
.
.
Pagi hari ini Angel dikejutkan dengan pernyataan Fano. Angel pikir Fano sudah mulai aneh, bagaimana tidak aneh? Fano mengatakan dia akan mengikuti suatu program acara TV yang sangat terkenal di Korea. Itu adalah program dimana ada dua atau tiga orang berkompetisi menyanyi, yang memilih pemenang adalah para penonton yang jumlahnya ada 50 orang beserta sekitar sepuluh juri. Jurinya biasanya adalah penyanyi pro atau yang seseorang handal di dalam sebuah lagu atau musik.
Nanti yang berkompetisi akan menutup wajahnya dengan topeng agar yang dinilai hanya suaranya saja.
Masalahnya, jika Fano ikut lalu menang, lalu topengnya dibuka, akan semakin banyak orang yang tergila-gila dengannya. Memang Fano sudah pernah menyanyi di channel yutup, itu pun banyak yang tidak percaya dengan suara Fano, banyak yang mengatakan autotune lah ini lah itu lah.
Tapi jika mengikuti acara seperti itu, bisa-bisa orang satu Korea jatuh cinta padanya karena mereka akan tau jika suara Fano itu memang asli bagus.
Pasti makin banyak gadis-gadis yang menyukainya.
“Jangan cemberut terus” kata Fano.
Ini masih pagi dan Fano sudah berkutat dengan pekerjaannya, maklum saja dia kemarin-kemarin kan tidak bekerja, jadi sekarang banyak yang dia periksa. Bahkan, Fano belum sarapan.
Angel baru selesai membuat french toast untuknya, dia hanya diam dan terlihat kesal setelah Fano memberitahu niatnya untuk mengikuti program TV itu.
“Habisnya kau punya ide yang aneh” kata Angel.
“Itu tidak aneh Angel, aku ingin merebut hati banyak orang saja” sahut Fano.
“Justru itu yang aneh, kenapa kau ingin melakukannya? Untuk apa? Masih kurang fans-fans mu yang bergerombol di luaran sana?” kata Angel, moodnya sudah tidak terlalu baik berkat Fano.
“Fans yang mana sih? Aku mana punya fans?” tanya Fano.
Angel menatap Fano tidak percaya “Kau pikir orang-orang yang mengikutimu di sosmed itu bot semua apa?”
“Bisa jadi”
“Ya enggak lah Fano!”
“Baiklah aku katakan alasannya, aku ingin melakukan itu karena berpikir dengan begitu aku akan banyak disukai orang dan tidak akan ada yang keberatan aku mengumumkan hubunganku denganmu. Kau tau kan,
masih banyak orang berpikir aku menjebak Yohan hanya agar aku bisa bersama denganmu, padahal kenyataannya sebaliknya. Jadi, aku ingin merebut banyak hati orang-orang disini” kata Fano.
Mendengar itu Angel jadi luluh dan merasa bersalah sudah berpikiran buruk tadi, kemudian dia berdiri dari duduknya dan memeluk Fano “Maaf Aku sudah berpikiran buruk” kata Angel kemudian.
“Sekarang sudah boleh kan?” tanya Fano.
Angel tersenyum lalu mengangguk “Tentu saja, tapi kenapa kau tidak berlatih dan malah bekerja?”
Fano terkekeh pelan lalu menarik Angel agar duduk di pangkuannya.
__ADS_1
“Tidak perlu berlatih, tidak apa, pekerjaan lebih penting, aku tidak ingin banyak membebankan karyawan, lagian acaranya kan masih nanti beberapa hari lagi” kata Fano.
“Ngomong-ngomong, Queen ada dimana? Kenapa tidak ada disini? Apa sudah pergi ke Indonesia?” tanya Angel.
Fano terdiam, tidak mungkin dia mengatakan Queen ada di dunia lain kan? Angel tidak akan mengerti itu.
“Ku rasa dia sedang sibuk bersama keluarganya, ada acara penting begitu, aku juga tidak tau” kata Fano.
“Fano tidak diajak? Noa juga tidak?” tanya Angel.
Fano menggeleng “Tidak untuk keluarga besar, untuk apa juga aku dan Noa ikut segala?”
