Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
141


__ADS_3

Suasana ruang tamu itu kini terasa sedikit canggung, bagaimana tidak? Davin dengan tanpa bersalah menganggu pasangan yang sedang berbahagia. Bahkan kini, tanpa rasa malu Davin bermesraan di depan Asisten Jo, Mila, dan Ibu Eni.


"Kamu gak malu mas?" Aluna melepaskan tangan Davin yang sedari tadi melingkar diperutnya.


"Biarkan saja Nona, bos mah bebas," sindir Asisten Jo, Davin hanya tersenyum mengejek. Dia tahu saat ini Asisten Jo pasti masih sangat jengkel dengannya.


"Pengertian sekali kamu Jo," puji Davin namun Asisten Jo hanya berdecih sebal.


"Kapan rencana kalian akan menikah?" tanya Ibu Eni. Asisten Jo menatap Mila yang masih menunduk.


"Secepatnya Nyonya, mungkin bulan depan," jawab Asisten Jo. Mila langsung menatap Asisten Jo penuh arti.


"Kenapa cepat sekali?" Mila hendak protes, baginya waktu satu bulan bukanlah waktu yang singkat untuk menyiapkan sebuah pesta pernikahan.


"Kamu tenang saja Mil, dia punya pasukan ghoib yang bisa mengerjakan sesuatu hal dalam waktu singkat," ledek Aluna seraya mengingat Asisten Jo yang bisa membuat satu ruangan di kantor Davin dalam waktu semalam.


"Pasukan ghoib?" tanya Mila bingung. Dia mengerutkan keningnya.


"Sudah jangan dengarkan pasangan mesum itu," Asisten Jo berusaha mengalihkan pembicaraan mereka.


"Jo, kamu punya dua pilihan. Pernikahanmu di percepat sebelum Aluna lahiran atau di perlambat setelah Aluna lahiran," Asisten Jo menatap kesal ke arah Tuan Muda yang semaunya sendiri itu. Kemudian dia menatap Mila meminta pertimbangan.


"Terserah anda saja Tuan," ucap Mila mengerti arti tatapan mata Asisten Jo.


"Dipercepat saja Tuan," jawab Asisten Jo mantap.


" Ya sudah, pernikahanmu akan di adakan besok,"


"Apa!!" semua terkejut mendengar ucapan Davin.


"Anda yang benar saja Tuan! anda pikir menikah tidak butuh persiapan?!" Tanpa sadar Asisten Jo bicara dengan nada tinggi kepada Davin karena kesal.


"Besok atau tidak sama sekali!" perintah Davin. Asisten Jo menghembuskan nafas kasar.


"Mas, kamu yang benar saja," kini Aluna yang protes. Namun, Davin hanya menyeringai tipis.


"Tuan.."


"PRANK!!" teriak Davin mengagetkan mereka semua. Aluna langsung mencubit perut Davin karena kesal hingga Davin mengaduh kesakitan.

__ADS_1


"Kamu kekanakan sekali mas," Cibir Aluna, Davin hanya menanggapi dengan tersenyum lebar.


"Maaf sayang, aku cuma mau balas dendam sama Jo. Dulu dia selalu meledekku, sekarang waktunya aku membalas,"


"Astaga.. saya tidak percaya kalau anda yang seperti ini sebentar lagi akan menjadi seorang ayah, Tuan." Asisten Jo menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Davin. Namun Davin tidak peduli.


"Karena perkiraan Aluna lahiran masih satu setengah bulan lagi, maka pernikahan kalian akan di adakan satu bulan lagi," ucap Davin serius. Asisten Jo langsung tersenyum simpul.


"Baik Tuan, terimakasih banyak,"


Mereka pun mulai membicarakan macam-macam. Mulai dari kapan lamaran resmi dan pernikahan itu akan di laksanakan. Aluna pun ikut sibuk dalam menyiapkan segalanya hingga Davin menjadi begitu khawatir.


"Sayang, kamu jangan terlalu kelelahan. Kasian anak kita," kata seperti itulah yang selalu keluar dari mulut Davin membuat Aluna selalu merasa kesal.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Satu bulan kemudian


Hari ini tepat hari dimana Asisten Jo dan Mila akan melakukan ijab kabul. Mila akan menggunakan wali hakim di pernikahannya,karena Asisten Jo sudah berusaha mencari ayah Mila ternyata ayah Mila sudah meninggal satu tahun yang lalu. Pernikahan itu akan di gelar dengan sangat mewah, karena setelah ijab kabul akan langsung di adakan resepsi. Semua orang terlihat sangat bahagia, hanya satu orang yang selalu merasa cemas. Siapa lagi jika bukan Tuan Davino Alexander. Dia selalu khawatir setiap melihat Aluna yang mulai kesusahan berjalan karena perut yang telah membesar. Dia melihat perut Aluna seperti hendak jatuh, itulah kenapa Davin selalu merasa khawatir walaupun perkiraan kelahiran masih dua minggu lagi.


