
Grace membuka matanya, dia sangat terkejut saat melihat tubuhnya telanjang dan Andre tertidur di sampingnya.
" Ndre... bangun !! " Grace menggoyangkan tubuh Andre dengan kasar.
" Apaan sih Lun ?? Aku masih capek banget " Ucap Andre tanpa sadar sambil menarik selimut menutupi kepalanya.
" Aluna.. Aluna... Gue Grace bodoh !! " Umpat Grace kesal. Dengan segera Andre membuka matanya lebar dan melihat Grace yang telanjang sambil memasang wajah kesal.
" Ngapain jadi loe yang disini ?? " Tanya Andre bingung.
" Gue juga gak tahu ! Semalam gue mau kasih obat perangsang buat Davin tapi entah kenapa malah jadi tubuh gue yang merasakan panas. Setelah itu, gue di bius orang yang gak dikenal habis itu gue gak sadar " Jelas Grace dengan nada kesal.
" Gue berhasil kasih Aluna obat perangsang di dalam jus yang gue kasih. Tapi, rencana gue gagal dan waktu gue keluar ruangan gue juga dibius orang yang gak dikenal dan gue langsung gak sadar " Andre memijit pelipisnya karena pusing.
" Apa mungkin rencana kita ketahuan sebelumnya ? "
" Gue juga gak tau ! Terus kita gimana ?? " Tanya Grace bingung.
" Gimana apanya ?? Bukannya loe udah sering ditiduri om-om ? " Andre tersenyum sinis. Grace mengepalkan tangannya erat.
" Tapi gue selalu pake pengaman ! " Sanggah Grace dengan segera memakai pakaiannya. Tiba-tiba ponsel Andre berdering dan tertera nama papanya disana.
" Hallo pa " Sapa Andre pelan.
" Dasar anak durhaka !! Berani sekali kamu melemparkan kotoran ke wajah papa " Bentakkan dari seberang telepon seolah hendak membuat telinga Andre menjadi tuli. Andre menautkan alisnya bingung.
" Maksud papa ?? "
" Jangan pura-pura bodoh ! Bagaimana kamu bisa melakukan hubungan intim dengan Grace yang notabene adalah sepupu kamu sendiri !! Dan dengan percaya diri kamu tampilkan secara live streaming "
Tubuh Andre membeku mendengar ucapan papa nya itu. Keringat dingin mulai membasahi dahinya sedangkan Grace menatap heran ke wajah Andre yang memucat.
__ADS_1
" Ma-mana mu-mungkin pa " Andre tergagap. Dengan segera dia mematikan panggilan suara itu dan mengecek sosial media. Jantungnya serasa berhenti berdetak saat melihat adegan pergumulan panas antara dia dan Grace menjadi trending topik karena semalam di lakukan secara live streaming. Grace yang penasaran langsung mengintip ponsel Andre, wajahnya langsung memucat saat melihat layar ponsel itu.
" Ba-bagaimana bisa ? " Lidah Grace rasanya begitu kelu. Andre langsung membuang ponselnya ke tembok, hingga ponsel itu menjadi hancur.
" B*****T !!! Bagaimana bisa semua jadi sekacau ini !! " Umpat Andre sambil menjambak rambutnya karena frustasi.
" Apa semua nyata Ndre ? " Tanya Grace gugup. Andre langsung mendelik tajam ke arah Grace.
" Loe pikir ini mimpi !! Semua gara-gara elo ! mau ditaruh dimana muka gue ! " Bentak Andre dengan keras hingga suaranya begitu menggema di kamar itu.
" Kenapa jadi gue ?? Bukannya itu semua awalnya ide elo ? Loe yang bilang bisa jadiin gue istri Davin dan Aluna menjadi milik loe tapi nyatanya apa ?? Loe bikin gue hancur ! " Airmata mulai menetes di pelupuk mata Grace. Dia tidak menyangka jika dirinya yang hancur bukan Aluna.
" Gue harus kasih pembalasan untuk Aluna ! " Grace memukul kepalan tangannya ke atas tempat tidur. Rahangnya mengeras karena amarah.
" Mau ngapain Loe ?! " Andre menahan tangan Grace yang hendak pergi.
" Tentu saja membalas segala kehancuran yang menimpaku ini "
🍀🍀🍀🍀
Aluna duduk di sebuah restoran untuk sarapan bersama Davin. Mereka sedang asyik makan bersama di selingi beberapa obrolan ringan. Davin tersenyum simpul karena Aluna sudah bisa menerimanya lagi. Setelah selesai makan, ponsel Davin berbunyi dan menampilkan nama Asisten Jo disana.
" Ada apa Jo ? " Tanya Davin tanpa basa basi.
