat mereka begitu terkejut melihat Aluna yang keluar dari mobil Tuan Davin. Baru satu langkah Aluna melangkah, tubuhnya tiba-tiba terasa melayang.
" Davin turunkan aku, apa kamu tidak malu ? " Aluna membenamkan wajahnya di dada Davin. Dia benar-benar malu menjadi pusat perhatian.
" Buat apa aku malu sayang, ini perusahaanku. Aku tidak mau kamu kelelahan sayang. Kasian baby kita " Ucap Davin sambil berjalan menuju ruangannya. Asisten Jo hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah majikannya itu. Begitu Aluna sudah masuk ke lift, banyak karyawan yang membicarakan Aluna. Apalagi pernah ada gosip yang beredar kalau Aluna adalah seorang sugar baby.
" Davin, itu ruangan apa ? " Tanya Aluna bingung. Davin menunggingkan senyumnya.
" Kamar tidur untuk kamu sayang, kalau kamu sedang di kantor kamu bisa istirahat disini sayang " Sahut Davin sambil membuka pintu ruangan itu. Ruangan berukuran sedang, namun begitu tertata rapi, membuat senyum Aluna merekah.
" Kapan kamu buatnya Vin ? " Mendengar pertanyaan Aluna, Asisten Jo berdehem keras membuat Davin tersenyum tipis.
" Tanya saja sama Bandung Bondowongso sayang " Bisik Davin ditelinga Aluna membuat Aluna menautkan kedua alisnya.
" Nona Aluna, ruangan ini adalah bukti cinta Tuan Davin untuk Nona. Demi kenyamanan Nona saat berada di kantor, Tuan Davin menyuruh saya untuk membuat satu ruangan ini dalam waktu semalam " Aluna membuka matanya lebar mendengar ucapan Asisten Jo.
" Saya sampai harus mengerahkan dua puluh lima lebih orang ahli bangunan agar pekerjaan itu bisa selesai dalam semalam. Bagaimana Nona, apa anda terkesan ? " Tanya Asisten Jo penuh penekanan.
" Apa semua itu benar Vin ? " Aluna menatap Davin yang sedang tersenyum mengejek pada Asisten Jo.
__ADS_1
" Tentu saja sayang, kau tahu ? Aku punya pasukan ghoib yang bisa menyelesaikan dalam semalam " Ucap Davin bangga sedangkan Asisten Jo berdecih sebal.
" Pasukan ghoib ? " Aluna semakin bingung.
" Ya, dan dia adalah ketua pasukan ghoib itu "Jawab Davin sambil dagunya menunjuk Asisten Jo.
" Dan anda sesepuh ghoibnya Tuan " Timpal Asisten Jo sambil hendak berlalu pergi.
" Kurang ajar ! Mau kemana kamu ?! " Teriak Davin dengan kesal.
" Tentu saja pergi Tuan, bukankah anda bilang kalau saya harus pergi saat kalian sedang berdua, lagipula saya tidak mungkin menjadi pengganggu di antara kalian, atau kalian mau saya rekam secara live streaming seperti Grace dan Andre "
" Rasanya ingin benar-benar kusumpal mulutmu itu Jo. Kenapa kamu sekarang menyebalkan sekali ?! " Bentak Davin marah. Tangannya mengepal erat. Melihat suasana panas, Asisten Jo langsung berjalan meninggalkan mereka berdua. Saat Davin hendak pergi, Aluna langsung memanggilnya, hingga Davin langsung menghentikan langkahnya.
" Aku pusing daritadi dengar kamu debat terus " Kata Aluna sambil memijat pelipisnya lembut.
" Mana yang sakit sayang ? " Tanya Davin panik. Aluna tidak menjawab tapi tangannya tidak berhenti memijat pelipisnya itu.
" Aku mau istirahat " Dengan segera Davin langsung membopong Aluna, merebahkannya di atas tempat tidur. Davin ikut merebahkan dirinya di samping Aluna.
" Kamu gak kerja ? " Tanya Aluna saat Davin memeluknya dari samping.
" Nanti saja, aku masih ingin memelukmu " Jawab Davin sambil memejamkan matanya.
" Kalau kaya gini terus payah dong, kamu malah gak jadi kerja. Percuma juga ke kantor " Ketus Aluna.
" Iya istriku sayang yang bawel sekali. Aku akan kerja tapi sekarang aku mau mengerjaimu dulu, aku mau menjenguk baby kita dulu " Davin mengungkung tubuh Aluna sambil menyeringai tipis.
" Oh Astaga... kasian baby kalau kamu ajak olahraga terus " Aluna mencebik kesal. Namun, saat Davin mengecup lehernya, Aluna pun langsung luluh dan menikmati sentuhan Davin. Desahan dan erangan pun mulai terdengar hingga Asisten Jo harus memakai headset di kepalanya.
Dasar pasangan mesum ! Tega sekali mereka menodai telingaku yang suci ini.
maaf gaess lagi slow update, lagi sibuk di dunia nyata
happy reading gaes
__ADS_1
jangan lupa like and vote
biar Author recehan ini makin semangat nulis ya