Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
103


__ADS_3

Tokk tokk tokk


Pintu ruangan Davin diketuk dari luar, dengan segera Asisten Jo membukakan pintu itu dan melihat Dokter Renard yang berdiri di balik pintu. Asisten Jo langsung menyuruh Dokter Renard masuk.


" Anda kenapa Tuan Muda ? " Tanya Dokter Renard begitu sudah masuk ke ruangan Davin dan duduk di sebelah Davin.


" Hueekkksss Astaga Re... kenapa parfummu bau sekali " Davin berjalan cepat ke kamar mandi dengan tenaga yang tersisa. Tak ada apapun yang keluar dari mulutnya namun dia benar-benar merasakan mual yang sangat hebat.


" Anda baik-baik saja Tuan ? " Asisten Jo terlihat sangat menghawatirkan Tuan Mudanya itu.


" Suruh Renard ganti pakaian, aku tidak tahan dengan bau nya " Davin bicara dengan sangat lemah. Mendengar itu Dokter Renard langsung melepaskan snelli di tubuhnya dan juga berganti kemeja, memakai kemeja milik Davin yang ada di ruangan itu.


" Untung kamu punya stok kemeja di kantor Vin " Dokter Renard bicara menggunakan bahasa teman karena Dokter Renard adalah sahabat Marvel.


" Jangan banyak bicara, cepat beri aku obat atau apapun. Aku sudah tidak tahan dengan rasa mualnya " Kata Davin sambil merebahkan tubuhnya lagi di sofa itu.


" Sejak kapan kamu mual seperti ini ? " Tanya Dokter Renard sambil mengecek denyut nadi Di pergelangan tangan Davin.


" Tadi pagi Tuan Muda baik-baik saja. Namun hari ini dia terlihat aneh " Asisten Jo yang menjawab, Davin langsung mendelik ke arah Asisten Jo.


" Kalau aku tidak lemas sudah kusumpal mulutmu itu dengan kaos kakiku Jo ! " Bentak Davin marah. Meski tubuhnya lemas tapi suaranya masih terdengar menggema di ruangan itu.


" Saya memang berkata yang sebenarnya Tuan. Anda mual mencium bau parfum saya, padahal saya memakai parfum yang biasanya. Anda meminta ice cream dan cupcake rasa coklat vanila padahal anda tidak pernah sekalipun menyukai makanan itu. Anda sangat menyukai keju, namun baru sekali anda menggigitnya anda langsung mual hebat. Apa itu bukan keanehan Tuan ?" Jelas Asisten Jo panjang lebar. Dokter Renard mengangguk paham.


" Tubuhmu baik-baik saja, hanya lemas karena kekurangan cairan. Dari penjelasan Jo, sepertinya ada kabar gembira untukmu. Kemungkinan Aluna sedang hamil dan yang kamu alami ini merupakan kehamilan simpatik " Dokter Renard menjelaskan dengan senyum menggembang di bibirnya. Namun Davin malah melengos.


" Mana mungkin Aluna hamil ! " Sanggah Davin sambil memijit pelipisnya.


" Bisa jadi, bukankah hampir setiap hari kamu selalu melakukannya ? "

__ADS_1


" Ya..bahkan tadi malam aku di ajak terbang tinggi tapi langsung dihempaskan begitu saja " Gerutu Davin namun masih bisa di dengar mereka berdua.


" Maksudnya gimana ? " Dokter Renard bingung dengan ucapan Davin.


" Aku udah lakukan foreplay. Disaat aku sudah sangat aktif, tinggal celup aja, ternyata Aluna datang bulan. Jadi mana mungkin Aluna hamil. Atau karena semalam aku gagal celap celup jadi kepalaku pusing dan mual gini ya ? " Davin menjambak rambutnya pelan untuk mengurangi rasa pusing di kepalanya.


" Walau kamu tidak celap celup tapi aku yakin kamu pasti bersolo karir dan melakukan pelepasan. Jadi kepalamu tidak mungkin pusing karena itu "


" Lantas aku kenapa ? Apa aku terkena penyakit berbahaya ? " Tanya Davin was-was.


" Kemungkinan tidak, karena tubuh kamu sehat semua hanya lemas saja. Apa kita kerumah sakit saja ? " Ajak Dokter Renard.


" Beri aku obat pereda mual dulu. Aku benar-benar seperti orang mabuk ". Dokter Renard langsung memberi obat pereda mual untuk Davin, namun belum sampai obat itu masuk ke mulutnya. Davin sudah merasakan mual yang hebat lagi. Tubuhnya benar-benar sudah tidak berdaya.


