
Hari ini Aluna mulai bekerja lagi di perusahaan Alexander Grup. Dia dan Davin sama-sama sedang bersiap-siap.
" Sayang .... kamu tidak ingin memakaikan dasiku ? " Sindir Davin setelah melihat Aluna selesai memakai sepatunya. Aluna pun berjalan mendekat ke tempat Davin. Kepalanya sedikit mendongak karena Davin lebih tinggi. Dia pun mulai memakaikan dasi itu, sedangkan Davin tersenyum sambil terus menatap wajah Aluna intens. Merasa sedari tadi di perhatikan, Aluna jadi salah tingkah sampai dia berkali-kali salah dalam memakaikan dasi itu.
" Tutup matamu ! " Perintah Aluna sambil menatap Davin tajam.
" Kenapa ? " Tanya Davin bingung.
" Kalau kamu lihatin aku terus gitu aku jadi grogi " Jawab Aluna sambil tangannya masih memakaikan dasi itu. Davin pun memejamkan matanya. Begitu selesai memakaikan dasi, Davin langsung menarik tubuh Aluna masuk ke dalam dekapannya.
" Terimakasih sayang " Kata Davin sambil mencium puncak kepala Aluna membuat wajah Aluna langsung merah merona. Aluna pun melepaskan tubuhnya dari pelukan Davin. Dia merasa sangat gugup, walaupun sudah berpuluh kali Davin memeluknya, tapi tubuh Aluna masih saja bergetar setiap merasakan pelukan itu.
" Emm nanti aku berangkat dulu ya " Davin menautkan alisnya mendengar ucapan Aluna.
" Bukannya nanti kamu berangkat sama aku ? " Tanya Davin namun Aluna menggelengkan kepalanya.
" Di kantor nanti, aku dan kamu hanyalah sebatas bos dan karyawan. Aku tidak mau nanti satu kantor heboh karena melihat aku berangkat sama kamu " Aluna menautkan jari jemarinya.
" Aku malah senang kalau semua tahu kamu adalah istriku " Aluna menggeleng pelan.
__ADS_1
" Aku belum siap " Davin menatap tajam Aluna, satu tangannya mengepal.
" Tapi sampai kapan sayang ?!" Davin berusaha menahan emosinya. Aluna terdiam, dia tidak menjawab sama sekali karena dia takut Davin akan marah padanya.
" Lun !! " Davin mulai meninggikan suaranya saat Aluna hanya diam.
tokk tokkk tokkk
" Lun ada Ardian dibawah katanya mau nganterin motor kamu " Mendengar suara Nyonya Anita. Aluna langsung berjalan keluar meninggalkan Davin yang masih kesal. Davin pun mengikuti Aluna sampai kebawah. Dia melihat Ardian yang sedang menyerahkan kunci motor itu. Melihat Davin sudah berdiri di belakangnya, Aluna membalikkan badannya berjalan ke arah Davin. Begitu sampai di tempat Davin berdiri dia lalu menyalami tangan Davin, tangan mertuanya pun tak lupa ia salami.
" Kamu gak sarapan Lun ? " Tanya Nyonya Anita saat melihat Aluna hendak berjalan keluar.
" Kamu gak bareng Davin ? " Kali ini Tuan Doni yang bertanya. Aluna menggeleng sedangkan Davin hanya menatap Aluna.
" Aku berangkat dulu " Pamit Aluna kemudian dia berlalu pergi keluar mansion.
Selepas kepergian Aluna, Tuan Doni dan Nyonya Anita menatap Davin penuh tanya.
" Biarin aja mom, yah. Dia belum siap jika karyawan kantor tahu kita suami istri " Jelas Davin sambil berpamitan untuk berangkat ke kantor. Begitu sampai di luar, dia melihat Asisten Jo yang sudah menunggunya sambil.membukakan pintu mobil untuknya.
__ADS_1
" Aluna sudah pergi Jo ?" Davin masuk ke dalam mobil, Asisten Jo pun mengikuti masuk mobil dan duduk di balik kemudi. Dia melajukan mobilnya menuju perusahaan Alexander Grup.
" Sudah tadi Tuan, Nona berangkat sendiri sedangkan Ardian pulang dengan temannya Tuan "
" Aluna susah sekali di atur " Keluh Davin. Dia menatap layar ponselnya yang menampilkan gambar Aluna yang sedang tertidur.
" Sabar Tuan... semua butuh waktu dan proses. Saat ini biarkan saja Nona Aluna melakukan apapun kemauannya selama itu masih batas wajar Tuan, karena Nona Aluna bukan orang yang mudah di kekang Tuan " Asisten Jo menasehati, Davin mengangguk paham.
Perusahaan Alexander Grup
Davin melangkahkan kakinya masuk ke dalam kantornya. Banyak sekali pasang mata yang memandangnya dengan kagum. Namun Davin hanya berjalan seolah tak peduli. Begitu sampai di ruangannya, dia langsung menatap tampilan CCTV. Asisten Jo yang melihatnya hanya menghela nafas panjang.
mulai lagi jadi pengamat CCTV. Rutuk Asisten Jo dalam hati.
Davin tersenyum saat melihat Aluna yang begitu heboh bertemu dengan rekan kerjanya yang dulu. Dia terpikat saat melihat senyum Aluna yang merekah walaupun hanya lewat tampilan CCTV. Tapi, senyum itu perlahan memudar saat dia melihat ada seorang wanita yang menatap sinis ke arah Aluna.
" Wanita itu siapa Jo ?" Tanya Davin tanpa mengalihkan pandangannya dari komputer. Asisten Jo agak mendekat untuk melihat wanita yang di tunjuk Davin.
" Nona Grace Tuan, pengganti Tuan Andre " Davin memegang dagunya sambil mengangguk mendengar jawaban Asisten Jo.
__ADS_1