Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
12


__ADS_3

Di ruangan Tuan Davin, auranya terasa begitu dingin. Tuan Davin mengetuk-ngetuk pulpen yang dipegangnya dan Asisten Jo setia berdiri dibelakangnya. Sedangkan didepan Tuan Davin berdiri Aluna yang menundukkan kepalanya.


"Cih ! kenapa diam?"


"Maaf Tuan, karena Tuan tidak bertanya maka saya diam," Aluna menjawab masih dengan menunduk namun hatinya berulang kali mengumpati Tuan Davin.


"HEH!" Tuan Davin tersenyum sinis.


"Kemana perginya keberanian elo mengejek Gue ? Gimana rasanya sekarang ? Loe takut?" Tuan Davin menatap Aluna namun Aluna sama sekali tidak mengangkat kepalanya.


"Coba angkat kepala loe! Gue pengen lihat wajah angkuh loe!" Titah Tuan Davin. Aluna mengangkat kepalanya kemudian menatap Tuan Davin dalam. Tuan Davin memalingkan mukanya saat merasakan jantungnya berdebar begitu cepat saat tatapan matanya bertemu dengan mata Aluna.


kenapa jantungku berdebar kencang lagi ? Apa aku mulai terkena serangan jantung? . Pikir Tuan Davin.


"Maaf Tuan Muda yang terhormat! Saya cuma menempatkan bagaimana posisi saya. Disini saya diam tidak membantah anda karena saya menghormati anda sebagai atasan saya tapi anda harus tau kalau saya tidak takut sama sekali dengan anda!" Nada bicara Aluna penuh dengan ketegasan. Tuan Davin dan Asisten Jo melongo mendengar jawaban Aluna.


"Maaf Tuan Muda tidak sepantasnya anda bicara loe gue selama dikantor. Apakah anda tidak takut kehilangan wibawa di depan karyawan anda karena cara bicara anda yang terkesan urakan?"

__ADS_1


Tuan Davin mengepalkan tangannya marah. Bagaimana bisa dia di ceramahi oleh bawahan dia sendiri.


Sungguh baru kali ini ada yang berani menantang Tuan Muda seolah punya nyawa sembilan. Batin Asisten Jo.


"Jo! beri dia pelajaran karena telah lancang!"


"Baik Tuan,"


"Nona Aluna, anda harus membayar ganti ruginya sekarang empat puluh juta tanpa penolakan," Aluna melongo mendengar ucapan Asisten Jo.


"Beri dia dua pilihan, Jo!" Titah Tuan Davin.


"Anda harus menikahi Tuan Muda Davino Alexander," sambung Asisten Jo. Tuan Davin dan Aluna membelalakkan matanya kaget mendengar ucapan Asisten Jo.


"Kamu benar-benar gila Jo!" sembur Tuan Davin.


"Saya masih waras, Tuan," sanggah Asisten Jo. Davin menggeram kesal karena Asisten Jo berani melawannya.

__ADS_1


"Jika Nona Aluna memilih pilihan pertama maka motor Nona akan disita dan Nona harus membayar bunga 25% dari ganti rugi yang harus Nona bayar setiap bulannya. Jika Nona Aluna memilih pilihan nomer dua maka pernikahan Tuan Davin dan Nona Aluna akan di laksanakan bulan depan dan biaya pengobatan Ibu Nona Aluna akan ditanggung Tuan Doni," jelas Asisten Jo panjang lebar. Tuan Davin dan Aluna belum percaya dengan apa yang Asisten Jo katakan.


"Kau sekongkol dengan ayah, Jo?" tanya Tuan Davin dengan aura mengintimidasi namun Asisten Jo tetap terlihat tenang.


Maaf Tuan muda biar sekali ini saya berkhianat dari anda. Kata Asisten Jo dalam hati.


"Saya tunggu keputusan anda sekarang Nona," Tuan Davin berdecak kesal karena Asisten Jo tidak menggubris ucapannya.


Aluna terdiam. Dia bingung harus bagaimana karena keduanya sama-sama sulit untuk dipilih. Dirinya bagai di hadapkan pada buah simalakama.


"Beri saya waktu untuk memilih Tuan," pinta Aluna lirih.


"Maaf Nona, anda harus memberi keputusan Anda saat ini juga,"


"Jangan gila Jo!" bentak Tuan Davin. Namun, Asisten Jo seolah menulikan telinganya.


"Baiklah Tuan, saya mantap mengambil pilihan yang... " Aluna menghela nafas panjang.

__ADS_1


Jangan Lupa tinggalkan Like...


__ADS_2