" Oh Astaga ... Aku rasa tubuhku sedang sangat bermasalah " Gumam Davin lemas. Asisten Jo dan Dokter Renard pun langsung membawa Davin pergi ke rumah sakit.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Asisten Jo langsung menghubungi Aluna namun sampai di coba lima kali tidak di angkat satu kalipun.


" Tidak di angkat Tuan "


" Kemana dia.. apa Ronal jadi ke mansion ? "


" Sepertinya jadi Tuan, biar saya hubungi Tuan Ronal saja " Asisten Jo kemudian menghubungi Ronal, begitu panggilan terhubung, Asisten Jo langsung memberitahu keadaan Tuan Davin.


" Kita sudah sampai Tuan " Kata Asisten Jo begitu mobil sampai di rumah sakit.


" Aku sudah tahu Jo, tidak perlu kamu beri tahu " Ketus Davin. Asisten Jo hanya menghela nafas panjang. Davin kemudian di bawa ke ruangan VVIP untuk diperiksa. Tubuhnya benar-benar sudah sangat lemah. Begitu sampai di ruang rawat, Davin langsung diperiksa. Namun, lagi-lagi dia merasakan mual yang hebat saat mencium parfum perawat dan dokter yang masuk, hingga semua harus berganti pakaian dulu.

__ADS_1


" Kondisi anda semua baik-baik saja Tuan, tidak ada penyakit berbahaya " Ucap Dokter itu.


" Tuh kan Vin.. aku sudah bilang kalau kamu baik-baik saja " Sahut Dokter Renard yang mendampingi.


" Kamu kenapa Vin ? Barusan ayah telepon katanya kamu di bawa ke rumah sakit " Marvel masuk dengan terburu-buru karena mengkhawatirkan keadaan adikny satu-satunya itu.


" Entahlah kak, huueekkkss. Pergilah Kak, parfummu bau sekali " Davin merasakan mual lagi tapi tubuhnya benar-benar sudah tidak bertenaga. Marvel mengernyit heran, dia langsung keluar untuk berganti pakaian, kebetulan dia selalu menyimpan pakaian cadangan di ruangannya.


Beberapa saat Marvel masuk lagi dengan dokter obgyn karena dia curiga adiknya itu sedang mengalami gejala kehamilan. Namun, sebelum dokter itu masuk ruangan Davin dirawat, Marvel sudah menyuruh dokter itu berganti pakaian yang tidak menggunakan parfum.


" Tuan... sepertinya memang adik anda mengalami sindrom couvade " Ucap Dokter Mery setelah memeriksa Davin.


" Sindrom apa itu ? Apa berbahaya ? " Tanya Davin takut.


" Sindrom couvade atau kehamilan simpatik itu terjadi saat suami merasakan tanda-tanda kehamilan yang biasanya di alami istri "


" Kehamilan dok ? siapa yang hamil ?" Tanya Davin bingung.


" Istri kamu lah, siapa lagi ?!" Jawab Marvel gemas dengan pertanyaan Davin.


"Tapi mana mungkin Aluna hamil, semalam saja dia datang bulan " Sanggah Davin lagi.


" Kalau Aluna tidak hamil, apa jangan-jangan kamu bermain wanita di belakang Aluna dan wanita itu hamil " Ucapan itu keluar dari bibir Marvel membuat Davin berdecak kesal.


" Dasar kakak laknat !! Mana mungkin aku bermain wanita di belakang Aluna. Walaupun Aluna sangat keras kepala tapi kakak kan tahu kalau aku sangat mencintainya " Ucap Davin kesal. Namun, Marvel justru tersenyum menggoda.


" Apa sekarang Nona Aluna masih datang bulan ? Atau jangan-jangan itu cuma flek tanda kehamilan saja " Davin diam, entah mengapa seperti ada perasaan aneh yang mengalir di hatinya saat mendengar kemungkinan Aluna hamil.


" Saya tidak tahu dokter. Karena saya tidak bertanya lagi, apa darahnya masih keluar atau tidak " Sahut Davin, namun ada nada harapan dalam ucapan Davin.

__ADS_1


" Kalau begitu lebih baik nanti kita periksa istri anda saja "


" Da-vin " Pintu ruangan rawat itu terbuka. Aluna masuk dengan wajah khawatir. Dia langsung duduk di samping Davin dan memegang tangan Davin erat. Davin duduk dan merasakan tubuhnya langsung bertenaga begitu saja. Semua hanya memandang heran Davin yang tidak mual mencium parfum Aluna dan tubuhnya langsung sehat begitu saja.


__ADS_2