" Tuan, Ada yang sedang mengincar Nona Aluna di sekitar anda "
Davin menoleh ke kanan dan ke kiri, dia menatap curiga pada seorang perempuan yang duduk terpisah dua meja darinya dengan muka yang ditutupi buku menu. Davin tersenyum sinis. Dia memberi kode pada orang-orang yang sedang makan di meja sampingnya.
" Sayang... aku ke toilet sebentar ya " Pamit Davin sambil beranjak bangun kemudian mengecup pipi Aluna. Wajah Aluna langsung bersemu merah. Sepeninggal Davin, Aluna lalu membuka ponselnya dan berselancar di sosial media miliknya. Mulutnya terbuka lebar saat melihat berita yang sedang menjadi trending topik.
" Bagaimana bisa Pak Andre dan Grace bermain panas seperti ini ? Bukankah mereka saudara sepupu ? Kenapa mereka menayangkannya secara langsung, apa mereka tidak malu ? " Aluna bertanya sendiri dengan lirih.
__ADS_1
" Hai cewek murahan !! " Suara bentakan dari belakang Aluna mengagetkannya. Aluna lalu beranjak bangun dan menatap Grace yang sedang menatapnya tajam.
" Kamu memanggilku ? " Aluna berpura-pura tidak tahu.
" Gak usah sok pura-pura. Gue tahu loe sengajakan menghancurkan hidup gue ?! "
" Kenapa jadi gue ? Bahkan gue gak tahu apa-apa " Aluna mengelak, karena dia memang tidak tahu apa-apa.
" Gue benci wajah munafik loe itu ! Dan loe harus hancur seperti gue ! " Teriak Grace marah sambil berjalan mendekat hendak menampar Aluna. Saat telapak tangannya hampir mengenai pipi Aluna dengan sigap Aluna menahan tangan itu.
" Jangan kira gue takut sama loe ya !! " Aluna tersenyum sinis sambil menghempaskan tangan Grace dengan kasar. Grace semakin menggeram kesal. Grace membuka pisau lipat yang dia sembunyikan di belakang tubuhnya. Saat dia akan mengarahkan pisau itu ke perut Aluna, seorang yang duduk di belakang Grace langsung menahan tangan Grace.
" Berani sekali anda hendak menyakiti Nona Muda kami " Keempat orang yang duduk di meja sebelah Aluna langsung beranjak bangun dan mencekal tangan Grace. Grace berusaha berontak namun dia kalah tenaga dengan pria kekar itu. Kemudian, masuk empat pria kekar lagi dengan mencekal tangan Andre yang berontak.
" Lepasin !! Berani sekali kalian menangkapku !!" Andre dan Grace berusaha meronta, kini mereka berdua duduk dengan diikat dengan kursi di restoran itu. Aluna hanya menatap mereka tanpa berani berkomentar.
" Sayang ... kamu baik-baik saja ? " Tanya Davin sambil mengecup pipi Aluna. Dia melingkarkan tangannya di pinggang Aluna, memeluk Aluna dari belakang.
" Malu Vin ... " Aluna memalingkan mukanya karena malu banyak pasang mata yang melihat mereka.
" Biarkan saja sayang, biar mereka tahu kalau kamu adalah Nyonya Muda Alexander " Ucap Davin sambil menunggingkan senyum sinisnya menatap Grace dan Andre yang sedang terkejut.
" Nyonya Muda ? Bukankah kamu belum menikah ? " Tanya Grace tidak percaya. Davin mengangkat telapak tangan Aluna dan mensejajarkan dengan telapak tangannya, terlihat jelas cincin pernikahan tersemat di jari manis mereka berdua.
" Bajin*** !! " Umpat Andre kesal. Namun Davin hanya tersenyum menanggapi. Aluna hanya diam karena dia belum paham permasalahannya.
" Ndre ... kata loe Davin belum menikah dan loe mau bantu gue buat jadi istri Davin asalkan gue bisa jauhkan Aluna dari Davin dan dekatin Aluna sama loe. Terus sekarang kenyataannya kenapa Aluna dan Davin sudah menikah ? " Grace menatap benci pada Andre sepupunya karena dia merasa telah di manfaatkan oleh Andre.
" DIAM !! Jaga ucapan loe ! Bukannya loe sendiri yang menawarkan diri untuk membantu gue mendapatkan Aluna ? " Grace semakin menatap benci Andre yang sepertinya hendak melimpahkan kesalahannya pada dirinya.
" Aluna ... percayalah semua yang aku lakuin ke kamu itu karena aku tidak ingin kehilangan kamu, Aku sayang kamu Aluna " Ucap Andre mantap. Aluna langsung menatap dalam netra Andre sedangkan Davin mengepalkan tangannya erat, rahangnya mengeras mendengar ungkapan cinta Andre untuk Aluna.
__ADS_1
" Dasar B****at !!! " Davin memukul keras wajah Andre hingga darah keluar dari hidung dan sudut bibir Andre. Namun Andre justru tersenyum tipis mendapatkan pukulan itu.