Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
EP 27


__ADS_3

Perusahaan Alexander Group


Davin yang sedang serius meneliti berkas-berkas merasa terganggu karena Asisten Jo yang terdengar berkali-kali menggerutu.


"Kamu kenapa, Jo? Semenjak kamu menikah dengan Mila, kamu jadi tertular aneh Jo," cibir Davin, Asisten Jo hanya diam tidak menanggapi.


"Kalau aku jadi kamu Jo. Istri kaya gitu mending ganti aja. Benar-benar langka," Davin mencoba memanasi Asisten Jo dan ternyata berhasil. Asisten Jo langsung menatap tajam ke arah Davin.


"Jaga bicara anda, Tuan! Saya tidak akan pernah berpisah dengan istri saya walaupun otaknya sedikit konslet," tegas Asisten Jo.


"Bukan sedikit Jo, tapi istri kamu benar-benar konslet,"


"Biar saja Tuan, saya mencintai istri saya sepenuh hati. Meskipun saya harus menggunakan kesabaran ekstra, bukankah anda dulu juga begitu," Asisten Jo menyeringai tipis, seolah mengejek Davin saat menghadapi Aluna dulu.


"Lha kalau cinta kenapa kamu terus-terusan menggerutu seperti itu?"


"Itu kan hak saya, Tuan. Saya hanya sedang kesal dengan istri saya, dia tiba-tiba bertanya suka permen rasa apa padahal dia tahu saya tidak suka permen," jelas Asisten Jo.


"Permen?" Davin menautkan kedua alisnya. " Kamu tidak bertanya permen apa?" tanya Davin lagi. Asisten Jo menggeleng.


"Dia hanya bertanya saya suka rasa apa, strawberry, banana, durian atau mint," sahut Asisten Jo, Davin langsung tersenyum tipis.


"Selamat mencoba hal baru, Jo." Asisten Jo langsung menatap Davin penuh tanya.


"Hal baru apa, Tuan?" tanya Asisten Jo bingung, bukannya menjawab Davin justru terbahak.


"Nanti kamu tahu sendiri, Jo." Asisten Jo hanya diam meskipun dia sebenarnya sangat penasaran, karena semakin dia bertanya, dia yakin Davin akan semakin mengejeknya.

__ADS_1


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


"Cacha belum tidur?" tanya Asisten Jo saat melihat Mila masih menggendong bayi mungil itu.


"Baru saja mas, biar terlelap dulu," jawab Mila sambil menimang baby Cacha. Asisten Jo tersenyum menatap istrinya itu, walaupun istrinya otaknya kadang tidak normal tapi Mila benar-benar bisa menjadi ibu hebat untuk anak mereka. Asisten Jo sudah menawari baby sitter, tapi Mila langsung menolak begitu saja karena dia ingin merawat anaknya sendiri.


"Jangan senyum gitu mas, aku takut hilang akal," Asisten Jo langsung memudarkan senyumnya. Istrinya benar-benar peninggi tensi darah paling efektif untuknya.


Setelah Cacha sudah benar-benar terlelap, Mila langsung menidurkannya di atas kasur. Asisten Jo menatap gerak-gerik Mila yang sedikit mencurigakan baginya.


"Mas, mau buka puasa tidak?" tanya Mila, dia duduk di samping Asisten Jo.


"Memang kamu sudah benar-benar bersih? Aku gak mau kamu terbangkan dan hempaskan aku dalam waktu bersamaan,"


"Tentu saja sudah mas, aku bahkan sudah siap lahir batin mas," sahut Mila meyakinkan. Tanpa basa-basi Asisten Jo langsung menarik tubuh Mila ke dalam pelukannya, dia mencium puncak kepala Mila dengan lembut.


