Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
EP 03


__ADS_3

Satu Minggu kemudian


Keluarga Alexander sedang sibuk melakukan persiapan acara aqiqah untuk Baby Al. Semua keluarga sudah berkumpul di mansion Alexander termasuk keluarga Bagaskara. Ardian yang sedang libur magang pun ikut bergabung bersama mereka.


"Kak, begah banget rasanya, jangan-jangan udah mau lahiran," kata Aluna saat melihat Sisil berkali-kali mengambil nafas panjang.


"Semoga aja lahirannya waktu acara aqiqah baby Al sudah selesai," semua mengamini doa Sisil. Ronal pun sudah menjadi suami yang sangat siaga. Dia tidak pernah jauh dari istrinya itu.


"Baby Queen mana?" tanya Aluna saat tidak melihat keponakan cantiknya yang sudah pandai merangkak itu.


"Lagi ganti baju, bentar lagi kan acaranya mau di mulai," jawab Nyonya Anita.


Tuan Andri bersama keluarganya baru saja hadir termasuk Asisten Jo, Mila, Rayhan dan Ibu Eni. Kini Mansion itu telah ramai karena keluarga Alexander juga mengundang 500 anak yatim. Begitu semua sudah siap, Acara aqiqah itupun dimulai. Mulai dari pembacaan ayat suci Alqur'an, sambutan, pencukuran rambut bayi dan pengesahan nama, dan pengajian. Acara itu berjalan dengan lancar. Kini bayi itu telah resmi bernama Alvino Putra Alexander. Saat semua orang sedang menikmati hidangan yang di sajikan, tiba-tiba Sisil merasakan perutnya begitu sakit. Ronal pun terlihat begitu cemas. Keluarga Bagaskara langsung membawa Sisil ke rumah sakit karena sepertinya dia akan segera melahirkan. Mereka yang menunggu di rumah hanya mendoakan semoga Sisil melahirkan dengan selamat dan bayinya lahir dengan sehat.


🍀🍀🍀🍀🍀


"Kapan kamu akan menyusul memiliki bayi Jo?" tanya Davin saat mereka masih duduk berkumpul di ruang keluarga meski acara itu telah selesai.


"Tuan, anda jangan lupa saya menikah baru saja satu minggu yang lalu," ketus Asisten Jo. Dia masih merasa jengkel dengan Tuan Mudanya itu, karena semenjak percakapan tempo hari di rumah sakit kini Rayhan selalu merengek meminta adik bayi seperti baby Al hingga Asisten Jo maupun Mila bingung bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Rayhan.


"Aku tidak lupa Jo, aku hanya ingin kamu berusaha lebih giat lagi agar keinginan Rayhan memiliki adik bayi lekas terpenuhi," sahut Davin dengan nada menggoda.

__ADS_1


"Saya selalu berusaha dengan giat Tuan," timpal Asisten Jo.


"Sudahlah mas, gak capek apa ribut terus," Aluna berusaha menengahi dua manusia yang tidak pernah akur itu. Davin dan Asisten Jo pun menghentikan perdebatan mereka. Saat jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, mereka semua berpamitan pulang.


"Dia tertidur?" tanya Asisten Jo saat melihat Rayhan tertidur di pangkuan Mila.


"Iya mas, sepertinya dia sangat kelelahan," jawab Mila sambil mengusap rambut Rayhan dengan lembut. Asisten Jo pun kembali fokus pada jalanan. Sesampainya di rumah, mereka langsung masuk ke dalam rumah. Asisten Jo mengambil alih Rayhan ke dalam gendongannya. Rayhan tidur bersama Ibu Eni, karena belum ada satu minggu mereka menempati rumah itu, Rayhan belum berani tidur sendiri. Setelah menidurkan Rayhan di tempat tidur, Mila dan Asisten Jo berpamitan ke kamar karena sudah sangat lelah.


"Aku mau mandi dulu mas, tubuhku rasanya lelah sekali," pamit Mila sambil mencari handuk bersih di lemari pakainnya.


