Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
106


__ADS_3

Jam baru menunjukkan pukul empat shubuh, namun Davin telah membuka matanya. Dia bangun, merasakan perutnya seperti di aduk-aduk. Dengan segera dia berlari kekamar mandi dan memuntahkan makanan semalam. Tubuh Davin langsung lemas begitu saja. Aluna yang mendengar suara dari kamar mandi, langsung berjalan cepat dan melihat Davin yang sedang terduduk lemas di samping wastafel.


" Kamu mual Vin ? " Tanya Aluna sambil membantu Davin berdiri.


" Perutku rasanya seperti di aduk-aduk sayang " Jawab Davin lirih. Aluna pun memapah Davin menuju tempat tidurnya. Begitu telah sampai di tempat tidur, Aluna membaringkan tubuh Davin dan melangkah ke luar kamar. Davin hanya memejamkan matanya karena kepalanya terasa sangat pusing.


Lima belas menit kemudian, Aluna masuk membawa nampan yang berisi cangkir.


" Minum dulu Vin, biar gak mual " Davin langsung membuka matanya dan melihat apa yang di bawa Aluna.


" Ini apa sayang ? " Tanya Davin sambil mengambil cangkir itu.


" Wedang jahe. Biar perutmu hangat dan mualnya hilang " Jawab Aluna sambil mengamati wajah Davin yang lemas. Davin pun meminum air itu dengan sekali tegukan karena Aluna sengaja membuat air itu hangat bukan panas. Setelah Davin menghabiskan minuman itu, Aluna langsung beranjak bangun.


" Kamu mau kemana ? " Tanya Davin sambil menahan tangan Aluna.


" Mengembalikan ini ke dapur " Jawab Aluna lembut. Davin tersenyum melihat Aluna yang perhatian padanya.


" Biarkan disini saja, aku ingin memelukmu " Pinta Davin dengan muka memelas, akhirnya Aluna meletakkan nampan itu di nakas, dan naik ke atas kasur. Dengan cepat Davin langsung memeluk erat tubuh Aluna, menciumi tengkuk Aluna. Bulu-bulu ditubuh Aluna terasa meremang.


" Da-vin " Panggil Aluna terbata karena Davin membenamkan ciumannya di tengkuk Aluna.


" Kenapa mualku hilang setiap aku mencium wangi tubuhmu ? " Tanya Davin heran.


" Aku belum mandi, jadi mana mungkin tubuhku wangi " Sanggah Aluna. Davin justru mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


" Ya tapi bagiku tubuhmu sangat wangi sayang " Aluna pun terdiam, dia paham kalau Davin sedang ngidam, memang kalau orang ngidam itu kadang aneh. Davin pun terlelap lagi dalam pelukan Aluna.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


" Kamu mau ke kantor Vin ? " Tanya Nyonya Anita saat melihat Davin dan Aluna sedang menuruni tangga. Nyonya Anita menatap heran ke arah Davin yang memakai masker.


" Apa kamu sedang batuk pilek ?" Tanya Nyonya Anita lagi saat Davin sudah mendekati meja makan.


" Aku gak bisa mencium bau parfum mom, Mommy pake parfum enggak ? " Davin balik bertanya, Nyonya Anita mendesah pelan.


" Biar Mommy ganti baju dulu, ayah juga nanti tak suruh ganti baju " Nyonya Anita berjalan meninggalkan meja makan. Beberapa saat kemudian Nyonya Anita dan Tuan Doni turun memakai baju yang belum terkena parfum. Setelah mereka duduk, Aluna langsung mengambilkan nasi untuk Davin.


" Kamu mau sarapan sama apa Vin ? " Tanya Aluna sambil menatap Davin yang sedang melepas maskernya


" Aku pengen makan ayam pedas manis " Jawab Davin membuat Tuan Doni dan Nyonya Anita tertegun.


" Entahlah mom, aku lagi ingin makan itu " Jawab Davin sambil melahap nasi dan ayam yang barusan Aluna ambilkan. Bahkan Davin makan menggunakan tangannya, tanpa sendok, garpu maupun pisau makan.


