Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
69


__ADS_3

Tok tok tok


Asisten Jo mengetuk pintu itu berkali-kali tetapi tidak ada sahutan sama sekali dari dalam kamar.


"Tuan Muda, ada Tuan Bagas dan Tuan Ronal dibawah,"


Ceklek.


Pintu itu langsung terbuka, kepala Davin mengintip dari balik pintu. Wajahnya benar-benar telihat berantakan.


"Kamu bilang apa, Jo?" Tubuh Davin keluar dari pintu itu.


"Ada Tuan Bagas dan Tuan Ronal di lantai bawah Tuan Muda," jawab Asisten Jo. Muka Davin terlihat berbinar, dia melangkahkan kakinya hendak ke lantai bawah tetapi Asisten Jo menahannya.


"Sebentar Tuan, apa anda yakin akan keluar dengan berantakan seperti ini?" Mendengar pertanyaan Asisten Jo , Tuan Davin lalu menatap dirinya dari atas ke bawah.


"Tuan, dari informasi anak buah saya, tadi ada seorang perempuan keluar dari salah satu mobil pelayat tidak masuk ke Mansion tetapi wanita itu justru keluar dari Mansion memakai masker dan topi. Sekarang salah satu anak buah saya ada yang diam-diam mengikuti perempuan itu," Davin terdiam, dia berusaha mencerna penjelasan Asisten Jo.


"Setelah saya menerima informasi dari anak buah saya, Tuan Bagas dan Tuan Ronal langsung masuk ke Mansion," tambah Asisten Jo, dia berhenti sejenak untuk menghirup nafas dalam-dalam. Davin tidak.menyela sama sekali, dia masih setia mendengar informasi dari Asisten Jo

__ADS_1


"Menurut pandangan mata batin saya, perempuan itu adalah Nona Aluna,"


Deg deg deg. Jantung Davin langsung berdebar begitu cepat saat mendengar Asisten Jo menyebut nama Aluna.


" Apa mata batin kamu masih berfungsi dengan baik Jo ?"


"Tentu saja masih Tuan, tetapi jika perkiraan saya meleset saya minta maaf Tuan, karena saya manusia biasa yang memiliki kekurangan dan kadang salah Tuan," Davin berdecih kesal, dalam keadaan seperti ini saja Asisten kurang ajarnya itu masih bersikap sangat menyebalkan.


"Jika memang benar perempuan itu adalah Nona Aluna, apa anda tidak malu Tuan? Bertemu ISTRI anda dalam keadaan seperti orang kurang mental Tuan," Asisten Jo menekankan kata 'Istri' membuat Davin tersenyum simpul tetapi saat teringat lanjutan ucapan Asisten Jo, senyum Davin hilang di gantikan wajah yang merah padam karena menahan amarah.


"Kurang ajar sekali kamu, Jo!" bentak Davin kesal tetapi Asisten Jo tetap bersikap santai.


"Tuan," panggil Davin lirih. Davin menatap mata Tuan Bagas dan Ronal yang sedang menatap dirinya dengan tatapan penuh tanya.


"Bagaimana kabarmu, Vin?" tanya Tuan Bagas santai. Davin menyalami papa mertua dan kakak iparnya itu.


"Kurang baik Tuan," Davin menundukkan kepalanya. Ingin sekali dia bertanya tentang Aluna tetapi dia belum punya keberanian penuh.


"Kenapa kamu memanggilku, Tuan? Aku masih papa Aluna dan kamu masih suami Aluna," Tuan Bagas tersenyum ke arah Davin. Dia benar-benar bisa melihat cinta Davin untuk Aluna begitu besar.

__ADS_1


"Maaf Pa," ucap Davin lirih. Ronal yang sedari tadi diam hanya mengusap punggung Davin pelan.


"Saya yang minta maaf karena sudah membawa Aluna pergi jauh dari kamu," sahut Ronal. Dia sebenarnya tidak tega melihat Davin yang begitu terpukul.


"Sekarang di mana Aluna?" tanya Davin seraya menatap Ronal penuh harap.


"Dia sedang ke makam kakek kamu, dia tidak mau masuk kesini." Mendengar jawaban Ronal, Davin langsung berdiri dan hendak melangkahkan kakinya.


"Kamu mau kemana, Vin?"


"Menyusul Aluna," jawab Davin singkat. Namun, langkahnya terhenti saat Asisten Jo memanggilnya.


"Tuan, Menurut informasi anak buah saya, Nona Aluna sedang dalam perjalanan pulang kesini. Lebih baik anda menunggu disini saja," cegah Asisten Jo.


"Aku sudah tidak sabar untuk bertemu Aluna Jo," Davin membalikkan badannya melanjutkan langkah kakinya.


"Tuan," panggil Asisten Jo lagi.


"Apa lagi sih Jo?! Kamu itu jomblo jadi kamu tidak akan tahu bagaimana tersiksanya menahan rindu itu Jo," Davin berdecak kesal. Dia bahkan tidak menatap Asisten Jo sama sekali.

__ADS_1


"Saya punya ide bagus Tuan," Davin berhenti dan menoleh ke arah Asisten Jo. Dia mengangkat kepalanya sedikit seolah bertanya " apa ". Tanpa menjawab Asisten Jo berjala ke arah Tuan Mudanya lalu membisikkan sesuatu di telinga Davin. Setelah mendengar bisikkan Asisten Jo, Davin langsung tersenyum simpul sambil mengangguk-anggukan kepalanya sedangkan kedua orang tua Davin, Tuan Bagas dan Ronal hanya diam karena mereka tidak ingin ikut campur.


__ADS_2