"Jangan mandi," Asisten Jo memeluk Mila dari belakang." Mandi malam hari tidak baik untuk kesehatan, kita mandi besok pagi saja," bisik Asisten Jo di telinga Mila hingga Mila merasakan tubuhnya meremang. Mila menghela nafas panjang, dia tahu akan bagaimana akhirnya jika mereka sudah seperti ini.


"Mas aku lelah sekali," Mila menolak dengan halus.


"Kita beneran mau langsung tidur kan?" tanya Mila heran. Asisten Jo yang sudah merebahkan tubuhnya di samping Mila, langsung memeluk istrinya itu dari samping.


"Tentu saja, memang kamu mau yang lain?" goda Asisten Jo seraya mencium puncak kepala Mila.


"Tidak, aku merasakan tubuhku sangat lelah sekali," Mila menghela nafas lega karena Asisten Jo tidak mengajaknya berolahraga tanpa busana.


"Ya sudah sini aku pijat," tawar Asisten Jo. Mila langsung membalikkan badannya menatap suaminya itu.

__ADS_1


"Kamu yakin mas? apa kamu tidak lelah?" tanya Mila menyakinkan.


"Apa sih yang enggak buat istriku," goda Asisten Jo membuat wajah Mila langsung merona. Mila merasa sangat bahagia, dia tidur tengkurap.


"Buka bajumu dong, bagaimana caraku membalur minyak ini jika kamu masih berpakaian," ucap Asisten Jo sambil menunjukkan minyak Zaitun yang sudah berada di tangannya.


"Tapi Mas," Mila ragu namun menatap wajah Asisten Jo yang meyakinkan bahwa mereka tidak akan melakukan 'itu' membuat Mila akhirnya menurut. Dia membuka bajunya hingga tinggal meninggalkan bra dan CD nya karena tadi Mila masih memakai baju terusan. Asisten Jo membuka pengait bra itu dengan seringai tipis di bibirnya, Mila tidak mengetahui karena posisinya sudah tengkurap. Setelah pengait bra itu terbuka, Asisten Jo memberikan beberapa tetes minyak ke punggung Mila yang mulus itu. Mila memejamkan matanya merasakan tubuhnya sangat nikmat saat tangan Asisten Jo memijatnya dengan lembut.


"Bagaimana pijatanku? apakah enak?" tanya Asisten Jo sambil memijat punggung Mila dari atas ke bawah.


"Enak sekali mas, kamu seperti seorang pemijat profesional," sahut Mila sambil merasakan pijatan itu.


"Ini tidak gratis," ucap Asisten Jo dengan senyum licik.


"Eh!" Mila mulai merasakan perasaannya tidak enak saat tangan Asisten Jo mulai memijat sampai ke dua bukit kembarnya. Asisten Jo memijat lembut kedua bukit itu.


"Mas," desah Mila lirih. "Kenapa tanganmu jalan-jalan jauh sekali," protes Mila seraya menahan desahannya karena Asisten Jo terus memijat kedua bukit itu. Asisten Jo tidak menanggapi tapi dia langsung menindih tubuh Mila yang masih tengkurap.


"Mass, aku lelah," Mila berusaha menolak.


"Aku kan sudah memijat tubuhmu, sekarang giliranku meminta bayaranku," ucap Asisten Jo, dia mencium tengkuk Mila yang sengaja tidak dia beri minyak hingga membuat Mila mendesah pelan. Dia hendak menolak lagi, namun menerima sentuhan-sentuhan dari Asisten Jo tubuhnya seolah berkhianat. Dia merasa menginginkan lebih, apalagi Asisten Jo menyentuhnya dengan begitu lembut, membuat Mila menjadi benar-benar terbuai.

__ADS_1


"Ayo kita berusaha agar keinginan Rayhan cepat terpenuhi," bisik Asisten Jo pelan. Akhirnya, kata lelah itu berubah menjadi kata nikmat dimana kedua insan itu saling berbagi cairan dengan desahan dan erangan yang menghiasi malam panjang mereka.


__ADS_2