Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
110


__ADS_3

" Sayang... dia bukan ayah " Kata Mila salah tingkah.


" Kalau dia bukan ayah, terus ayah kemana bunda ? " Tanya anak kecil itu dengan suara yang masih sedikit cadel. Kedua bola matanya terlihat berkaca-kaca membuat Asisten Jo menjadi tak tega.


" Hai jagoan kecil, siapa namamu ? " Tanya Asisten Jo lembut sambil mengusap puncak kepala anak itu.


" Rayhan " Jawabnya singkat sambil menatap lekat wajah Asisten Jo.


" Kamu mau mainan ? " Tanya Asisten Jo lembut. Rayhan mengangguk cepat.


" Kamu harus janji satu hal, kamu harus sembuh. Nanti kalau kamu udah sembuh kita beli mainan yang banyak " Wajah Rayhan langsung sumringah. Senyumnya langsung tercetak jelas di bibirnya.


" Sekarang istirahat dulu biar cepat sembuh ya " Ucap Asisten Jo lembut dengan mengusap puncak kepala Rayhan. Sedangkan Mila hanya menatap tidak percaya pada Asisten Jo. Orang yang dingin di kantor ternyata bisa bersikap begitu lembut. Rayhan langsung memejamkan matanya, Mila menempelkan telapak tangannya di kening Rayhan. Dia langsung menghembuskan nafas lega saat merasakan suhu tubuh Rayhan yang sudah mulai menurun. Saat merasa Rayhan sudah terlelap, Asisten Jo langsung mengajak Mila berbicara di luar. Dia tidak ingin mengganggu Rayhan yang sedang istirahat.


Kini mereka berdua duduk di kursi tunggu pasien di depan ruangan Rayhan. Mereka berdua sama-sama merasa canggung, bahkan tangan Mila sudah berkeringat karena merasa begitu gugup. Sedangkan Asisten Jo hanya menatap kedepan namun matanya beberapa kali melirik Mila.


" Ehem " Asisten Jo berdehem untuk menghilangkan kecanggungan di antara mereka.


" Tenggorokan anda gatal Tuan ? " Tanya Mila sambil menatap Asisten Jo yang kebetulan juga sedang menatapnya. Mereka pun saling menatap lekat. Entah mengapa Asisten Jo merasa jantungnya berdebar-debar saat menatap dalam mata Mila. Beberapa saat kemudian Asisten Jo memalingkan wajahnya, Mila yang tersadar pun ikut memalingkan wajahnya namun pipinya merona merah.


" Kenapa saya merasa sedang main sinetron ya Tuan " Ucap Mila sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Asisten Jo menatap Mila penuh tanya.


" Emm maksudnya gini Tuan, duduk berduaan gini terus pandang-pandangan eh lama-lama jatuh cinta. hahaha " Mila tertawa terbahak sedangkan Asisten Jo membuka matanya lebar namun kemudian dia mendelik ke arah Mila, hingga tawa Mila langsung mereda begitu saja.

__ADS_1


" Ma-maaf Tuan " Mila langsung menunduk begitu saja. Nyali nya benar-benar menciut melihat Asisten Jo yang menatapnya tajam.


" Kemana suamimu ? Kenapa tega sekali meninggalkan anaknya yang sedang sakit " Tanya Asisten Jo dengan nada kesal.


" Suamiku sedang di sampingku " Jawab Mila dengan senyum merekah di bibirnya. Untuk sesaat Asisten Jo terpesona dengan senyum itu.


" Apa maksudmu ? Apa kamu gila ? " Asisten Jo bertanya dengan nada tinggi membuat Mila sadar akan ucapannya.


" Ma-maaf Tuan, otak saya kadang ngeblang kalau dekat sama pria tampan " Ucap Mila sambil memegang kedua pipinya membuat Asisten Jo berdecak kesal.


" Sebenarnya Rayhan bukan anak saya Tuan " Kata Mila lirih. Asisten Jo langsung menoleh ke arah Mila.


