
.
.
“Kenapa kalian kemari?” pertanyaan terlalu polos yang Fano lontarkan ini berhasil mendapat jitakan sayang dari Felix.
“Apa maksudmu bocah? Kau tidak suka aku berada di apartemenku sendiri?” omel Felix kesal, dia kemudian berjalan melewati Fano, lalu memeluk Noa dan menyebutkan kata ‘kangen’ beberapa kali dan berbagai bahasa.
Raja sendiri hanya melirik pada Fano dan Wonhi, lalu berjalan melewati mereka, menuju dapur. Mungkin dia berniat mencari makanan. Oh iya, apa kalian penasaran dengan umur Raja? Tidak? Yah, tidak masalah, aku akan tetap memberitahu.
Dia seumuran dengan Fano, jarak satu tahun dengan Queen, bisa dibilang, dia anak keduanya Lino. Meski begitu, dia adalah putra dari istri pertama Lino, namanya Hanna.
Dari mereka bertiga, hanya Queen yang tersenyum pada Fano, dia segera memeluk Fano erat. Tapi kemudian Queen melirik pada Wonhi.
“Dia siapa?” tanya Queen.
“Dia? Wonhi,salah satu anggota girl grup –”
“Lalu kenapa ada disini? Lalu bayi ini siapa? Bukan anak kalian berdua kan?” sahut Queen, memotong ucapan Fano.
Fano memutar bola matanya malas “Ayolah Queen, mana ada anak langsung jadi sebesar ini? Ini adiknya Jehyuk, mungkin kau kenal, dia masih sepupu dengan Dojun”
“Oh, jadi ini Jisung...” raut wajah Queen kini berubah jadi cerah, dia juga berinisiatif menggendong si bayi, bayinya juga senang-senang saja digendong gadis cantik.
Fano mengajak mereka duduk di sofa, saat itu Raja sudah kembali dari dapur membawa susu pisang dingin.
“Lucunya.. siapa namanya tadi?” tanya Felix
“Jisung, adik tirinya Jehyuk” jawab Queen.
Fano terkejut mendengar itu “Lho, bukan adik kandung?” tanya Fano.
“Aku pikir juga adik kandung” sahut Noa.
“Bukan, Jisung ini kan anak dari ibu tirinya, istri baru ayahnya Jehyuk” jawab Queen.
Fano menatap Jisung lekat-lekat, ingatannya kembali pada beberapa waktu lalu saat mereka makan malam. Pantas saja ibunya Jisung terlihat sangat terharu hanya karena Jehyuk sangat menyayangi adiknya. Ternyata adik sambung ya... berarti Jehyuk anak yang baik karena menerima ibu tiri sekalian adik barunya.
“Maksudmu Yuno ya? Tapi adiknya ada disini, si Jehyuknya mana?” tanya Felix.
“Jehyuk sedang mengantar teman-temanku ke bandara, pulang ke Indonesia, padahal sudah beberapa jam yang lalu mereka belum kembali juga” jawab Fano.
“Aku pusing” keluh Queen sambil memegangi kepalanya.
Fano langsung berdiri lalu membantu Queen “Lebih baik kau istirahat saja” kemudian Fano menyeret koper Queen, hanya ada koper milik Queen, tidak ada punya Raja atau Felix.
“Kenapa kopernya cuma satu?” tanya Fano.
“Aku dan Raja akan ada di rumah Subin” sahut Felix.
Fano mengangguk-angguk mengerti, syukurlah mereka tidak menginap disini. Fano membawakan koper milik Queen ke kamar yang tadinya ditempati Vivi dan Bella. Queen sendiri sudah berbaring di ranjang.
“Kau capek?” tanya Fano.
“Aku tidak pernah terbiasa dengan pesawat, jadi aku selalu tidak enak badan setelah naik pesawat” jawab Queen.
Fano mendekatinya lalu memeriksa keningnya,
agak panas.
“Mau minum ramuan?” tawar Fano, Queen mengangguk “Yang tinggi sekalian”
“Jangan, yang rendah saja cukup” Fano memberikan ramuan penyembuh tingkat rendah pada Queen, yang langsung diteguk habis, kemudian botolnya dia kembalikan lagi pada Fano, lalu kembali berbaring.
“Angel mana?” tanya Queen.
“Dia ada syuting, katanya akan tayang seminggu lagi, mungkin variety show”
__ADS_1
“Dia sibuk sekali ya”
Fano mengangguk “Begitulah, padahal katanya dia libur” kemudian Fano menyelimuti tubuh Queen dengan selimut hangat sampai perutnya.
