
Asisten Jo berjalan memutari keempat karyawan yang sedang menunduk takut itu. Asisten Jo bisa melihat tubuh mereka yang gemetar.
" Ma-maafkan kami Tuan " Ucap salah satu dari mereka terbata.
" Apakah kata maaf cukup untuk membalas kelancangan kalian menghina Nyonya Muda Alexander ?! " Tanya Asisten Jo dengan penuh intimidasi.
" Maaf Tuan, Kami tidak tahu kalau Aluna adalah Nyonya Muda Alexander " Jawab salah satu di antara mereka. Asisten Jo menunggingkan senyumnya.
" Tapi bukan berarti kalian bisa menghina orang sembarangan ! " Mereka kembali menunduk tanpa berani menjawab.
" Karena Tuan Muda dan Nyonya Muda sedang bahagia, maka hukuman kalian akan kami ringankan " Ucap Asisten Jo membuat mereka menghembuskan nafas lega.
" Kalian akan dipindahtugaskan ke papua dan tidak bisa kembali ke sini bagaimanapun caranya " Ucap Asisten Jo di sertai seringai tipis.
" Tapi Tuan.... "
" Karena kalian menolak maka kalian dipindahtugaskan ke daerah yang masih sangat terpencil "
" Maafkan kami Tuan.... " Mata mereka berkaca-kaca tapi Asisten Jo tidak peduli karena baginya kehormatan keluarga Alexander adalah yang utama.
" Segera siapkan barang-barang kalian. Nanti sore kalian akan berangkat. Jangan mencoba kabur, karena kemanapun kalian pergi, pihak kepolisian akan menemukannya. " Kata Asisten Jo sambil beranjak pergi meninggalkan mereka berempat. Setelah kepergian Asisten Jo, tubuh mereka langsung luruh ke lantai begitu saja. Bahkan, airmata membasahi pipi mereka. Kini mereka hanya bisa pasrah, karena mau bagaimanapun mereka tidak akan pernah bisa lari dari hukuman keluarga Alexander itu.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
" Kamu sudah siap sayang ? " Tanya Davin sambil masuk ke ruang rias. Aluna yang baru selesai memakai gaun langsung menoleh ke arah Davin. Davin terpaku begitu melihat Aluna yang begitu cantik. Walau hanya riasan natural tapi mampu menghipnotis Davin.
" Apa aku jelek mas ? " Tanya Aluna lirih. Jujur, dia tidak percaya diri memakai gaun seperti itu. Davin berjalan mendekati Aluna kemudian memegang kedua bahu Aluna.
" Kamu cantik sekali sayang, aku sampai terpesona padamu " Puji Davin hingga wajah Aluna semakin terlihat merona.
" Apa bayi kita baik-baik saja kalau kamu memakai gaun seketat ini ?" Tanya Davin cemas. Aluna memegang pipi Davin dan memberikan kecupan singkat.
" Sayang kamu menciumku " Kata Davin sumringah sambil memegang bekas kecupan Aluna di pipinya. Sungguh, Davin sangat menyukai Aluna yang sekarang lebih lembut.
" Andai tidak ada acara penting, aku akan memakanmu saat ini juga sayang " Bisik Davin di telinga Aluna namun mampu membuat tubuh Aluna meremang.
__ADS_1
" Ehemm ehem ehem " Asisten Jo berdehem tiga kali membuat Davin mengepalkan tangannya erat.
" Jo.. kenapa kamu selalu merusak momen romantisku. Apa kamu kurang kerjaan ! " Davin merasa sangat kesal kepada asisten kurang ajarnya itu.
" Saya sudah terlalu banyak kerjaan dari anda Tuan. Kalian berdua sudah dipanggil Tuan Doni karena lima menit lagi acara akan dimulai. Jadi saya harap, Tuan Muda berhentilah mengajak Nona Aluna berolahraga. " Sindir Asisten Jo semakin membuat Davin menggeram kesal.
" Aku benci mulutmu itu Jo ! " Bentak Davin. Dia menggandeng tangan Aluna kemudian menuntunnya pelan menuju ke tempat acara itu. Sedangkan, Asisten Jo mengekor di belakang mereka berdua.
Sesampainya di tempat acara itu, Davin yang masuk bergandengan tangan dengan Aluna langsung menjadi pusat perhatian. Apalagi wajah Aluna yang terlihat begitu cantik dan anggun. Davin dan Aluna langsung duduk di antara keluarga Alexander dan Bagaskara. Sedangkan, Asisten Jo berdiri di belakang Tuan dan Nona Mudanya itu.