" Dia saya temukan di jalan Tuan, dia dibuang orang tuanya " Mila bicara dengan nada bergetar, dia teringat bagaimana dulu dia pertama kali menemukan Rayhan. Asisten Jo mengepalkan tangannya, dia marah, bagaimana bisa ada orang tua yang tega membuang anaknya sedangkan banyak orang yang menginginkan anak meski harus menempuh ribuan cara.


" Dulu waktu saya pulang kantor, saya melihat anak kecil dengan baju basah kuyup, kedinginan di sebuah gang, waktu saya tanya, dia tidak menjawab tapi dia selalu memanggil nama bundanya. Saya menemani dia, siapa tahu dia tersesat, namun sampai jam sembilan malam tidak juga ada tanda-tanda orang yang mencarinya. Akhirnya saya membawanya pulang kerumah " Mila terdiam, airmatanya perlahan mengalir di pipinya. Melihat itu, hati Asisten Jo seperti tercubit sakit.


" Saya tidak habis pikir kenapa ada orang yang sekejam itu. Membuang darah daging mereka sendiri. Sementara di luar sana banyak orang yang menginginkan bisa memiliki anak... Hiks hiks andai aku bertemu orang seperti itu. Rasanya ingin aku potong kecil-kecil, aku jadikan makanan piranha. Aku benci sekali rasanya. Aku benci ! " Mila memukul dada Asisten Jo sampai dia meringis kesakitan.


" Harusnya kamu tahu dimana seharusnya kamu meluapkan kemarahanmu " Sindir Asisten Jo membuat Mila langsung menghentikan pukulannya. Dia terkejut saat merasa tubuhnya berada dalam dekapan Asisten Jo, dia menghirup wangi maskulin dari tubuh Asisten Jo. Membuat Asisten Jo dengan cepat melepaskan pelukannya dan melepas jas nya.


" Kenapa di lepas Tuan ? Apa saya semenjijikan itu ? " Tanya Mila sedih sambil mengusap airmatanya.


" Mana mungkin saya memakai jas bekas airmata,air liur dan ingusmu. Jorok sekali " Cibir Asisten Jo kesal. Mila hanya mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


" Salah siapa anda memeluk saya " Protes Mila, karena dia tidak mau di salahkan begitu saja. Asisten Jo diam karena merasa kalah. Dia hanya menghela nafas panjang.


Satu orang sangat keras kepala seperti Nona Aluna saja sudah membuatku pusing tambah lagi sekarang satu temannya yang sedikit aneh.


Asisten Jo bangun dari duduknya, Mila menatap lekat ke arah Asisten Jo.


" Mau kemana Tuan ? " Tanya Mila dengan suara yang masih parau.


" Tentu saja pulang " Jawab Asisten Jo jutek.


" Kalau Rayhan bertanya gimana ? " Mila berusaha menahan Asisten Jo agar tidak pergi. kapan lagi bisa berdekatan dengan pria tampan. Batin Mila licik.


" Aku tahu isi otakmu itu " Kata Asisten Jo sambil melempar jas nya hingga menutupi kepala dan wajah Mila.


" Tuan ..... " Panggil Mila sambil membuka jas yang menutupi wajahnya.


" Besok saya kesini lagi. Kamu cuti dulu saja sampai Rayhan sembuh. Dan kamu cucikan jas ku sampai bersih, pastikan tidak ada bekas air liur ataupun ingusmu yang tersisa " Kata Asisten Jo kemudian berjalan pergi meninggalkan Mila. Selepas kepergian Asisten Jo, Mila memeluk jas itu erat sambil membayangkan adegan-adegan romantis bersama Asisten Jo. Hingga saat dia sedang tersenyum sendiri, sebuah suara berhasil mengagetkannya.


" Beb .... " Tubuh Mila langsung menegang. Bahkan ingin menoleh pun, lehernya terasa begitu berat.


**Jangan lupa kasih vote gaes.. biar author recehan ini semakin semangat nulis. Maaf slow update, biasa inspirasi lagi di jalan buntu


Pendukung Asisten Jo sama Mila mana suaranya Nih ??

__ADS_1


penggemar Davin Aluna harap tenang ya, mereka masih asyik celap celup gaes,, malam jum'at 😁😁😁😁


maafin otak kotor author recehan ini yaa**


__ADS_2