
Tuan Kevin masuk bersama Rayhan dan Rayfan. Wajahnya terlihat begitu kesal, walaupun Asisten Jo tidak menyebutkan nama, akan tetapi Tuan Kevin tahu yang di maksud duda beranak dua adalah dirinya.
"Meskipun saya duda, saya tidak mungkin mencintai istri orang walaupun banyak yang bilang istri orang lebih menantang daripada dengan janda," ketus Tuan Kevin.
"Lagi pula sebentar lagi saya akan memberi bunda baru untuk kedua putraku," Semua menatap ke arah Tuan Kevin yang sedang menunggingkan senyum. Asisten Jo langsung tersenyum lega.
"Syukurlah," ucap Asisten Jo bahagia.
"Kenapa mas?" tanya Mila heran melihat suaminya yang begitu bahagia.
"Kalau dia sudah menikah lagi, itu artinya kamu sudah tidak bisa genit lagi sama dia," jawab Asisten Jo. Mila langsung mencebik kesal.
"Kata siapa mas? Aku bukan genit tapi terpesona aja. Lagipula, aku tidak pandang bulu manapun. Mau dia perjaka, duda atau suami orang kalau dia tampan tetap aja bikin aku kadang khilaf," ucap Mila panjang lebar. Asisten Jo langsung menatap tajam ke arah Mila.
"Mila, Mila, kamu hobi sekali bikin suamimu naik darah," komentar Aluna tidak habis pikir dengan kelakuan Mila.
"Jo, kayaknya emang benar karma itu gak mungkin tersesat. Dulu kamu selalu menggodaku sekarang kamu sendiri yang harus siapkan mental menghadapi keanehan istri kamu," cibir Davin sambil tersenyum mengejek.
"Kamu menggoda Tuan Davin? Aku baru tahu kalau kamu suka menggoda pria tampan, pantas saja tidak pernah dekat dengan wanita manapun,"
"Menggoda dalam arti lain ya Mil," Aluna memberi pengertian agar tidak salah paham. Sedangkan, Asisten Jo hanya diam.
"Hehe. Maaf ya mas, aku cuma bercanda kok," Mila mengerlingkan matanya ke arah Asisten Jo.
"Istri anda benar-benar langka," Asisten Jo tidak menanggapi ucapan Tuan Kevin.
__ADS_1
"Bunda, apa perut bunda sudah meledak?" tanya Rayhan polos.
"Rayhan tahu, sekarang Rayhan sudah punya adik bayi seperti punya aunty Aluna," jawab Mila antusias,Rayhan berteriak heboh. Dia berjalan mendekati baby Jonathan yang masih tertidur pulas.
"Seperti boneka," ucap Rayhan, dia dan Rayfan saling berebut untuk melihat adik bayi itu. Sedangkan para orang tua, tersenyum bahagia melihat tingkah lucu mereka.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Mila kini sudah di perbolehkan pulang bersama baby Jonathan. Sebenarnya, Tuan Andri menyuruh Asisten Jo untuk tinggal bersama dengan mereka, tapi Mila menolak dengan alasan tidak ingin merepotkan mertuanya walaupun pada akhirnya, ibu dan ayah mertua Mila yang mengalah tinggal di rumah Asisten Jo. Terlebih lagi, jarak rumah Asisten Jo lebih dekat ke kantor dari pada jarak dari rumah Tuan Andri.
"Makan yang banyak sayang, supaya baby Jonathan juga sehat," nasihat Nyonya Rina yang sedang menatap cucu pertamanya itu.
"Iya bu, terima kasih banyak bu. Ibu sudah mau menerima Mila menjadi menantu ibu padahal Mila banyak kekurangannya," kata Mila tulus. Sebenarnya, dia kadang tidak enak hati, bila sedang membuat Asisten Jo kesal di depan kedua mertuanya. Akan tetapi, dia seolah tak sadar saat sedang menggoda Asisten Jo.
"Aku juga merasakan apa yang mas Johan rasakan bu. Aku juga anak tunggal bahkan sejak remaja sudah ditinggal ayah entah kemana. Hidup ku penuh dengan perjuangan seperti banteng di baju warna merah," Nyonya Rina menggelengkan kepalanya. Menantunya itu memang kalau bicara suka semaunya sendiri.
"Ibu salut sama kamu. Kamu benar-benar menantu ibu satu-satunya yang paling hebat," puji Nyonya Rina.
"Betul bu, karena cuma satu-satunya jadi gak ada saingannya. Aku bersyukur mas Johan menerima aku apa adanya. Kalau tidak, pasti aku sudah di tukar dengan hewan kurban," seloroh Mila sambil tertawa, Nyonya Rina pun ikut tertawa.
"Hay, baby Jo," sapa Aluna, dia masuk ke kamar Mila sambil menggendong baby Al.
"Uluhh kesayangan aunty," Mila mengambil baby Al dari gendongan Aluna.
"Lihat Al, itu calon teman seperjuangan kamu nantinya," kata Mila sambil mendekatkan baby Al di samping baby Jonathan.
__ADS_1
"Besok kalau sekolah bisa satu angkatan dong, walaupun jarak mereka sembilan bulan?" tanya Aluna, dia duduk di samping Mila. Baby Al berjingkrak heboh saat melihat Aluna di sampingnya.
"Mamamama," celoteh baby Al memanggil Aluna.
"Pinter banget sih kamu. Aunty jadi gemes deh," Mila mencubit pelan pipi baby Al yang terlihat cubby itu.
oee oeee
Tiba-tiba baby Jonathan menangis kencang. Aluna langsung mengambil baby Al dari gendongan Mila sedangkan Mila mengambil baby Jonathan dari pangkuan mertuanya. Mila langsung membuka kaosnya dan menyusui baby Jonathan.
"Kayaknya dia gak rela deh kalau ada yang melukai Al," kata Aluna, karena baby Jonathan langsung menangis keras saat Mila mencubit baby Al meskipun dengan lembut.
"Bisa saja merek jadi dua sejoli sejati seperti Tuan Davin dan mas Johan," celetuk Mila, Aluna pun tertawa pelan sambil mengiyakan ucapan Mila.
"Aku masih ingat Lun, dulu kamu pertama kali memanggil mereka berdua dengan sebutan apem tersembunyi dan asisten bucin. Ternyata, emang bener suamiku bucin sama suamimu," tawa Mila mulai mengeras, Aluna memukul lengan Mila karena gemas, untung saja ibu mertua Mila sedang ke dapur untuk mengambil minum.
"Masih ingat aja kamu Mil," baby Al yang berada di pangkuan Aluna ikut tertawa karena mengira Aluna dan Mila sedang mengajak bercanda.
"Masih lah Lun,"
"Kalian bahagia sekali," Tawa Mila dan Aluna langsung terhenti. Mereka berdua menatap ke arah pintu kamar.
"Eh Tuan apem tersembunyi," ucap Mila tanpa sadar. Aluna langsung mendelik ke arah Mila. Sedangkan Asisten Jo langsung berdiri di depan Davin.
"Tutup mata anda, Tuan!" perintah Asisten Jo dengan menghalangi pandangan mata Davin.
__ADS_1