Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
55


__ADS_3

"Kakak yakin kita bakalan aman?" tanya Ardian saat Aluna sudah keluar dari mansion Alexander.


"Tenang saja, semua pelayan sudah tidur. Kakak ipar kamu sudah kakak beri obat tidur, haha." Aluna tertawa puas.


"Kakak benar-benar nekat," Ardian menggelengkan kepalanya. Sebenarnya dia sangat takut ketahuan.


"Salah siapa dia ngajak tanggal nikah 25," Aluna lalu berlalu pergi mengendarai motornya sedangkan Ardian membonceng di belakang.


"Memang benar-benar cewek bar-bar," gerutu Ardian. Kini dia harus siap menanggung resiko karena membantu Aluna kabur di malam pertamanya.


Sedangkan Davin sedang tersenyum sinis di meja kerjanya setelah dia melihat CCTV. Dia tidak menyangka istrinya sangat pemberani seperti itu. Dia lalu menghubungi Asisten Jo.


"Jo, kamu sudah amankan tempat itu?" tanya Davin saat panggilan sudah terhubung.


"*S*udah Tuan, semua sudah aman terkendali,"


"Bagaimana dengan Ronal? Bukankah tempat itu di bawah perlindungan Ronal?"


"Tuan Ronal sudah menyetujuinya Tuan. Bahkan Tuan Ronal sendiri yang turun tangan,"


" Ya sudah jemput aku sekarang. Kita jemput dan beri kejutan pada istriku yang nakal itu," Davin lalu mematikan teleponnya.

__ADS_1


"Dasar cewek bar-bar! Berani sekali dia kabur di malam pertama kita. Memang harus di kasih pelajaran," kata Davin sambil mengetuk meja kerjanya itu. Kemudian dia bersiap-siap untuk menjemput istrinya itu.


----------@@@@@----------


Aluna dan Ardian telah sampai di tempat balapan itu tapi mereka bingung kenapa tempat itu begitu sepi, bahkan tak ada seorangpun yang ada disitu.


"Dek, ini beneran tanggal 25 khan? kenapa sepi sekali kaya kuburan," Aluna celingukan mencari orang kekanan-kiri namun tak ada satupun manusia yang terlihat.


"Kok perasaanku jadi gak enak ya kak," kata Ardian gemetar. Jujur dia merasa sangat takut. Bukan takut jika ada hantu lewat namun lebih dari hantu.


"Pulang aja yuk kak," ajak Ardian sambil menarik jaket Aluna. Namun, Aluna tetap berdiri tegak.


"Sebentar kakak hubungi yang lainnya dulu," kata Aluna kemudian menghubungi seseorang namun tak ada satupun yang mengangkat panggilannya. Dia berulang kali mencoba namun hasilnya tetap sama. Aluna menendang udara karena begitu kesal.


"Siapa yang sialan?" Suara seseorang berhasil mengagetkan mereka berdua. Aluna mematung di posisinya, dia sangat paham suara ini. Dia pun tak berani menoleh ke belakang.


"Cepat katakan siapa yang sialan?!" Nada membentak itu terdengar begitu keras di telinga Aluna.


"Aluna Salsabila istriku tercinta," panggil Davin keras. Aluna kemudian mengangkat kepalanya dan tatapannya bertemu tatapan tajam Davin. Ardian menelan salivanya kasar sedangkan Aluna mencoba terlihat tenang.


"Tega-teganya kamu kabur di malam pertama kita!" Tangan Davin mengepal erat. Dia benar-benar gemas dengan istrinya itu.

__ADS_1


"Habis kamu tadi sudah tidur," kata Aluna mencoba menutupi ketakutannya.


"Ya, dan kamu yang mencampuri obat tidur ke dalam minuman ku!"


Deg...Matilah aku. Aluna menautkan jari-jarinya untuk menghilangkan rasa takut.


"Mana mungkin aku seberani itu," Aluna mencoba mengelak.


"Kenyataannya kamu memang seberani itu!" Emosi Davin benar-benar memuncak menghadapi istrinya yang sangat keras kepala itu. Aluna terdiam, hilang sudah keberaniannya karena bagaimana Aluna mengelak, Davin sudah tahu semuanya.


"Aduuhh Aduhhh," Teriakan Ardian mampu mengalihkan perhatian mereka. Ternyata Ronal sedang menjewer telinga Ardian dengan kencang.


"Dasar anak nakal! Bisa-bisanya kamu sekongkol sama kakak kamu!" bentak Ronal dengan marah.


"Maaf kak. Aku di ancem sama kak Luna," Ardian berusaha membela diri. Aluna mendelik ke arah Ardian sambil memberi kode untuk jangan memberi tahu.


"Gak usah pake kode-kodean! Kakak udah paham kode kalian berdua!" Ronal semakin kencang menjewer telinga Ardian.


"Ampun kak. Ampuun, Aku ngaku salah, jangan jewer aku kak nanti telingaku putus," Ardian berusaha melepaskan jeweran Ronal.


"Biarin putus! Dasar anak nakal!" omel Ronal gemas.

__ADS_1


"Sudah Vin, bawa istri kamu. Beri dia pelajaran biar gak kabur lagi," suruh Ronal tanpa melepaskan jeweran tangannya di telinga Ardian. Davin langsung menyeret Aluna, sedangkan Aluna hanya pasrah.


__ADS_2