
Setelah menginap semalam di Mansion Alexander, kini Mila baru sampai di rumahnya sendiri bersama anak-anak mereka sedangkan Asisten Jo langsung berangkat kerja. Baru saja Mila masuk ke dalam rumah, terdengar suara bel pintu rumahnya berbunyi.
"Bunda, sepertinya Ayah Kevin datang," kata Rayhan, dia berbalik dan berjalan menuju pintu.
"Ayah Kevin? Apa Ayah Kevin pulang?" tanya Mila penasaran. Dia juga ikut berjalan bersama Rayhan. Begitu sudah sampai di pintu, Mila langsung membuka pintu, dia terdiam saat melihat Tuan Kevin dan Rayfan sedang berdiri dengan tersenyum manis kepadanya.
"Hai Nona Cantik," sapa Tuan Kevin lembut.
"Hai Duda tampan eh maaf kan sekarang sudah bukan duda lagi," ralat Mila, Tuan Kevin langsung mengulas senyumnya.
"Bunda, jangan genit nanti Ayah marah," ketus Nathan yang sudah ikut berdiri di belakang Mila.
"Kamu jangan bilang ayah Jo," suruh Mila sambil menatap penuh ke arti ke arah Nathan.
"Kata Ayah, kalau Bunda genit sama cowok, aku suruh marahin Bunda aja," Semua tertawa kecuali Mila yang justru memasang wajah kesal.
"Jadi, sekarang Nathan menjadi mata-mata Ayah?"
"Apa tamu tidak di persilahkan masuk?" sindir Tuan Kevin, menghetikan perdebatan ibu dan anak itu.
"Maaf saya lupa, Tuan. Mari masuk," suruh Mila, mereka semua pun masuk ke dalam rumah, Mila menyuruh Tuan Kevin dan Rayfan duduk di ruang tamu, baru saja Mila hendak melangkah masuk ke dapur. Santi dan Ayu langsung menghampiri Mila yang masih menggendong baby Cacha.
"Syukurlah, Anda sudah pulang, Nyonya. Saya benar-benar takut kalau Nyonya tidak pulang lagi," kata Ayu, dia mengambil alih gendongan baby Cacha.
"Aku pasti pulang, Yu. Kalau aku gak pulang, aku takut Mas Johan di rebut kamu," celetuk Mila di iringi tawa.
"Mana mungkin saya berani, Nyonya. Tuan Johan sudah cinta mati sama Nyonya, kemarin Nyonya pergi saja, Tuan langsung begitu khawatir," oceh Ayu.
"Terus, kamu sampaikan enggak pesanku?" tanya Mila.
"Bilang, Nyonya. Tuan langsung berlari cepat ke kamar," jawab Ayu, dia menimang bayi Cacha karena mau terbangun.
"Kamu tidak bilang kan kalau aku cuma mau ke Mansion Alexander?" tanya Mila lagi dengan menyelidik.
"Tidak Nyonya, sesuai perintah Nyonya," Mila tersenyum mendengar jawaban Ayu.
__ADS_1
"Kamu memang bisa di andalkan, Yu," puji Mila, sedangkan Santi hanya menggelengkan kepalanya, tidak percaya dengan majikannya itu.
"Nyonya, lelaki tampan itu siapa?" tanya Santi penasaran, saat dia melihat Tuan Kevin sedang duduk bersama anak-anaknya.
"Oh, itu Tuan Kevin. Ayah kandungnya Rayhan. Eh! Aku kan ke dapur mau bikin minum buat tamu," Mila menepuk keningnya karena melupakan sesuatu.
"Biar saya saja yang buat, Nyonya. Lebih baik Nyonya istirahat saja," kata Santi. Mila pun mengangguk setuju lalu berjalan kembali ke ruang tamu.
"Maaf Tuan, minum nya menunggu dulu, sedang di buatkan," kata Mila lembut, dia mendudukkan tubuhnya di sofa, melihat Bundanya sudah duduk, Nathan langsung ikut duduk di samping Mila.
"Bagaimana kabar anda, Nona? Katanya kalian habis menginap di Mansion Alexander," tanya Tuan Kevin lembut.
"Iya, Nathan katanya pengen menginap di tempat Alvino," sahut Mila tak kalah lembut.
"Kenapa Nathan, Bunda? Bunda bilang kita di undang Aunty Aluna," elak Nathan tak terima dirinya di jadikan kambing hitam. Mila langsung mendelik ke arah Nathan membuat Tuan Kevin langsung tertawa.
"Anda memang pintar, Nona," cibir Tuan Kevin. Santi masuk membawa empat gelas es jeruk, kemudian meletakkan di meja.
