
Davin memasuki lobby perusahaannya dengan Asisten Jo yang mengekor di belakangnya. Namun wajah Davin terlihat sangat tak bersahabat. Bahkan saat ada karyawan yang menyapa nya dia hanya dia sambil menatap tajam hingga membuat para karyawan itu ketakutan. Begitu sampai di ruangannya Davin langsung duduk di kursi kerjanya dan menatap lekat komputernya. Namun apa yang dia cari tidak dia lihat. Dia pun semakin mendesah frustasi.
" Anda baik-baik saja Tuan ? " Tanya Asisten Jo saat melihat Tuan Davin berulang kali mengusap keningnya.
" Entahlah Jo... apa Aluna tidak masuk kantor ini lagi ? "
" Belum tahu Tuan.. tapi belum ada surat pengunduran diri dari Nona Aluna Tuan "
" Apa jadwalku hari ini Jo ? "
" Habis ini ada rapat dengan Perusahaan Bimasakti di Restoran XX Tuan "
__ADS_1
" Ya sudah kita berangkat sekarang saja " Davin beranjak bangun kemudian berjalan keluar kantor namun sesaat setelah dia keluar dari lift ada seorang OB yang menabraknya dan minuman yang di bawa OB itu tumpah mengenai jas Tuan Davin. Raut muka Tuan Davin langsung memerah menahan amarah, sedangkan si OB menunduk ketakutan dan dia berulang kali meminta maaf.
" Kamu pikir jas saya ini murah ?! Bahkan gaji kamu berbulan-bulan saja tidak cukup untuk membayar jas saya ini ?! Kalau jalan pake mata ! kok bisa sih orang tidak profesional kaya kamu berkerja di perusahaan saya ! " Bentakan Tuan Davin mampu menyita perhatian seluruh karyawan yang ada di lantai itu tak terkecuali Aluna yang barus saja datang. Aluna menghela nafasnya kasar.
" Saya minta maaf Tuan... " Kata OB itu memelas.
" Kamu pikir dengan minta maaf maka akan mengembalikan jas saya menjadi bersih lagi !" Emosi Tuan Davin memuncak. Dia bahkan tidak menyadari kehadiran Aluna.
kenapa Tuan Muda emosinya sangat buruk hari ini. pikir Asisten Jo.
" Saya mohon jangan pecat saya Tuan.. saya butuh pekerjaan karena anak saya sedang sakit.. saya mohon Tuan maafkan saya " OB itu menitikkan airmata. Aluna yang melihatnya menjadi tidak tega. Sedangkan karyawan lainnya hanya diam karena mereka takut melihat kemarahan bos mereka.
__ADS_1
" Nona Aluna... " Panggil Asisten Jo saat melihat Aluna berjalan mendekat. Tuan Davin langsung mengalihkan pandangannya. tatapan matanya bertemu dengan mata Aluna yang sedang menatapnya dengan sangat tajam. Tuan Davin hanya diam namun tak sedikitpun mengalihkan pandangannya.
" Anda mulai bekerja lagi disini Nona ?" Tanya Asisten Jo sopan.
" Tadinya saya berniat untuk mulai kerja lagi tapi karena saya melihat sendiri bagaimana kejamnya bos disini maka saya akan mengundurkan diri " Kata Aluna tegas. Semua yang mendengar terkejut, mereka tidak menyangka Aluna akan seberani itu.
" Kamu pikir setelah kamu keluar dari kantor ini kamu akan diterima di kantor lain ? " Tanya Tuan Davin menantang. Dia pun berjalan mendekati Aluna.
" Dan kamu pikir aku takut walaupun kamu sudah memblacklist nama saya agar tidak diterima di kantor manapun ? menjadi seorang pemulung pun saya mau yang penting halal daripada harus bekerja dengan seorang bos yang tidak punya perikemanusiaan " Davin mengepalkan tangannya sampai kuku nya memutih mendengar ucapan Aluna.
" Kamu lupa ini kantorku ? Harusnya kamu hormat sama aku bukan malah menentangku " Bentak Davin marah. Aluna yang dibentak pun semakin menunjukkan raut muka bencinya.
__ADS_1
apakah yakin kalau mereka berjodoh ? Sedang bertemu saja mereka selalu berselisih seperti itu. tak ada satupun yang mau mengalah. pasti semua akan terkejut jika tahu dua minggu lagi mereka akan menikah.