Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
91


__ADS_3

otak berada di jalan buntu,,, maaf ya ceritanya ngebosenin banget,


yang punya kritik saran bisa dong kasih tau di komentar,author lagi tidak punya inspirasi, nulis gini berasa lagi nulis skenario sinetron. maafin author ya readers,, efek tanggal tua 😊😊 Happy reading gaes


🍀🍀🍀🍀🍀**


" Kurang ajar sekali kamu berani mengatakan itu pada istriku ! " Bentak Davin hendak memukul wajah Andre lagi, namun Aluna menahan tangan Davin.


" Sudahlah Vin,, jangan pakai kekerasan " Aluna menahan tubuh Davin yang hendak maju lagi.


" Kamu membela dia ?! Apa jangan-jangan kamu juga suka sama dia ! " Tuduh Davin membuat Aluna berdecak kesal. Asisten Jo menggeleng pelan melihat Tuan Mudanya yang benar-benar tidak bisa mengontrol emosi ataupun ucapannya saat sedang marah.


" Kalau aku suka sama Andre sudah dari dulu aku menerima dia. Tapi, aku justru membenci hatiku, kenapa aku bisa jatuh cinta pada orang yang jelas-jelas tidak bisa mengerti perasaanku ! " Ketus Aluna. Dia benar-benar kesal pada Davin yang tak pernah bisa mengontrol emosinya.


" Lihatlah Lun,, dia bahkan tidak bisa mengerti perasaan kamu, hanya bisa menyakiti kamu, kenapa kamu menolak orang yang tulus mencintaimu demi orang yang hanya bisa menyakitimu " Sindir Andre tanpa rasa takut. Grace yang sudah kalah dari Aluna, hanya diam tidak berani berkata-kata. Anak buah Davin langsung memukul Andre, hingga tubuh Andre babak belur.


" Davin ... sudah cukup ! Suruh anak buahmu berhenti atau aku akan meninggalkanmu lagi ! " Ancam Aluna membuat Davin dengan segera menyuruh anak buahnya untuk berhenti memukuli Andre.


" Jangan tinggalkan aku " Kata Davin lirih sambil memeluk erat tubuh Aluna. Dia sungguh takut kehilangan Aluna lagi.


" Ndre ...." Davin melepaskan pelukannya saat Aluna memanggil nama Andre.


" Maaf .... kalau dari dulu aku tidak bisa membalas perasaanmu. Kamu tahu kan hati seseorang tidak akan pernah bisa di paksa. Dia jatuh pada hati siapa pun kita tidak bisa menyangkalnya. Aku juga tidak menyangka bisa jatuh cinta pada Davin, orang yang dulu sangat kubenci " Aluna menghentikan ucapannya. Semua terdiam mendengarkan Aluna.


" Aku tahu Ndre kamu pasti akan bahagia walau tidak bersamaku, terimakasih sudah mencintaiku tapi maaf aku tidak bisa membalas perasaanmu. Aku sudah mencintai Davin, Dia suamiku dan selamanya akan begitu " Kata Aluna lembut sambil menatap mata Davin dalam. Davin begitu bahagia mendengar ucapan Aluna, dia langsung menghujani pipi Aluna dengan ciuman hingga membuat Aluna begitu malu. Saat suasana hening, datang beberapa polisi kemudian memborgol tangan Andre dan Grace. Mereka berdua hanya pasrah saat digiring polisi, karena mereka sudah tidak bisa membela diri.

__ADS_1


" Terimakasih sayang.. sudah bersedia menerimaku " Davin mengecup puncak kepala Aluna. Dia tersenyum bahagia


🍀🍀🍀🍀🍀


Kantor Alexander Grup


Davin duduk di kursi kebesarannya sedangkan Aluna duduk di sofa dengan muka ditekuk. Asisten Jo menghela nafas panjang karena sepertinya sampai kapanpun mereka berdua akan selalu seperti itu. Sama-sama beda pendapat dan tidak mau mengalah. Karena mereka sama-sama keras kepala.


" Pokoknya kamu harus jadi sekertarisku atau tidak usah bekerja sama sekali ! "


" Gak !! Itu bukan bidangku, aku tetap akan berada di divisiku dulu " Aluna melipat kedua lengannya. Kesal.


" Kamu tuh sekali-kali nurut sama suami bisa enggak si ! " Davin begitu gemas sama Aluna yang selalu menguji kesabarannya.