"Silahkan di minum, Tuan," kata Santi sopan. Tuan Kevin hanya mengiyakan.
"Kenapa anda tidak membawa istri anda, Tuan?" tanya Mila.
"Harusnya Anda bilang kalau mau berkunjung, Tuan. Jadi, saya bisa menyambut Anda," kata Mila sambil mengulas senyumnya.
"Bunda, jangan senyum ke pria lain," Suara Nathan berhasil membuat senyum Mila langsung memudar begitu saja.
"Nyonya, Tuan Johan menelepon,"
"Astaga! Ayu, bisakah kamu berjalan sambil bersuara? Aku hampir saja mati jantungan," Mila mengusap dadanya karena terkejut.
"Maaf Nyonya, tapi Tuan Johan menelepon," kata Ayu mengulangi, Mila beranjak bangun kemudian berjalan menuju meja tempat telepon rumah itu berada.
"Hallo, Mas. Apa kamu sudah merindukanku?" sapa Mila percaya diri.
"Kenapa kamu percaya diri sekali? Kenapa nomer ponselmu tidak aktif?" tanya Asisten Jo dari seberang.
__ADS_1
"Ponselku di dalam tas dan aku belum membukanya," jawab Mila santai.
"Kamu yakin? Sekarang kamu lagi ngapain?"
"Lagi teleponan sama kamu, Mas. Memang apalagi?" Mila balik bertanya dengan kesal.
"Anak-anak lagi ngapain?" Mila berdecak kesal saat mendengar pertanyaan Asisten Jo.
"Kenapa mulutmu seperti perempuan sih Mas. Anak-anak lagi duduk sama duda tampan eh salah maksudku Tuan Kevin," jawab Mila begitu saja, dia tidak tahu kalau hati suaminya sedang kepanasan di kantor.
"Kenapa kamu biarkan lelaki lain masuk rumah tanpa seizinku?!" Suara Asisten Jo mulai terdengar meninggi. Mila menghela nafas panjang, dia tahu suaminya pasti sedang marah saat ini.
"Mas, aku juga gak tahu kalau Tuan Kevin sedang pulang dan kesini. Dia bilang sih kangen sama Rayhan, tapi aku gak tahu juga, dia juga kangen aku enggak," ucap Mila asal.
"Mila!" Panggil Asisten Jo penuh penekanan.
"Iya Mas, aku tahu kalau kamu cemburu kok. Aku kan gak ngapa-ngapain Mas, cuma tadi nemenin duduk.sebentar. Lagian dia kan sudah punya istri, istrinya juga lagi bunting gede jadi kamu gak usah khawatir aku jadi pelakor Mas," cerocos Mila, Asisten Jo memijat pelipisnya karena pusinga mendengar ocehan istrinya itu.
"Ya sudah kalau begitu. Awas! Kalau sampai kamu berani macem-macem. Aku mengawasimu dari sini," ancam Asisten Jo.
"Memang kamu bisa tahu, Mas?" tanya Mila heran.
"Tahu lah! Bahkan aku tahu sekarang kamu sedang ngupil," Mila yang sedang memasukkan jarinya ke hidung langsung menghentikan kegiatannya.
"Wah, kamu paranormal, Mas? Hebat sekali bisa tahu aku lagi ngapain. Coba tebak aku lagi ngapain lagi?" tanya Mila. Dia duduk menungging di sofa dengan telepon yang masih di dekat telinganya.
"Astaga Mila! Bisakah kamu sedikit normal?!" bentak Asisten Jo kesal.
"Bunda lagi ngapain?" tanya Nathan yang sudah berdiri di belakang Mila.
"Eh kamu Nat. Bunda lagi olahraga," jawab Mila asal. "Sudah sana masuk kamar atau ke tempat Kak Rayhan lagi," usir Mila, Nathan yang barusan mau minta minum langsung mengurungkan niatnya dan berjalan ke dapur untuk mencari Santi.
"Mil, aku mengawasimu, jangan lupa ada CCTV di sekitarmu," kata Asisten Jo dengan nada mengancam.
"Eh iya aku lupa Mas. Oke deh Mas, aku gak akan macam-macam. Aku cuma satu macam saja kok," kata Mila sambil menunjukkan rentetan giginya dan menunjukkan tanda piece ke arah CCTV.
__ADS_1
"Satu macam apa?"
"Duduk berdua dengan pria tampan. Bye Bye Mas, alu mencintaimu, emuach emuach," jawab Mila seraya menunjukkan tanda kissbye ke arah kamera pengawas itu. Kemudian, dia mematikan panggilan itu secara sepihak.