Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
EP 25


__ADS_3

"Mas, ayo," ajak Mila sambil menarik tangan Asisten Jo.


"Kamu bener-bener ya," Asisten Jo menggelengkan kepalanya namun dia tetap mengikuti Mila naik ke atas kasur.


"Kamu di bawah mas, biar eneng Mila yang di atas," angkuh Mila sambil menepuk dadanya berkali-kali.


"Aku ingin lihat seberapa hebatnya kamu, jangan cuma omongan doang yang gede," tantang Asisten Jo dengan senyum sinis membuat semangat Mila semakin menggelora.


"Oke," kata Mila lantang, dia membuka piyamanya hingga menyisakan ********** saja. Asisten Jo yang melihat Mila duduk di atasnya seperti itu hanya bisa menelan salivanya. Dia merasakan sebuah pergerakan di bawah sana. Ada yang mengembang tapi bukan bolo-bolo.


"Aku sayang kamu mas," goda Mila dengan suara yang di buat se sensual mungkin, tangan Mila meraba kaos yang membalut tubuh Asisten Jo, membuat tubuh Asisten Jo langsung memanas. Mila mencium dan ******* bibir Asisten Jo dengan rakus.


Aku harus berterima kasih dengan Tuan Davin. Saatnya aku menikmati permainan istriku yang gesrek ini


Asisten Jo mulai mengimbangi permainan buas Mila, tangannya memegang kedua pinggang Mila, bahkan sesekali bibirnya mengeksplor leher dan dada Mila hingga Mila berkali-kali mendesah.


"Jangan di enen mas, itu milik Cacha," desah Mila saat Asisten Jo sudah hampir mencapai bukit kembarnya. Asisten Jo terdiam sesaat namun kemudian dia kembali mengeksplor leher Mila. Tangan Mila dengan cekatan melepas semua pakaian Asisten Jo hingga tubuh Asisten Jo tak memakai sehelai benang pun. Mila memegang sesuatu yang telah mengeras disana.


"Sudah selesai kamu selingkuh sama tante Citra, saatnya kamu kembali ke sarangmu," ucap Mila, dia tersenyum puas saat melihat wajah Asisten Jo yang sudah tak bisa menahan nafsunya.


"Buka dalam*nmu," suruh Asisten Jo, Mila pun membuka CD yang masih melekat di tubuhnya, saat CD itu terlepas sampai lutut, tubuh Mila langsung mematung.


"Kenapa?" tanya Asisten Jo saat melihat Mila yang terdiam, padahal hasratnya sudah di ubun-ubun.


"Mas, kayaknya kamu main sama tante Citra lagi deh," kata Mila ragu sambil menaikkan lagi CD nya.


"Jangan bercanda Mil!" Suara Asisten Jo terdengar mengeras.


"Jangan keras-keras mas, nanti Cacha Maricha hehey bangun. Aku masih keluar flek mas, belum benar-benar bersih," lirih Mila sambil menutup kedua telinganya.

__ADS_1


"Astaga! Mila! Kamu jahat sekali padaku? Kamu terbangkan aku tinggi tapi langsung kamu hempaskan begitu saja!" bentak Asisten Jo marah, dia bangun dan masuk ke kamar mandi.


Brak! pintu kamar mandi itu tertutup dengan cukup keras hingga tubuh Mila terjengkit kaget.


"Marah kan dia, tapi mau gimana lagi. Padahal aku kan juga pengen," gerutu Mila sambil memakai pakaiannya kembali.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Asisten Jo berdiri di samping mobil, menunggu Davin yang belum juga keluar, dia melihat jam pergelangan tangannya, sudah hampir pukul delapan. Saat dia akan masuk ke dalam mansion. Davin keluar bersama Aluna dan baby Nadira yang berada dalam gendongan Aluna.


"Selamat pagi Tuan, Nona," sapa Asisten Jo dengan wajah datar.


"Pagi juga Jo. Gimana buka puasa kamu, Jo? Lancar kan?" tanya Davin dengan nada mengejek. Asisten Jo tidak menjawab, dia hanya menghembuskan nafas kasar.


