Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
EP 08


__ADS_3

"Ayah, kita mau kemana?" tanya Rayfan, dia duduk di dalam mobil bersama ayahnya.


"Nanti kamu akan tahu sendiri Fan," Tuan Kevin fokus pada jalan di depannya.


"Yah, Rayfan punya temen satu kelas namanya Rayhan. Banyak yang bilang kita berdua mirip. Waktu lihat dia, sini Rayfan rasanya deket banget," ucap Rayfan sambil memegang bagian dadanya. Tuan Kevin hanya menanggapi dengan senyuman. Beberapa saat kemudian mobil Tuan Kevin berhenti di sebuah rumah mewah. Rayfan menatap bingung ke arah rumah yang terasa asing untuknya.


"Ini rumah siapa yah?" tanya Rayfan ingin tahu. Namun, Tuan Kevin tidak menjawab. Mobilnya memasuki pelataran rumah itu.


"Selamat datang Tuan," sapa Mila yang telah menunggu mereka di depan rumah.


"Terimakasih sambutannya Nona cantik," goda Tuan Kevin membuat wajah Mila merah merona.


"Ehem! gak usah kegenitan!" Mila terkejut melihat Asisten Jo telah berdiri di belakangnya.


"Maaf mas, kamu kan tahu kalau aku suka khilaf kalau lihat pria tampan," ucap Mila tanpa dosa. Dia lupa kalau itu justru membuat Asisten Jo semakin terbakar api cemburu. Asisten Jo menyentil kening Mila dengan gemas.


"Sakit suamiku sayang, kamu kasar sekali sama istrimu yang cantik ini," Mila mengusap keningnya.


"Percaya diri sekali!" cibir Asisten Jo.


"Kamu itu lucu mas, aku bilang aku cantik di protes percaya diri sekali. Ada pria lain bilang aku cantik eh marah tapi kamu sendiri gak pernah puji aku cantik," cerocos Mila, Asisten Jo langsung menutup mulut Mila dengam telapak tangannya.


"Ini mulut rel kereta api! gak ada berhentinya,"


"Kalian ini benar-benar pasangan unik," sela Tuan Kevin memutuskan perdebatan pengantin baru itu. Asisten Jo dan Mila pun menyuruh Tuan Kevin dan Rayfan masuk.


"Rayhan, sini sayang," panggil Mila saat Rayhan sedang duduk di depan TV.


"Bunda, itu teman sekolah Rayhan?" tanya Rayhan sambil menatap Tuan Kevin dan Rayfan bergantian. Tuan Kevin menatap lekat ke arah Rayhan, anaknya yang telah lama hilang dari pelukannya. Matanya berkaca-kaca, sedangkan Rayhan dan Rayfan saling menatap penuh arti.

__ADS_1


"Sayang, ini namanya ayah Kevin dan ini Rayfan kakak kamu," ucap Mila pelan.


"Ayah?" tanya Rayhan bingung. Dia langsung berlari pangkuan Asisten Jo.


"Ini ayah Rayhan, ayah Jo," ucap Rayhan sambil memeluk Asisten Jo erat.


"Rayhan, sini nak sama ayah. Ayah sudah rindu sekali sama kamu," pinta Tuan Kevin. Suara Tuan Kevin terdengar bergetar karena menahan tangis. Rayhan menggeleng cepat.


"Ayah, Rayhan gak mau sama om itu," rengek Rayhan dengan menunjuk Tuan Kevin. Asisten Jo kini memeluk Rayhan yang mulai menangis, sedangkan Tuan Kevin merasakan hatinya sakit karena di tolak oleh Rayhan.


"Sayang, dia bukan om, dia itu ayah kamu," Asisten Jo berusaha memberi pengertian namun Rayhan kembali menggeleng dengan cepat.


"Rayhan, ini ayah sayang. Ayah rindu sekali dengan kamu," ucap Tuan Kevin sambil menangis, antara tangis bahagia karena bisa menemukan Rayhan dan tangis sedih karena Rayhan belum mau menerimanya.


"Tuan, lebih baik anda dekati Rayhan perlahan. Anak sekecil ini pasti belum paham, apalagi sejak lama tidak melihat anda jadi dia masih merasa asing dengan anda," saran Mila saat melihat Rayhan yang berkali-kali menolak Tuan Kevin.


"Rayhan punya banyak mainan, ayo ajak temen Rayhan main," suruh Asisten Jo lembut. Rayhan pun turun dari pangkuan Asisten Jo.