" Selamat malam semua awak media manapun dan apapun. Disini saya Doni Alexander akan mengumumkan bahwa Davino Alexander, anak bungsu saya sudah menikah dengan Aluna Salsabila, anak perempuan Tuan Bagaskara. " Semua tercengang mendengar pernyataan Tuan Doni itu.
" Kapan mereka melangsungkan pernikahan Tuan ? " Tanya salah seorang wartawan di antara mereka.
" Hampir tujuh bulan ini dan sekarang Aluna sedang mengandung calon cucu kami " Jawab Tuan Doni bahagia.
" Wah selamat Tuan. Semoga ibu dan calon bayinya sehat " Semua mengamini doa itu.
" Jadi Nona Aluna ini adalah anak perempuan Tuan Bagas yang disembunyikan identitasnya selama ini ? "
" Iya, Aluna adalah anak perempuan saya " Jawab Tuan Bagas sambil tersenyum simpul.
" Mohon maaf, tidak semua masalah pribadi keluarga saya akan saya publikasikan. ada hal-hal yang harus saya sembunyikan dari publik bukan karena hal buruk tapi karena itu adalah privasi keluarga saya." Jelas Tuan Bagas.
" Saya rasa cukup sampai disini saja, saya tidak mau istri saya kelelahan. Silahkan kalian menikmati hidangan yang telah tersaji. Saya ucapkan terima kasih. " Davin langsung menyudahi acara itu karena dia khawatir wartawan-wartawan itu akan semakin bertanya yang tidak-tidak. Dia tidak mau Aluna tertekan. Davin menggandeng tangan Aluna menuju meja makan yang telah tersaji berbagai hidangan makanan di atasnya.
" Kamu mau makan sama apa mas ? " Tanya Aluna sambil mengambil piring dan dia isi dengan nasi.
" Sayang aku pengen makan telur gosong kaya kemaren " Jawab Davin manja. Semua tertegun mendengar permintaan Davin.
" Mas... jangan aneh-aneh. Disini mana ada telur gosong. Lihat makanan ini sangat enak, lebih lebih sekali enaknya daripada telur gosong " Aluna berusaha merayu, walaupun dihatinya dia mengumpati suaminya itu.
" Tuan, Nyonya saya mau pamit ke toilet " Asisten Jo berdiri dari duduknya.
" Mau kemana kamu Jo ?" Tanya Davin menahan langkah kaki Asisten Jo.
__ADS_1
" Toilet Tuan, bukankah anda tadi sudah mendengar " Asisten Jo tidak berani menatap Tuan Mudanya itu.
" Aku tahu itu hanya akal-akalanmu saja Jo. Kamu mau lari dari tanggung jawab kan " Tuduh Davin membuat Asisten Jo menghela nafas panjang.
" Tanggung jawab apa Tuan ? Saya tidak merasa melakukan apapun " Elak Asisten Jo.
" Jo.... "
" Tuan, saya sudah sangat kebelet. Kalau saya sampai kencing di celana bagaimana ? " Tanya Asisten Jo berusaha terlihat tenang menutupi hatinya yang dongkol.
" Salah sendiri gak mau pake popok " Jawab Davin asal membuat yang mendengarnya berusaha menahan tawanya.
" Sabar ya Jo... kamu berasa jadi suami yang sedang menghadapi istri yang sedang ngidam " Nyonya Anita berusaha menenangkan Asisten Jo.
" Maaf Tuan ,Nyonya saya mau ke toilet dulu, rasanya sudah di ujung " Kata Asisten Jo sambil berlari menuju toilet. Semua menertawakan tingkah Asisten Jo itu.
" JOOOOO...... Jangan lupa ambilkan aku telur gosong " Teriak Davin namun Asisten Jo tidak peduli.
" Sudahlah mas, kita suruh pelayan saja yang membuatnya " Aluna mengusap punggung Davin.
" Tapi sayang.... "
Cup. Aluna mengecup pipi Davin untuk menghentikan Davin yang hendak merajuk lagi.
" Diam atau kamu tidur di luar kamar " Ancam Aluna membuat Davin seketika diam dan menurut.
" Semenjak hamil kamu jadi benar-benar berubah Vin " Ucap Marvel sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Semua pun mengangguk setuju.
Sedangkan Asisten Jo yang sudah sampai di toilet langsung menghembuskan nafas lega.
...Akhirnya aman juga, bisa lepas dari manusia ngidam satu itu. Lebih baik menjauh daripada harus jadi sasaran. ...
***ada yang sudah baca karya saya yang lainnya ? Masih pada gas tipis-tipis ya
Masih fokus ama Abang Davin dan asisten kurang ajarnya.
__ADS_1
happy reading gaes...
salam Author recehan***