"Anda mau ikut ke kantor, Nona?" tanya Asisten Jo, Davin menggeram kesal karena Asisten Jo mengacuhkannya.


"Anda tidak akan masuk, Tuan? Kalau anda tidak masuk, biar saya panggilkan taxi untuk anda," ucap Asisten Jo dengan nada mengejek.


"Dasar Asisten sialan!" umpat Davin kesal, dia masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Aluna. Setelah majikannya itu masuk, Asisten Jo ikut masuk dan duduk di balik kemudi.


"Kita langsung ke kantor, Tuan?" tanya Asisten Jo namun Davin tidak menjawab.


"Ke kantor saja dulu, Jo. Aku takut Davin terlambat," jawab Aluna karena dia tidak melihat tanda-tanda Davin akan mengeluarkan suaranya.


"Enggak. Ke rumah papa Bagas dulu baru ke kantor," ketus Davin.


"Tapi mas, kamu harus memutar dan aku gak mau kamu terlambat," sanggah Aluna sambil menatap tajam ke arah Davin.


"Memang kenapa kalau aku terlambat? Bebas dong, itu kan perusahaan aku," timpal Davin. Aluna langsung berdecih sebal.

__ADS_1


"Justru karena kamu seorang pemimpin jadi kamu harus kasih contoh yang baik untuk karyawanmu," Emosi Aluna mulai naik, Davin lupa jika orang habis melahirkan akan rawan terkena Baby Blues Syndrome.


"Hatiku akan tenang kalau aku yang ngaterin kamu. Jalan Jo, ke masion Bagaskara," suruh Davin, Aluna hanya diam tidak menanggapi, sedangkan Asisten Jo langsung melajukan mobil itu menuju mansion Bagasakara.


Davin dan Asisten Jo baru saja sampai kantor sekitar jam sembilan setelah mengantar Aluna ke mansion Bagaskara terlebih dahulu. Davin menatap wajah Asistennya yang terlihat kesal sedari pagi.


"Kamu gagal berbuka, Jo? Kenapa wajahmu begitu suram?" tanya Davin saat mereka sudah di dalam ruangan Davin.


"Diamlah, Tuan." Asisten Jo bicara dengan ketus, Davin hanya terkekeh geli.


"Padahal aku sudah kirimkan tutorial supaya kamu puas," ejek Davin, Asisten Jo tidak menjawab, dia hanya berdecih sebal.


"Apa Mila tidak bisa melakukannya? Kalau tidak bisa, tukar saja dengan sapi. Lumayan tuh bisa buat kurban,"


"Saya pusing mendengar ucapan anda Tuan. Jangan pernah mengejek saya, atau saya doakan sebentar lagi Nona Aluna akan hamil," ketus Asisten Jo, Davin tertawa lebar.


"Doamu bagus sekali, Jo. Kenapa kamu jadi seperti ibu Malin Kundang, suka sekali mengutuk. Dari jawaban kamu ini, aku yakin kamu kembali berduet dengan tante Citra," Asisten Jo hanya diam, namun hatinya benar-benar merasa sangat dongkol, bahkan satu tangannya telah mengepal erat.


"Diamlah Tuan!" kesal Asisten Jo, suaranya terdengar mulai meninggi.


"Kenapa sekarang kamu mudah marah-marah? Apa karena kamu sudah bosan dengan tante Citra?"


"Tuan, diamlah! Atau doa saya akan jadi kenyataan!" ucap Asisten Jo lantang.


Jeder! Tiba-tiba terdengar suara petir padahal cuaca sangat cerah. Davin langsung terdiam, sedangkan Asisten Jo menyeringai tipis.


"Sepertinya doa saya akan di kabulkan," ucap Asisten Jo dengan senyum mengejek. Davin langsung menatap tajam ke arah Asisten Jo.


"Diamlah! Atau ku sumpal mulutmu dengan kaos kaki!" teriak Davin, namun Asisten Jo seolah tidak takut.

__ADS_1


__ADS_2