Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna

Perjalanan Cinta Davino Dan Aluna
73


__ADS_3

Davin meraba sebelah tempat tidurnya, ternyata sebelahnya kosong. Davin beranjak bangun dan menoleh ke sebelahnya. Dia tidak melihat keberadaan Aluna sama sekali, Davin langsung turun dari tempat tidur dan mencari Aluna.


" Sayang .... kamu dimana ?? " Teriakan Davin menggema di kamar itu. Hingga saat dia sampai di depan kamar mandi, dia mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi itu. Davin langsung mengetuk pintu itu berkali-kali.


" Apakah kamu di dalam sayang ? " Davin masih mengetuk pintu itu karena tidak ada jawaban sedikitpun dari dalam. Davin menjadi begitu cemas.


ceklek


Pintu kamar itu terbuka, Aluna keluar memakai handuk yang melilit dari dada sampai atas lututnya dengan handuk kecil melilit di kepalanya. Davin menelan saliva nya kasar. Tubuhnya terasa memanas melihat pemandangan yang begitu menggoda imannya. Apalagi melihat bahu mulus Aluna yang masih sedikit basah hingga menampilkan kesan seksi membuat 'adik kecil' Davin belingsatan tak karuan di dalam celananya.


" Maaf... Aku lupa gak bawa baju ganti " Kata Aluna dengan muka merona malu. Dia lalu berjalan cepat menuju wardrobe untuk segera mencari pakaian ganti. Davin hanya menatap punggung Aluna yang meninggalkannya. Sebenarnya dia sudah tidak tahan lagi namun dia harus bersabar sampai Aluna benar-benar mau menerimanya lagi. Davin kemudian berjalan masuk ke kamar mandi untuk menidurkan adik kecilnya itu dengan air dingin.


Setelah melihat pintu kamar mandi tertutup, Aluna langsung menghembuskan nafas lega. Dia mengusap dadanya berkali-kali. Dengan cepat dia langsung mencari pakaian ganti dan memakainya sebelum Davin selesai mandi. Tak lupa juga dia menyiapkan pakaian kantor Davin kemudian berjalan keluar kamar menuju ruang makan.


Davin keluar kamar mandi setelah urusannya benar-benar tuntas dan tubuhnya sudah bersih. Dia mencari keberadaan Aluna namun dia tidak melihat Aluna, tiba-tiba matanya tertuju pada pakaian kerja yang sudah tertata rapi di atas tempat tidurnya. Bahkan, tempat tidur itu sudah rapi. Davin tersenyum bahagia. Meski Aluna masih marah padanya tapi dia masih memberi perhatian pada Davin. Dengan cepat dia berganti pakaian kemudian menyusul Aluna di bawah.


Sesampainya di ruang makan Davin melihat keluarganya sudah berkumpul termasuk Marvel dan Shania istrinya yang kini sudah hamil 8 bulan. Davin langsung bergabung di meja makan itu, dia duduk di sebelah Aluna.


" Sudah lama kak ? " Sapa Davin begitu dia telah duduk di kursinya.

__ADS_1


" Tadi pagi, dengar Aluna sudah pulang Shania langsung minta kesini. Katanya dia kangen sama Aluna " Aluna tersenyum mendengar jawaban Marvel.


" Kamu mau makan pakai apa ? " Tanya Aluna. Davin diam tidak menjawab tapi pandangan matanya tidak lepas dari Aluna.


" Vin.. ditanya malah diam aja " Ucapan Marvel mengembalikan kesadaran Davin.


" Emm ... semua yang kamu ambilin buat aku, aku makan kok " Ujar Davin grogi. Aluna lalu mengambil nasi, ayam pedas manis juga sayuran. Kemudian dia meletakkan piring itu di depan Davin. Setelahnya, dia mengambil piring lagi dan mengambil lauk yang sama untuk dirinya sendiri. Tuan Doni dan Nyonya Anita sangat bahagia melihat pemandangan pagi ini, melihat anak dan menantunya berkumpul semua.


" Rencana hari ini kamu mau ngapain Lun ? " Tanya Shania. Aluna tersenyum ke arah kakak iparnya itu.


" Kayaknya aku mau nyari kerja kak "


" Kamu mau nyari kerja ?" Tanya Tuan Doni memastikan.


" Iya yah .... saya tidak bisa berdiam diri dirumah saja " Aluna menunduk, dia merasa tidak nyaman ketika semua mata memandang kearahnya.


" Sayang .... kenapa kamu mau kerja ? Bukannya enak, kamu tinggal duduk manis dirumah nungguin suamimu ini pulang " Protes Davin.


" Aku gak bisa berdiam diri terus dirumah, semenjak menikah dengan kamu aku belum pernah kerja sama sekali dan aku sudah sangat bosan "

__ADS_1


" Tapi kenapa kamu mau nyari kerja? Kamu bisa kerja di perusahaan Alexander Grup lagi kan ? " Kali ini Nyonya Anita yang membuka suaranya.


" Saya sudah mengundurkan diri dari Alexander Grup bu "


" Tapi kamu bisa bekerja di perusahaan Bagaskara Grup kan kalau tidak di Alexander Grup " Aluna menggeleng pelan.


" Saya tidak akan pernah masuk ke perusahaan Bagaskara Grup. Karena saya tidak mau ada yang tahu kalau saya anak angkat papa Bagas " Jawab Aluna lirih.


" Tapi kamu kan belum sehari disini masa' sudah mau nyari kerja sih Lun, Ibu aja masih kangen banget sama kamu " Ucap Nyonya Anita memelas. Sedangkan Davin terdiam, ingin sekali dia mendebat tapi dia tidak berani karena takut Aluna akan membencinya lagi.


" Kamu masuk lagi saja ke perusahaan Alexander Grup. Lagipula, perusahaan itu butuh orang-orang cerdas dan tegas seperti kamu " Saran Tuan Doni.


" Tapi yah .... " Aluna mencoba menolak lagi.


" Hari ini kamu dirumah saja nemenin mommy dan kak Shania. Apa kamu gak kasian sama kak Shania yang sudah jauh-jauh kesini hanya untuk melepas rindu dengan kamu ?" Davin memotong ucapan Aluna. Aluna menatap Nyonya Anita dan Shania bergantian.


" Besok kamu bisa bekerja lagi di perusahaan Alexander Grup. Kamu mau bekerja di bagian mana ? Atau menjadi sekertaris pribadiku saja ? " Tanya Davin penuh harap. Namun Aluna menggelengkan kepalanya.


" Aku di Divisi yang dulu saja karena aku sudah nyaman disana " Jawab Aluna pelan karena takut Davin tidak mengizinkannya.

__ADS_1


" Oke .... besok kamu bisa bekerja disana lagi dan sekarang kamu harus dirumah menemani mommy dan kak Shania. Aku berangkat dulu yaa... Aku mencintaimu " Pamit Davin sambil mengecup puncak kepala Aluna. Semua berdehem melihat perlakuan Davin pada Aluna yang begitu manis sedangkan wajah Aluna sudah merah merona karena malu.


__ADS_2