“Istirahatlah” kata Fano.
“Fano jangan lama-lama disana, keluar!” teriakan Felix membuat Fano kesal, padahal juga baru berapa menit dia berduaan dengan Queen.
Queen hanya terkekeh melihat raut muka Fano “Keluarlah, aku akan istirahat”
Fano pun keluar, kembali lagi duduk di sofa dengan wajah ditekuk-tekuk.
“Tidak perlu cemberut begitu, oh iya tadi Wonhi umur berapa?”
Fano mengernyitkan dahinya heran kenapa si Wonhi sudah duduk di sebelah Felix saja, dia juga kembali menggendong Jisung. Sementara itu Noa kembali fokus dengan musiknya sambil sesekali mendengarkan obrolan mereka.
“Aku umur 17 tahun, mau jalan 18” jawab Wonhi.
“Kamu cantik sekali mengingatkanku pada istri kakakku, namanya Yue, mirip sekali denganmu... oh iya, margamu apa?” Felix
“Jang, Jang Wonhi”
“Hmm, nama yang bagus, kalau aku, namaku Felix Raynold, panggil saja Felix-oppa”
Fano semakin tidak mengerti dengan percakapan mereka, dia kemudian melirik Raja yang tidak peduli, dia lebih memilih memainkan ponselnya.
[Dia mau merayu gadis muda]
Fano mengangguk-angguk setuju dengan sistemnya.
“Gimana kalo panggil daddy aja? Soalnya daddy Felix kayak sugar daddy gitu” sahut Wonhi.
“Uhuk uhuk” Raja tersedak susu pisangnya, Fano terkekeh senang, kemudian Raja melirik kesal pada Fano.
“Emang kamu mau jadi sugar baby ku?” tanya Felix.
“Kenapa sih? Aku sekarang sedang jomblo lho, sudah tidak punya istri lagi, lagipula aku sudah tidak bertambah tua lagi sejak umur 25, jiwaku saja masih jiwa muda” sahut Felix kesal.
“Ya tapi jangan yang semuda itu dong!” protes Raja lagi.
Fano kemudian berdehem “Ehem! Wonhi..”
Wonhi pun cemberut kemudian beranjak dari sana “Aku kan cuma bercanda, lagian kak Fano kan gak suka sama Wonhi, jadi wajar dong Wonhi move on” Wonhi ikutan protes.
“Aku hanya mengijinkan dua ya, awas aja kalo ada yang ketiga, aku tidak akan merestuimu dengan Queen” sahut Felix.
Lha, kok jadi rumit ya?
Fano memegangi kepalanya yang pusing.
“Jisung udah ngantuk, jadi kamu tidurin di kamar ya” pinta Fano, kemudian Wonhi pun pergi ke kamar untuk meletakkan baby Jisung yang sudah terlelap.
“Aku juga bercanda, kenapa kamu serius banget sih Raja, kamu ini cucu siapa sih?” timpal Felix, kesal sekali dia pada Raja yang hidupnya selalu serius, tidak bisa diajak bercanda. Keturunan siapa ya dia.
“Yang pasti bukan cucunya Firaun” sahut Raja.
“Firaun itu siapa?” tanya Noa bingung, dia tidak terlalu mengerti dengan obrolan tidak jelas mereka.
“Gak ada kok, jangan dengerin Raja, gak baik.. Noa dari tadi ngapain sih?” tanya Felix, dia kembali memeluk Noa, karena badan Noa lebih kecil jika dibanding tubuh Felix, jadi sangat mungil.
“Aku baca-bacain komentar di postingan terbaru ku grandpa” jawab Noa, kemudian dia menunjukkan ponselnya.
Noa mengirim foto selfie bersama Yoshi, Dave dan Wawan di akun medsosnya. Noa juga pernah mengirim foto bersama Fano juga, baru kemarin dan sampai saat ini masih viral di internet. Maklum saja, Fano kan sedang menghebohkan internet apalagi karena kasus dengan Yohan.
Senyum Felix luntur melihat beberapa komentar buruk pada Noa seperti.
‘Sekarang Noa numpang tenar lagi’
__ADS_1
‘Kemarin numpang tenar sama Fano, sekarang teman-temannya Fano’
‘Pasti dia tau Yoshi, Dave dan Wawan sangat terkenal di Indonesia’
‘Mungkin dia ingin numpang tenar lewat selebgram Indo’
‘Cari muka dengan fans Indo mungkin’
Fano yang penasaran akhirnya duduk di sebelah Felix untuk melihat komentar itu. Kemudian Fano menghentikan Felix yang hendak membanting ponsel itu, Fano tau mereka bisa membeli ponsel yang jauh lebih mahal dan lebih canggih, tapi di dalamnya ada banyak file berharga milik Noa, jadi tidak boleh dihancurkan. Karena itu Fano merebut ponsel itu dari tangan Felix.