" Pelan-pelan saja, aku takkan memintanya " Davin pun tersadar kemudian menatap Aluna yang juga sedang menatapnya.


" Kamu tidak makan sayang ? " Tanya Davin karena dia tidak melihat ada nasi di depan Aluna. Aluna hanya menjawab dengan gelengan kepala.


" Melihatmu makan entah mengapa aku rasanya kenyang. " Sebenarnya aku ingin makan dari suapan tanganmu. Namun Aluna hanya berani membatin saja. Davin yang paham raut muka Aluna langsung menyodorkan nasi yang berada di dalam tangannya.


" Kamu harus makan sayang, agar baby kita di dalam sehat. Sini sayang, daddy suapin " Goda Davin membuat pipi Aluna langsung merah merona. Tuan Doni dan Nyonya Anita tersenyum melihat kemesraan mereka berdua. Setelah selesai sarapan, Aluna lalu mengantar Davin sampai teras. Sebenarnya, Aluna ingin sekali berkerja lagi namun Davin melarang keras. Aluna yang sedang lelah berdebat pun akhirnya hanya mengalah.

__ADS_1


Selama perjalanan ke kantor, Davin yang sedang di dalam mobil hanya diam sambil memejamkan matanya.


" Anda baik-baik saja Tuan ?" Tanya Asisten Jo khawatir melihat Davin yang memejamkan matanya.


" Tentu saja baik Jo, aku sebentar lagi akan menjadi seorang daddy " Jawab Davin bangga.


" Saya turut senang Tuan, semoga Nona Aluna dan calon bayinya sehat selalu " Davin hanya mengamini ucapan Asisten Jo. Begitu sampai di kantor Davin langsung menuju ruangannya. Dia tidak memperdulikan tatapan karyawan yang menatap heran kepadanya karena memakai masker.


" Apa jadwal kita hari ini Jo ? " Tanya Davin begitu duduk di kursi kerjanya.


" Ada pertemuan dengan klien nanti sekitar jam sepuluh Tuan " Jawab Asisten Jo sopan. Davin mengangguk paham.


" Jo ... aku ingin makan mangga muda pake sambal rujak " Air liur Davin serasa mau menetes membayangkan makanan itu. Asisten menghela nafas panjang.


" Kenapa anda tidak meminta tadi waktu di jalan Tuan "


" Tadi belum ingin Jo, tapi sekarang aku ingin sekali makan itu. Jangan lupa sama ice cream coklat vanila satu box ya " Perintah Davin sambil menatap berkas-berkas di depannya.


" Tapi Tuan..... "


" Aku tidak menerima penolakan. Dan aku ingin mangga itu kamu sendiri yang harus memetiknya " Asisten Jo terkejut mendengar perintah Davin itu. Bagaimana mau memetik mangga muda, memanjat pohon saja dia tidak bisa.


" Kalau kamu menolak, maka jangan salahkan aku kalau aku benar-benar mengirimmu ke Antartika " Ancam Davin mengurungkan niat Asisten Jo yang hendak memprotes lagi. Dengan berat hati Asisten Jo melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Tuan Davin. Namun, baru saja sampai pintu langkah kaki Asisten Jo terhenti saat Tuan Davin memanggilnya.


" Apa lagi Tuan ? " Asisten Jo mencoba terlihat ramah.

__ADS_1


" Jangan lama, sebelum jam setengah sepuluh kamu harus sudah kembali " Ucap Davin tanpa mengalihkan pandangan matanya dari berkasnya. Asisten Jo hanya mengiyakan kemudian berjalan keluar ruangan.


" Siapa yang ngidam, siapa yang direpotkan. Baru beberapa hari saja sudah sangat merepotkan seperti ini, bagaimana besok-besok ?! Mulai hari ini aku harus menyiapkan tenaga ekstra " Gerutu Asisten Jo sambil berjalan ke mobilnya. Diapun mencari mangga muda dan bumbu rujak pesanan manusia ngidam satu itu.


__ADS_2