" Apa kamu tidak mau ? 24 jam selalu berada di sampingku ?? " Davin meninggikan suaranya. Membuat Aluna semakin merasa sebal.


" Tuan.. Nona " Panggil Asisten Jo pelan menghentikan perdebatan mereka.


" Apa ??! " Sahut Davin dan Aluna bersamaan.


" Apa kalian tidak lelah selalu bertengkar seperti ini ? Saya sarankan lebih baik Tuan menaruh kasur di ruangan ini " Saran Asisten Jo. Davin menatap Asisten Jo bingung.


" Tuan,, jika duduk bersama tidak bisa menyelesaikan masalah, saya yakin dengan tidur bersama masalah itu akan langsung selesai Tuan " Davin melempar pulpen yang di pegangnya ke arah Asisten Jo.


" Tau apa kamu soal seperti itu. Kamu kan jomblo ngenes " Ledek Davin membuat Asisten Jo berdecak kesal.

__ADS_1


" Kalau anda tidak percaya, anda bisa mencobanya Tuan "


" Lebih baik memang Nona Aluna berada di posisinya semula Tuan " Tambah Asisten Jo.


" Kenapa kamu tidak membelaku ?? Justru setuju saja Aluna menjadi bawahanku. Ingat Jo, Aluna itu istriku, dia majikanmu jadi jangan sembarangan kamu Jo " Bentak Davin kesal.


" Anda tidak bersama Nona Aluna dua puluh empat jam saja selalu bertengkar seperti ini, Apalagi jika Nona Aluna menjadi sekertaris anda dikantor, dirumah dia sebagai istri anda, saya yakin kepala saya bisa pecah mendengar kalian yang selalu bertengkar setiap waktu " Cibir Asisten Jo. Davin dan Aluna hanya diam.


" Walaupun Nona Aluna tidak di samping anda dua puluh empat jam, anda tetap bisa mengawasi Nona Aluna seperti biasa Tuan " Aluna mengerutkan kedua alisnya mendengar ucapan Asisten Jo.


" Mengawasi seperti biasa ? " Aluna bertanya bingung. Davin menatap Asisten Jo tajam sedangkan si asisten merasa sangat gugup karena keceplosan.


" Emm ... gak papa sayang, oke deh kalau kamu mau di divisi kamu yang dulu, tapi kamu harus janji jangan nakal ya " Davin bicara dengan lembut, namun Aluna justru semakin curiga.


" Aku tahu kamu pasti menyembunyikan sesuatu dari aku " Aluna marah kemudian hendak berlalu pergi, namun Davin menahan tangan Aluna.


" Kamu keluarlah Jo, dan dalam waktu satu jam kedepan saya tidak menerima tamu satupun " Perintah Tuan Davin, Asisten Jo hanya berdecih sebal kemudian berlalu pergi.


" Anda akan langsung mempraktekan saran saya Tuan ?? " Sindir Asisten Jo sambil keluar dari ruangan itu. Ketika Asisten Jo sudah keluar, Davin langsung mengunci rapat pintu ruangannya.


Berdua bersama Davin dengan pintu ruangan yang terkunci membuat perasaan Aluna menjadi tidak nyaman. Dia memundurkan langkahnya saat Davin mendekatinya. Hingga tubuhnya berhenti dan bersandar di tembok. Davin menghimpit tubu Aluna, memasukan satu kakinya di sela-sela kedua kaki Aluna, membuat Aluna benar-benar tidak bisa berkutik.


" Aku akan mengizinkanmu bekerja di divisi mu lagi tapi kamu harus memuaskanku sekarang sayang,, kita buktikan ucapan Jo, Jika duduk berdua tidak menyelesaikan masalah kita, bagaimana kalau kita menyelesaikan dengan bercinta " Bisik Davin lirih, kemudian mengecup leher Aluna dengan lembut membuat Aluna begitu terbuai dan tubuh Aluna bergejolak hebat. Dan pergumulan panas itu pun terjadi di ruangan kerja Davin, entah itu di sofa bahkan di meja kerja Davin. Seketika ruangan itu penuh dengan desahan dan erangan dua insan yang sedang berusaha mencapai klimaks bersama.


Buntu gaes.. otak author buntu sekali jadi ceritanya gak jelas gini, maafin author ya gaes...

__ADS_1


__ADS_2