“Berani-beraninya mereka melakukan itu pada Noa yang manis” Felix.
“Komentar jahat lagi?” tanya Raja, yang tidak ikut melihat komentar “Aku akan laporkan semuanya” tambahnya.
“Aku tidak mengerti dengan pikiran mereka, padahal Noa jauh lebih terkenal dari teman-temanku, tapi kenapa –” Fano mengehentikan ucapannya saat Felix menepuk bahunya.
“Haters akan selalu mencari celah, mereka akan mengatakan apapun untuk menjatuhkan orang yang mereka benci. Noa.. jangan hiraukan komentar itu, lebih baik kau fokus dengan komentar positif, okay?” kata Felix.
Noa mengangguk pelan sambil tersenyum manis.
“Kamu imut banget sih, mana mirip Haruto lagi, Noa Haruto kecil, Fano Haruto besar” kata Felix lagi sambil mengusak surai Noa gemas.
“Apa Haruto sangat berarti sampai anda tidak bisa move on darinya?” tanya Fano, dia masih memegang ponsel Noa, untuk melaporkan semua komentar buruk, kalau komentarnya parah, Fano langsung meretas akunnya, dan menghilangkan akunnya, masa bodoh mereka siapa, yang pasti Fano benci orang yang suka berkomentar buruk terhadap orang lain, terlebih yang mereka hina itu masih di bawah umur. Mereka tidak punya hati dan pikiran atau bagaimana.
Felix terdiam sejenak sebelum kembali berkata “Haruto sangat berarti bagiku, semua orang sangat berarti... aku sangat menyayanginya. Kami mulai dekat sebelum tau jika kami memiliki hubungan kerabat, bahkan aku mengadopsinya menjadi keluarga jauh sebelum itu juga. Dia anak yang tampan, hingga saking tampannya, teman-teman laki-laki di SMP nya membencinya, tidak jauh berbeda denganmu kan?” kata Felix, sambil menoleh pada Fano, lalu tersenyum.
Baru kali ini Felix tersenyum padanya setulus itu.
Felix kembali bercerita “Haruto anak yang manis yang suka mempelajari sesuatu, dia belajar bahasa Indonesia dengan keras karena aku tidak bisa memenuhi janjiku menemuinya, dia berpikir jika dia bisa bahasa Indonesia dia bisa menyusulku di Indonesia, dia tidak tau jika Indonesia sangat luas, dia lucu sekali. Apa kalian tau, Haruto pernah diterima audisi padahal dia tidak mengikuti audisi, waktu itu masih KH Ent, sekarang sudah jadi Royal Ent kan? dan sekarang melihat Noa menjadi idol membuatku teringat padanya”
Noa memeluk Felix, entah kenapa bocah itu terharu dengan cerita Felix. Kemudian Felix menepuk-nepuk kepala Noa, kelihatan sekali jika Felix menyayangi Noa.
“Sekarang ada Fano, dia akan menjagamu, biar kan saja keluargamu tidak mempedulikanmu, mereka yang bodoh karena membuangmu... aku akan selalu mendukungmu” kata Felix.
“Terima kasih Grandpa” Noa.
“Kenapa Grandpa suka sekali membuat drama?” sahut Raja, menghancurkan suasana haru di antara mereka.
“Aku tidak yakin kau ini cucu ku” Felix.
“Katakan itu pada wajahku yang copy-paste wajah Grandpa” Raja.
“Kau menyebalkan sekali, keturunansiapa sih?” Felix.
“Your Grandpa disown you” sahut Fano, yang kemudian mendapat lemparan bantal sofa dari Raja, namun Fano dapat menangkapnya dengan cepat.
“Aku tidak suka Fano” Raja.
“Siapa?” Fano.
“Yang peduli” Felix.
“Kalian menyebalkan, aku pergi saja mau cari tteokpoki” Raja.
“Noa juga mau tteokpoki” Noa.
.
.
.
akhir bulan satu bab aja, hemat. ini uda 1500 kata lebih lho, hehe 😂
oh iya, bagi yg suka cerita teen romance, baca novel baruku yg judulnya "Aku berbeda dari kembaranku"
makasih semuanya ❤
__ADS_1