
Pagi hari Davin turun untuk sarapan. Dia sudah rapi dengan tubuh atletis yang dibalut kemeja dan jaz berwarna senada. Ketika sampai di ruang makan dia celingak-celinguk seperti mencari sesuatu hingga suara Nyonya Anita mengagetkannya.
" Ngapain kamu Vin ? celingak-celinguk kaya maling " Tanya Nyonya Anita. Davin hanya menyengir.
" Gak papa mom. Kok tumben gak ada masakan rumah mom ? " Tanya Davin sambil duduk. Semua pun mulai sarapan bersama.
" Gak Vin. Ayah lagi pengen masakan kaya gini " Jawab Tuan Doni. Davin hanya ber oh ria. Matanya berkali-kali mengintip jalan masuk ke ruang makan seperti menunggu seseorang namun sampai dia selesai sarapan orang yang dicarinya tidak kelihatan batang hidungnya. Davin menghela nafas panjang.
" Davin berangkat dulu Yah..Mom.. " Pamit Davin kemudian dia berlalu pergi. Di depan teras Asisten Jo sudah menunggu dengan setia Tuan Mudanya itu. Setelah Tuan Mudanya duduk santai di mobil dia lalu melajukan mobilnya ke perusahaan Alexander Grup.
Sepanjang perjalanan Asisten Jo mengamati raut muka Tuannya yang nampak muram seperti kehilangan semangat hidupnya.
" Anda baik-baik saja Tuan ? " Tanya Asisten Jo memastikan.
" hmmm " Tuan Davin tidak menjawab, dia hanya memejamkan matanya sambil bersandar di jok mobil. Asisten Jo kemudian terdiam.
__ADS_1
Ketika sampai di Perusahaan Alexander Grup Tuan Davin langsung bergegas ke ruangannya, bahkan sapaan dari karyawan-karyawannya tidak dia pedulikan. Begitu sampai di kursi kebesarannya dia langsung menatap layar komputernya. Namun apa yang dia cari tidak terlihat. Dia pun mendesah kecewa.
" Apa hari ini ada karyawan yang tidak masuk Jo ?" Tanya Tuan Davin. Asisten Jo sudah tau maksud dari pertanyaan Tuannya itu.
" Ada beberapa Tuan, Nona Aluna juga termasuk di dalam orang yang absen hari ini Tuan " Jawab Asisten Jo. Tuan Davin pun menatapnya lekat.
" Apa alasannya ? "
" Saya kurang tau Tuan.. tapi dari informasi yang saya dengar dari bagian HRD semalam Nona Aluna menghubunginya untuk meminta izin mengambil cuti selama sebulan dan tinggal menunggu persetujuan Tuan " Jelas Asisten Jo.
" Iya Tuan.. dan sepertinya Tuan Doni sudah menyetujuinya " Tambah Asisten Jo.
" Sudahlah Jo berhenti bahas dia.. biar saja dia bertindak semaunya sendiri. Lagian dia bukan orang yang penting " Kata Tuan Davin. Asisten Jo hanya terdiam.
pantas saja dari pagi dia tidak terlihat dirumah. Batin Tuan Davin sambil mengusap keningnya. Dia pun mencoba fokus pada berkas-berkas yang telah menumpuk di mejanya.
__ADS_1
--------@@@@@--------
" Kenapa bisa begini sih kak ? " Tanya Aluna saat dia telah sampai di ruangan Ronal dirawat.
" Namanya saja musibah Lun.. kakak sudah hati-hati pun kalau lagi sial tetap saja sial Lun.." Kata Ronal sambil berusaha bangun.
" Udah tiduran aja..kaya aku tamu penting aja pake mau bangun segala " Omel Aluna. Ronal pun hanya tersenyum simpul.
" Maafin kakak ya Lun.. kakak jadi ngrepotin kamu soalnya kakak bingung mau minta tolong ke siapa " Kata Ronal lirih.
" Aisshh gak usah sok-sok an gitu lah kak.. kaya sama siapa aja.. ya anggap saja aku sekalian liburan.. hahah " Aluna tertawa licik dan Ronal pun ikut tertawa.
" Dasar otak-otak pemalas kaya gitu tuh... " Sindir Ronal.
" Makanya kak.. dibilangin orang tua tuh nurut. Pamali tau calon nganten pergi-pergi nanti kena sawan " Ledek Aluna.
__ADS_1
"Kamu tuh yang kena sawan " Ronal mencebik kesal. Aluna pun tertawa lagi. Ronal terdiam menatap Aluna lekat.