Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
EP 32


__ADS_3

"Bunda, kenapa ayah belum pulang?" tanya Nathan saat mereka sedang duduk di depan Televisi.


"Sayang, ayah kan sedang perjalanan bisnis ke luar kota jadi satu minggu lagi baru pulang," jawab Mila lembut.


"Kenapa ayah tidak bilang kalau mau perjalanan bisnis? Biasanya ayah selalu berpamitan," Mila terdiam mendengar pertanyaan Rayhan. Sedangkan Ayu menatap majikannya dengan rasa penasaran. Dia tahu ada yang Mila sembunyikan dari anak-anaknya.


"Ayah ada urusan mendadak di kantor cabang, jadi ayah harus segera pergi tadi pagi, itulah kenapa ayah tidak berpamitan, kan kalian sedang sekolah," jelas Mila, dia berusaha terlihat tenang di depan anak-anaknya meskipun dalam hatinya dia merasakan gelisah yang tak terkira.


"Nyonya," panggil Ayu lirih, Mila langsung menoleh ke arah Ayu.


"Ada apa, Yu?" tanya Mila tanpa mengalihkan pandangannya dari ayu yang terlihat gugup.


"Tadi pagi, di sekolah ada pria asing yang berusaha mendekati Tuan Kecil Nathan, bahkan lelaki itu tahu semua identitas Tuan Kecil Nathan," jawab Ayu gugup. Mila terdiam, dia yakin lelaki asing itu pasti Dimas.


"Lain kali, kalau ada lelaki asing yang berusaha mendekati kalian, kalian langsung menjauh atau mencari tempat yang ramai ya, Yu," nasihat Mila, Ayu pun menggangguk pelan.


"Ayo, anak-anak sekarang tidur ya, sudah malam," suruh Mila namun semua bergeming pada posisinya.


"Bunda, karena ayah tidak pulang, bolehkan kita tidur bersama bunda?" tanya Rayhan pelan, Nathan pun ikut menatap penuh harap ke arah Mila.


"Boleh," jawab Mila singkat, wajah mereka berdua langsung terlihat begitu sumringah. Mereka pun langsung menuju ke kamar utama, beruntung sekali kasur di kamar itu merupakan kasur ukuran king size jadi muat untuk tidur mereka berempat bersama baby Cacha. Mila tidur di tengah, Nathan dan Rayhan di samping kanan Mila dengan guling di pojok agar Rayhan tidak terjatuh, sedangkan baby Cacha berada di sebelah kiri Mila. Mereka semua tidur saling memeluk, senyum bahagia terukir jelas di bibir Mila namun saat anak-anak telah terlelap, senyum Mila langsung memudar begitu saja. Mila turun dari kasur itu dengan perlahan, dia tidak ingin mengganggu tidur anak-anaknya. Mila berjalan pelan mendekati nakas, dia mengambil foto dirinya dan Asisten Jo yang terpajang di atas nakas itu, walaupun foto itu kecil namun mampu membuat hati Mila mencelos sakit.


"Kamu di mana, Mas? Apa kamu tidak merindukan aku dan anak-anak kita?" gumam Mila lirih, dia mengusap lembut foto itu, kemudian menatap ketiga anaknya yang sudah tertidur lelap.

__ADS_1


Sedangkan Asisten Jo yang mengamati CCTV rumahnya dari kamar hotel, dia meremas dadanya kuat. Dia merasakan hatinya begitu sakit, melihat Mila yang begitu sedih. Jujur, walaupun Mila selalu membuatnya kesal namun satu hari tidak bertemu saja sudah membuat dirinya sangat merindukan sosok Mila, apalagi dia melihat anaknya yang tidur berpelukan. Rasanya dia ingin sekali pulang malam itu juga tapi dia harus bertahan sebentar lagi, sampai dia tahu apa tujuan pertemuan Mila dan Dimas.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Asisten Jo menatap heran ke arah Aluna yang sudah menunggunya di pelataran Mansion Alexander. Begitu mobil itu berhenti di samping Aluna, Aluna langsung mengetuk pintu kaca mobil depan, Asisten Jo langsung keluar dan berdiri di samping Aluna.


"Selamat pagi Nona," Sapa Asisten Jo sopan.


"Pagi, Jo. Ada yang mau aku bicarakan sama kamu," kata Aluna, namun Asisten Jo langsung melengos.


