Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
25


__ADS_3

Suasana di dalam mobil Tuan Davin begitu mencekam. Asisten Jo berkali-kali mengintip lewat kaca dalam mobil. Dia melihat Tom dan Jerry itu duduk saling berjauhan sama-sama di pojokan. Mereka berdua sama-sama menatap keluar jendela.


"Apa Tuan Davin dan Nona Aluna sengaja duduk berjauhan memberi jarak di tengah agar kalian terbiasa saat punya anak nanti, anak kalian duduk ditengah?" goda Asisten Jo berusaha mengusir aula gelap yang ada di mobil itu.


"Diamlah Jo! Atau aku akan mencari Asisten yang baru dan mengirim kamu ke Antartika !" sewot Tuan Davin.


"Maaf Tuan." Asisten Jo kemudian diam tapi berkali-kali dia mengintip Tom and Jerry itu.


"Berhenti Tuan," kata Aluna. Asisten Jo lalu berhenti mendadak sehingga Tuan Davin terhuyung ke depan.


"Apaan sih?! Elo mau bikin gue mati?! " bentak Tuan Davin.


"Saya turun disini saja Tuan," kata Aluna kepada Asisten Jo tanpa meladeni ucapan Tuan Davin.


"Eh! Elo itu numpang sama gue bukan sama asisten kurang ajar ini ya," Tuan Davin tidak terima.


"Gue tanya yang nyetir siapa?"


"Bukannya mata loe juga tau siapa yang nyetir ngapain nanya?"


"Ya makanya, ngapain juga gue ngomong sama loe!"


"Elo berani sama gue?!" bentak Tuan Davin


"Karena disini masih di luar kantor jadi belum ada hak gue buat hormat sama loe!"

__ADS_1


"Astaga, bisa gila lama-lama gue deket sama loe," kata Tuan Davin sambil mengusap wajahnya kasar.


Huhh.. saya yang bisa gila jika terlalu sering dekat kalian berdua. Batin Asisten Jo.


"Kenapa anda berhenti disini Nona?" tanya Asisten Jo berusaha menengahi mereka berdua.


"Saya tidak mau ada rumor yang beredar di kantor Tuan. Saya masih sayang nyawa saya. Terima kasih tumpangannya Tuan," Aluna pun keluar dari mobil. Tuan Davin lalu menendang belakang kursi kemudi.


"Dia B*GO atau gimana si Jo? Aku yang punya mobil tapi dia terima kasihnya sama kamu. Aku yang bosnya tapi dia hormatnya sama kamu. Sama aku ngomongnya loe gue sama kamu ngomongnya hormat banget. Emang dia pikir yang gaji dia siapa?!" omel Tuan Davin sedangkan Asisten Jo hanya tersenyum tipis padahal dia rasanya ingin sekali tertawa.


------@@@@@--------


"Lun, gue kok gak lihat motor elo di parkiran, elo di anterin lagi sama bebeb loe?" tanya Mila saat melihat Aluna masuk ke ruangannya.


"Bebeb apaan sih? Gue jalan kaki," kata Aluna jutek.


"Makasih ya Mil," Suara Aluna bergetar karena menahan tangis. Kemudian Mereka pun fokus bekerja lagi karena mau bercanda mereka masih tidak tega dengan Aluna.


Sedangkan di ruangan presdir si paduka raja sedang fokus menatap layar komputernya. Matanya belum beralih dari layar komputer sedari masuk ruangannya hingga membuat Asisten Jo menghela nafas panjangnya. Dia tidak habis pikir dengan kelakuan Tuannya.


"Tuan, jika anda terus menatap tampilan CCTV itu maka pekerjaan anda akan semakin menumpuk banyak Tuan," Asisten Jo mengingatkan Tuannya.


"Sebentar Jo. Mau kemana dia?" tanya Tuan Davin pelan saat dia melihat dari CCTV kalau Aluna berjalan keluar ruangannya. Diapun mengikuti rekaman CCTV itu dan melihat Aluna masuk ke dalam toilet.


"Apa yang dilakukan dia di toilet? Jo, kenapa CCTV nya tidak sampai ke dalam toilet?" Asisten Jo terkejut mendengar pertanyaan Tuan Davin.

__ADS_1


"Apa anda masih sadar Tuan?" tanya Asisten Jo balik.


"Kamu pikir aku koma Jo? Sampe tidak sadar,"


"Lantas kenapa pertanyaan anda seolah mencerminkan kalau anda bukan lulusan luar negeri Tuan," Sarkas Asisten Jo.


"Pertanyaan yang bagaimana? Apa ada yang salah dengan..." Tuan Davin terdiam karena dia ingat dengan pertanyaan konyolnya tadi. Dia pun memukul meja dengan keras sampe Asisten Jo terjengkit kaget.


"Ohh Shit! Kenapa gue berasa jadi orang bego' ya," gerutu Tuan Davin namun Asisten Jo masih mendengarnya.


"Seberapa pintar pun orang terkadang akan menjadi bodoh kalau sedang jatuh cinta Tuan," ejek Asisten Jo.


"Siapa yang sedang jatuh cinta Jo?"


"Apa anda tidak merasa Tuan?" Asisten Jo justru balik bertanya.


"Tau apa kamu tentang cinta Jo? Mengenal wanita saja tidak pernah!"


"Setidaknya saya tidak menjadi bodoh karena cinta Tuan," Asisten Jo benar-benar bahagia bisa menggoda Tuan Mudanya.


"Kamu mengatai aku bodoh Jo?!" pertanyaan penuh penekanan datang dari si Tuan Muda.


"Tidak Tuan. Saya hanya bilang cinta bisa membuat orang menjadi bodoh Tuan," Asisten Jo berusaha membela diri.


"Kamu mau kupecat dan ku cap blacklist Jo?" Tuan Davin benar-benar sudah geram dengan Asistennya itu.

__ADS_1


"Tidak papa Tuan, karena Tuan Doni bersedia menampung saya kalau anda memecat saya untuk mengganti ayah saya yang sudah waktunya pensiun Tuan Muda,"


"Kamu sekongkol lagi dengan Ayahku? Oh My God!" Tuan Davin benar-benar merasa gemas saat ini. Dan Asisten Jo hanya tersenyum lebar melihat kejengkelan Tuan Davin.


__ADS_2