"Ayo kita main, aku punya pesawat terbang yang besar," ajak Rayhan, kedua tangannya terbuka lebar seolah menunjukkan pesawat yang besar. Rayfan menurut, dia berjalan mengikut di belakang Rayhan menuju ruang bermain di rumah itu.


"Saya tidak menyangka, jika saya benar-benar bisa melihat Rayhan," ucap Tuan Kevin terharu saat melihat Rayhan dan Rayfan berjalan meninggalkan mereka.


"Ya, anda harus mendekatinya perlahan. Saya yakin, Rayhan pasti lama-lama akan menerima anda sebagai ayahnya,"


"Kalau begitu, saya akan kesini setiap hari,"


"Tidak!" tolak Asisten Jo mentah-mentah dengan wajah marah. Mila dan Tuan Kevin menatap heran ke arah Asisten Jo.


"Kenapa mas?" tanya Mila bingung.

__ADS_1


"Anda boleh kesini kalau Rayhan sedang bersama ibu mertua saya. Saya tidak ingin anda setiap hari bertemu istri saya," jelas Asisten Jo membuat mereka berdua menggelengkan kepala tak percaya.


"Tuan Johan, saya kesini hanya untuk melihat Rayhan. Tidak ada dalam kamus saya merebut istri orang lain," timpal Tuan Kevin namun seolah tak menyurutkan amarah Asisten Jo.


"Kamu cemburuan sekali sih mas?" tanya Mila dengan nada menggoda. Dia memegang lengan Asisten Jo lalu mencium lembut pipi Asisten Jo.


"Kamu itu suka khilaf kalau lihat pria tampan. Bukankah kamu sering bicara begitu? Bisa jadi kamu tergoda dengan duda satu ini," tukas Asisten Jo membuat Mila terkekeh geli.


"Suamiku sayang, aku memang suka khilaf lihat pria tampan tapi kamu harus percaya kalau cintaku padamu sudah terpatri kuat di hatiku," gombal Mila, membuat wajah Asisten Jo bersemu merah.


"Mulutmu gombal sekali," Asisten Jo berbalik mencium Mila.


"Aku tidak akan berpindah ke lain hati. Walaupun banyak pria yang lebih tampan darimu di sampingku termasuk Tuan Kevin ini, Eh!" Mila menghentikan ucapannya karena merasa telah salah bicara. Asisten Jo menatap tajam ke arah Mila.


"Maaf sayang, walaupun aku suka terpesona pada pria-pria tampan tapi aku takkan pernah tergoda paling aku cuma ngelirik saja," ujar Mila sambil tersenyum lebar.


"Diamlah! Kamu benar-benar menyebalkan!" kesal Asisten Jo. Mila langsung memeluk erat tubuh Asisten Jo.


"Jangan marah, kalau marah kamu tidur di luar kamar saja," ancam Mila. Asisten Jo langsung membalas pelukan Mila, sedangkan Mila tersenyum tipis di pelukan Asisten Jo.


"Kalian berdua benar-benar membuatku iri," ucap Tuan Kevin. Dia bangkit dari duduknya, Mila langsung melepaskan pelukannya.


"Anda mau kemana Tuan?" tanya Mila saat Tuan Kevin berjalan masuk.


"Lebih baik saya melihat kedua anak saya daripada melihat kalian bermesraan," sindir Tuan Kevin, dia berjalan masuk ke ruang bermain dan melihat Rayhan dan Rayfan sedang bermain bersama.


Jes, aku sudah memenuhi janjiku padamu bahwa aku akan menemukan Rayhan kita. Rayhan kita yang telah lama hilang. Dia baik-baik saja, dia dirawat oleh orang baik. Kamu harus bahagia di surga Jes, kamu harus tidur dengan tenang karena Rayhan dan Rayfan kini telah bersama. Bahkan, mereka berdua sekolah berada dalam satu kelas. Jes, Aku mencintaimu meski aku tak bisa lagi memeluk ragamu. Aku janji akan menjaga dan merawat kedua anak kita dengan baik


Tuan Kevin mengusap airmata yang mengalir di pipinya. Setiap mengingat istri tercintanya, airmatanya selalu lolos begitu saja. Dia mengusap airmatanya dengan cepat saat Rayfan menatap ke arahnya. Dia tahu Rayfan sangat peka kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2