"Maaf Nona, saya datang ke sini untuk menjemput Tuan Davin. Jika anda akan membahas persoalan rumah tangga saya, maka saya menolak dengan keras Nona. Biar itu menjadi urusan keluarga saya," kata Asisten Jo penuh penekanan. Aluna menghela nafas panjang, dia tahu Asisten Jo masih sangat marah Mila.


"Aku tidak akan ikut campur, Jo. Aku hanya mau bilang kalau apa yang kamu lihat tidak selalu seperti apa yang ada di pikiranmu. Jika kamu ada masalah, maka selesaikanlah Jo bukan malah menghindar,"


"Bukankah anda juga pernah seperti saya, Nona. Anda memilih pergi dari pada menyelesaikan masalah anda," sindir Asisten Jo. Aluna menghembuskan nafas kasar.


"Sudah, Tuan," Asisten Jo membuka pintu mobil, sedangkan Aluna hanya diam pada posisinya.


"Aku berangkat sayang, aku mencintaimu," ucap Davin lembut, dia mencium puncak kepala Aluna kemudian masuk ke dalam mobil. Setelah Davin duduk, Asisten Jo pun ikut masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil itu menuju Alexander Group.


"Jo, aku tidak suka saat kamu mengungkit-ungkit masa lalu aku dan Aluna," kata Davin. Asisten Jo menatap Davin dari kaca depan dalam mobil.


"Saya juga tidak suka saat Nona Aluna mengungkit tentang rumah tangga saya, Tuan," timpal Asisten Jo dengan nada kesal.

__ADS_1


"Istriku bukannya mau ikut campur, dia hanya akan meluruskan kesalahpahaman di antara kamu dan Mila," ucap Davin sambil menyandarkan kepalanya, Aluna sudah menceritakan semua yang dia dengar dari Mila semalam.


"Anda yakin itu hanya kesalahpahaman Tuan? Anda yakin apa yang anda dengar dari Nona Aluna itu memang kenyataan yang sebenarnya?" tanya Asisten Jo berusaha memojokkan Davin.


"Harusnya kamu yang lebih tahu jawabannya, Jo. Semua tergantung dari kepercayaanmu dan rasa sayangmu pada Mila," Asisten Jo terdiam mendengar jawaban Davin.


"Apa kamu sudah meminta penjelasan dari Mila?"


Deg. Tubuh Asisten menegang, memang seharusnya dia mendengarkan penjelasan dari Mila terlebih dahulu, tapi melihat Mila bersama Dimas bahkan Dimas memegang kedua bahu Mila membuat amarah Asisten Jo langsung naik begitu saja.


"Tuan, sebenarnya saya percaya dengan istri saya, tapi saya sedang menyelidiki apa motif Dimas mendekati Mila," kata Asisten Jo lirih.


"Dimas hanya ingin meminta maaf pada Mila," sahut Davin namun Asisten Jo diam tidak menanggapi. Suasana di mobil itu kembali hening.


Begitu sampai di depan perusahaan Alexander Group,Asisten Jo langsung menghentikan mobilnya karena Dimas menghadang di depan mobil Davin.


"Kita perlu bicara, Tuan," kata Dimas saat kaca mobil itu telah terbuka.


"Aku bukan orang yang memiliki banyak waktu untuk meladeni orang sepertimu!" ketus Asisten Jo.


"Tapi kita harus meluruskan kesalahpahaman ini, Tuan," Dimas memohon pada Asisten Jo.


"Jo, temuilah dia. Masalah itu ada untuk di selesaikan. Kamu harus menyelesaikan secepat mungkin, jangan sampai masalah kecil menjadi besar bahkan bisa merusak rumah tanggamu," nasihat Davin. Asisten Jo menghela nafas panjang sedangkan Dimas masih terdiam menunggu jawaban Asisten Jo.

__ADS_1


"Restoran XX saat jam makan siang," kata Asisten Jo datar. Dia langsung menutup kaca mobil itu dan melajukan mobil itu masuk ke Perusahaan Alexander.


"Semoga masalahmu cepat selesai, Jo," Davin menepuk pundak Asisten Jo sebelum turun dari mobil. Asisten Jo hanya menanggapi dengan anggukan pelan.


__ADS_2