"Aku juga berterima kasih mas, kamu sudah menerima aku apa-adanya," balas Mila, dia langsung mencium lembut bibir suaminya. Asisten Jo pun mengimbangi permainan lidah Mila, kedua tangannya memegangi pinggang Mila. Ciuman mereka terasa semakin memanas bahkan menuntut, Mila mengelus-elus dada bidang Asisten Jo dengan lembut, semakin membuat hasrat Asisten Jo naik ke ubun-ubun. Asisten Jo dengan lihai membuka piyama yang membalut tubuh Mila hingga mereka akhirnya tak berbusana sedikitpun. Asisten Jo membawa Mila dalam kungkungannya, namun saat hendak bereaksi, Mila menahan tubuh suaminya itu.


"Sebentar mas," Mila mendorong tubuh Asisten Jo dari tubuhnya, dia kemudian berjalan ke arah nakas dan membuka laci kecil di nakas itu.


"Aku mau pake ini, mas," kata Mila sambil menunjukkan sebuah kotak kecil bertuliskan mint di sana. Mata Asisten Jo langsung terbuka lebar.


"Kamu yang benar saja, Mil! Aku di suruh pake ginian?" teriak Asisten Jo kesal.


"Aku pengen tahu rasanya mas, katanya kamu suka rasa mint, ini aku beliin yang rasa mint." Jari Mila menunjuk tulisan mint di kotak itu. Asisten Jo mengusap wajahnya kasar.


"Kalau kamu gak suka, aku udah beli rasa lainnya kok mas, ini ada strawberry, banana, durian," celoteh Mila sambil membuka kresek kecil hitam itu. Mata Asisten Jo semakin terbuka lebar melihat banyak sekali kotak kecil di kresek itu.

__ADS_1


"Mila!" pekik Asisten Jo kesal. "Buat apa kamu beli seperti ini?!" tanya Asisten Jo dengan nada membentak.


"Aku cuma pengen tahu rasanya, mas. Kita kan belum pernah coba," sahut Mila lirih.


"Kamu mau tahu rasanya? Coba aja kamu ngupil pake sarung tangan, kira-kira enak enggak?"


"Ya enggak lah mas! Ngganjel," timpal Mila.


"Nah itu, kalau adikku pakai itu juga ngganjel. Lagian buat apa sih pakai kaya gituan, kita itu sudah sah suami istri," Asisten Jo benar-benar tidak habis pikir dengan istrinya itu.


"Aku cuma penasaran, mas. Kalau gak di pake, mau buat apa mas? Aku udah beli dua puluh bungkus lho mas. Kalau di buang kan sayang, harusnya uangnya bisa buat beli pemb**ut aku," Mila berkata dengan nada sedih.


"Astaga Mila! Salah kamu sendiri kan?! Buang saja semuanya, masalah sumpal lubang bocormu, biar aku yang beliin," ketus Asisten Jo.


"Kalau kamu gak mau ya udah, kamu gak usah ngajak aku ke Nirwana," ancam Mila namun Asisten Jo terlihat tidak takut.


"Kalau kamu gak mau, biar aku bermain dengan tante Citra atau tante-tante yang lain," kesal Asisten Jo, dia berjalan menjauh dari Mila hendak menuju ke kamar mandi.


"Mas! Jangan pergi," Mila mengejar suaminya itu, dia memegang lengan Asisten Jo yang sudah menghentikan langkahya.


"Jangan main sama tante Citra, aku juga pengen mas. Stok timun di kulkas lagi habis. Ayo! Kita main tanpa sarung," ajak Mila sambil menarik tubuh Asisten Jo.


"Timun buat apa?" tanya Asisten Jo bingung.


"Buat bikin acar mas,"jawab Mila asal. Begitu sampai di atas kasur, Mila langsung tidur terlentang, Asisten Jo menghembuskan nafas kasar, namun dia langsung menindih tubuh Mila.


"Maafkan aku ya mas, aku mencintaimu," bisik Mila, kembali mencium lembut bibir Asisten Jo untuk meredakan emosi suaminya yang sedang naik itu. Asisten Jo menjadi terbuai, dia pun mulai mengimbangi permainan Mila. Akhirnya malam itu menjadi malam panas untuk kedua insan yang saling merindu desahan itu.

__ADS_1


Selamat berbuka puasa Jo,


__ADS_2