"Kamu duduk saja sayang, jangan sampai kelelahan," suruh Davin cemas karena dari tadi dia melihat Aluna yang selalu berjalan kesana kemari.


"Baik mbak, sebentar lagi ya," ucap Aluna sambil memegang perutnya yang terasa kencang.


"Kamu baik-baik saja sayang?" tanya Davin khawatir.


"Iya mas, baby nya menendang kencang sekali," ucap Aluna sambil terus mengusap perutnya.


"Mungkin babynya kelelahan. Ayo aku bantu ke ruang make up," Davin menggenggam tangan Aluna, dia menuntun Aluna menuju ruang make up.


"Wah cantik sekali calon manten hari ini," teriak Aluna heboh saat masuk ke ruang make up, dia melihat Mila yang sudah dandan cantik.


"Kamu mau di make up seperti itu?" tanya Davin kepada Aluna sambil menunjuk Mila. Aluna menggeleng pelan.


"Gak! Aku mau dandan yang simpel aja," Aluna duduk di kursi, kemudian salah seorang perias handal mulai merias wajah Aluna. Riasan yang simpel namun mampu menampilkan kesan elegan. Davin pun terpukau melihat Aluna yang terlihat sangat cantik karena Aluna jarang sekali berdandan.


"Sayang, aku tidak mau kecantikanmu ini menjadi pusat perhatian banyak laki-laki," protes Davin.


"Mas, cuma hari ini aja, aku juga ingin terlihat cantik,"

__ADS_1


"Kamu selalu terlihat cantik di mataku sayang," puji Davin membuat wajah Aluna merona merah. Aluna kemudian memakai gaunnya, gaun yang telah di rancang khusus menyesuaikan tubuh Aluna.


"Wah, kayaknya sebentar lagi Nona akan lahiran. perutnya sudah ke bawah sekali," ucap penata rias itu. Aluna hanya menanggapi dengan senyuman. Dia memang merasa akhir-akhir ini, perutnya sering sakit tapi dia hanya diam, karena dia tidak mau keluarganya khawatir.


"Sayang, apa gaunnya terasa nyaman?" tanya Davin pelan. Aluna menggangguk pelan.


"Kalau tidak nyaman atau sakit kamu harus langsung bilang padaku ya,"


"Iya suamiku bawel," ucap Aluna gemas, Davin hanya terkekeh geli.


Davin dan Aluna masuk ke tempat acara, bergabung bersama keluarga Alexander dan Bagaskara juga Saputra.


"Mulai kerasa belum kak?" tanya Aluna saat duduk di samping Sisil yang juga tinggal menunggu kelahiran bayi mereka.


"Belum Lun, cuman kadang pegal-pegal aja. Kamu gimana?" tanya balik Sisil.


"Sama kak, tapi beberapa hari ini, baby nya aktif sekali. Hay baby Quenn, ayo ikut aunty," sapa Aluna kepada anak Marvel yang sedari tadi tersenyum ke arahnya.


"Gimana mau gendong Lun, perut kamu aja buncit gitu kaya badut," Ledek Ronal membuat Aluna mencebik kesal.


"Kakak gak lihat bini kakak juga sama kaya aku?"


"Iya juga sih, maafin ayah ya bunda," ucap Ronal sambil mengecup pipi Sisil yang sedang marah. Mereka pun terdiam saat suara pembawa acara mulai terdengar.


"Jangan grogi Jo. Hidup dan mati mu sedang di pertaruhkan," Goda Davin.


"Diamlah Tuan, jangan merusak konsentrasi saya," ucap Asisten Jo kesal.


Asisten Jo menjabat tangan penghulu itu, jujur dia sangat gugup, bahkan tangannya berkeringat.


"Sudah siap Tuan?" tanya penghulu itu. Asisten Jo.menghela nafas panjang kemudian mengangguk pelan.


"Bismillahirohmanirrohim....."


Hari ini author baik hati ya


Udah up 4 chapter


salam sayang dari Author recehan yang selalu menunggu dukungan dari semua pemirsah 😊

__ADS_1


__ADS_2