Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
79


__ADS_3

Aluna masih menetralkan jantungnya yang berdetak cepat. Davin memegang tengkuk Aluna, kemudian mencium bibir Aluna dengan lembut. Aluna ingin sekali menolak tapi ternyata tubuhnya menikmati ciuman itu. Ketika Aluna hampir kehabisan nafas, Davin langsung melepas ciuman itu. Dia tersenyum manis ke arah Aluna, membuat jantung Aluna kembali berdetak dengan cepat.


" Jangan lupa kasih penyemangat buat suami sayang. Biar suami semangat nyari nafkah buat istri " Goda Davin sambil mengecup pipi Aluna, saat dia akan mencium bibir Aluna lagi, Aluna langsung menahan bibir Davin dengan telapak tangannya.


" Ini di kantor, sebaiknya kamu tidak memberi contoh yang buruk buat karyawan kamu " Tolak Aluna, meski sebenarnya Aluna juga ingin menikmati ciuman itu lagi tapi dia menguatkan hatinya agar tidak semudah itu ditaklukan oleh Davin.


" Aku ke ruanganku dulu, aku tidak mau nanti ada rumor yang beredar apalagi sekarang ada yang tidak suka padaku " Aluna bangun dari duduknya. Davin menatap Aluna penuh arti.


" Siapa yang tidak suka padamu ? " Tanya Davin menyelidik.


" Ibu Grace. Dan aku tidak mau di cap buruk di hari pertama aku kerja " Aluna hendak melangkahkan kakinya namun Davin mencekal pergelangan tangannya.


" Biar aku pecat saja dia, agar kamu nyaman " Aluna menggeleng dengan senyum tipis di bibirnya.


" Aku tidak akan mencampurkan urusan pribadi dengan pekerjaan. Biarkan dia bekerja disini, selama dia tidak mengusik ketenanganku aku juga tidak akan peduli walaupun dia atasanku disini. Kamu tenang saja, aku pasti baik-baik saja, aku sudah bisa menjaga diriku sendiri " Ucap Aluna sambil melepaskan cekalan tangan Davin, kemudian dia berjalan keluar dari ruangan Davin. Tapi, Aluna tidak melihat jika ada orang yang membututinya.


"Sial !! Bagaimana dia bisa masuk ke ruangan Tuan Davin dengan mudah. Sedangkan aku yang sudah dua bulan disini belum pernah bisa sedikitpun mendekati Tuan Davin " Grace memukul kepalan tangannya ke udara karena terlalu kesal dengan Aluna.

__ADS_1


Saat jam istirahat makan siang, Aluna dan ketiga buntut nya berencana akan makan di kantin kantor sembari melepas kerinduan.


Ketika sedang asyik makan, tiba-tiba Grace datang mendekat ke meja Aluna. Mereka berempat langsung diam. Aluna langsung memasang wajah malas. Dia tetap asyik menikmati bakso dalam mangkoknya.


" Aku bakal cari tahu ada hubungan apa kamu sama Tuan Davin karena aku barusan melihat kamu keluar dari ruangan Tuan Davin " Bisik Grace ditelinga Aluna, Aluna langsung menghentikan suapan baksonya.


" Aku yakin kamu pasti rela bertelanjang demi bisa dekat dengan Tuan Davin " Aluna meletakkan sendoknya kemudian mengepalkan tangannya erat. Aluna ingin sekali menampar mulut Grace tapi dia tidak ingin menjadi artis di kantor. Aluna langsung berdiri dan beranjak pergi.


" Aauuuu " Teriak Aluna saat dia merasakan sebuah cairan panas menyentuh kulit lehernya. Aluna langsung mengibaskan tangannya untuk mengurangi rasa panas yang menjalar di tubuhnya. Ketiga temannya langsung berlari ke arah Aluna sedangkan Grace tersenyum sinis.


" Maaf aku gak sengaja " Kata Grace sambil berlalu pergi meninggalkan Aluna.


" Loe gak papa Lun ? " Tanya Mila sambil menatap kulit Aluna yang memerah.


" Gak papa, luka segini mah belum seberapa, aku pernah merasakan luka yang lebih dari ini " Luka saat Davin mengambil keperawananku. Namun Aluna hanya berani membatin karena mereka tidak tahu kalau Aluna sudah menikah.


" Emang luka apa Lun ? " Tanya Citra penasaran tapi Aluna hanya diam tidak menjawab.

__ADS_1


" Lun .... " Aluna berdecih sebal. Jika mereka sudah memanggil seperti itu tandanya mereka meminta jawaban.


" Kalian kan tau gue pembalap, ya pasti luka jatuh dari motor lah " Jawab Aluna jutek. Setelah Aluna merasa agak mendingan, mereka lalu kembali ke ruangannya karena sudah masuk jam kerja lagi.


---------@@@---------


Aluna melajukan motornya menuju mansion. Dia sengaja melajukan motornya dengan kencang agar segera sampai.


" Ikuti terus Jo " Perintah Davin yang saat ini sedang duduk di kursi penumpang. Mereka membututi Aluna dari belakang.


" Nona Aluna begitu lihai dalam mengendarai motornya Tuan. Sedangkan mobil kita tidak bisa menerobos padatnya jalanan begitu saja " Asisten Jo berusaha keras untuk mengejar laju motor Aluna. Namun begitu sampai di lampu lalu lintas. Aluna yang mendapatkan lampu hijau langsung melaju begitu saja sedangkan mobil Davin harus berhenti karena lampu menunjukkan warna merah.


" Oh sial ! Kenapa mesti lampu merah sih " Davin protes namun Asisten Jo menulikan telinganya. Karena jika dia meladeni, dia yakin pasti Tuan Davin akan kembali terlihat bodoh jika berhubungan dengan Aluna. Lagipula Asisten Jo yakin jika Aluna pasti langsung kembali ke mansion. Asisten Jo membiarkan Davin yang sedari tadi menggerutu.


mohon maaf ya.. ceritanya agak buyar, lagi kehabisan inspirasi, otak sedang berada di jalan buntu


yang punya kritik dan saran bisa ditulis di komentar yaa

__ADS_1


Happy reading gaesss


salam dari penulis recehan..


__ADS_2