“Ya udah, Fano makan sarapannya ya”
Fano meninggalkan pekerjaannya dan memilih untuk sarapan terlebih dahulu. Rencananya hari ini Fano hanya akan menyelesaikan beberapa pekerjaan, karena sudah menumpuk dan Fano juga akan membagi waktunya agar bisa pergi ke dunia lain juga untuk belajar beberapa resep masakan dari Lady Lydia.
Jadi nanti jika Fano ingin pergi, dia tinggal menghubungi Raja saja, dia akan datang dan membuka portal untuk Fano.
Beres.
Masa bodoh jika Fano merepotkan dia, karena memang itu tujuan Fano yang sebenarnya, membuat Raja repot. Fano adalah contoh calon adik ipar yang tidak baik, sebaiknya jangan ditiru ya kawan-kawan.
Oh iya, Fano tidak kerja ke kantor, dia hanya akan bekerja di rumah saja, nanti juga akan ada Jehyuk yang menemaninya, sementara Jungyu ada di kantor. Nanti mereka bergantian yang ke kantor. Lagipula di kantor mereka hanya bertugas untuk mengawasi saja, karena sudah ada orang lain yang diberi tugas untuk
menghandle kantor.
Lagipula Fano lebih suka tidak bekerja di kantor, bekerja dari rumah lebih simple. Jika ada karyawan yang membutuhkannya, mereka tinggal menemui Fano, sesimple itu. Fano kan boss disini, jadi dia bisa melakukan apapun.
Baru saja Fano selesai sarapan dan kini dia ke dapur hendak membuat kopi pagi untuk menemaninya bekerja, Fano sedang ingin caramel machiato. Di dapur ada lengkap sekali mulai dari mesin ice cream sampai mesin kopi. Dapur Fano di mansion ini bisa dibilang sangat mewah dan lengkap, tempatnya juga sangat luas.
Karena akhir-akhir ini Fano sering membuat resep-resep baru, jadi dapur sudah seperti laboratorium penelitian baginya, atau sudah seperti kantor, karena dia malah sering bekerja disana.
Oh iya, baru saja Fano membuat kopinya, ada Noa datang bersama dengan Leon. Wajah mereka berdua terlihat sangat kusut.
“Kalian mau sarapan?” tanya Fano “Akan ku buatkan, kalian mau apa?” tambahnya.
“Omurice” jawab Noa singkat, dengan nada yang tidak bersemangat.
“Nasi goreng aja, ala indonesia” sahut Leon “Aku pengen ngrasain yang ala Indonesia” tambahnya.
“Gak mau aku maunya omurice” timpal Noa.
“Iya kan sama aja, sama-sama nasi goreng, nanti punya kamu dikasih telor deh nanti, susah amat! Jangan kayak bocah terus dong, kan semalem udah mimpi becek segala” sahut Leon, dengan nada yang terdengar kesal.
Dari sini Fano paham jika mereka sedang marahan.
__ADS_1
Eh, tunggu!
“Basah yang bener!” kata Noa.
“Bentar deh, kalian ngomongin apa?” tanya Fano.
“Ini nih adik kak Fano semalem baru dapet mimpi, padahal kan lagi tidur sama aku, pagi-pagi udah basah aja” jawab Leon.
“Kan aku gak tau!” balas Noa.
“Noa baru dapet mimpi basah? Serius? Padahal kan udah umur 16?” Angel yang baru datang setelah tadi mandi sangat lama. Jadi saat Fano sarapan Angel pamit mandi di kamar Fano.
Noa yang mendapat pertanyaan itu dari Angel jadi malu dan ingin mengubur dirinya dalam-dalam saja rasanya.
“Aku juga gak ngerti sunbae, si Noa belum puber kemarin itu, baru sekarang, telat banget” sahut Leon, yang kemudian mendapat geplakan sayang dari Noa, kesal sekali Noa dengan Leon yang ucapannya tidak pernah difilter, ceplas-ceplos anaknya seakan tidak takut apapun. Leon juga yang paling berani mengusir sasaeng jika ada sasaeng yang mengganggu salah
satu member. Mungkin karena dia anak sultan dari lahir, tidak jauh beda dengan keluarga Raynold lah ya berturunan-turunan keluarganya selalu kaya raya. Mungkin karena itu dia anaknya seenaknya sendiri.
Meski begitu, Leon sangat tulus jika berteman dengan seseorang, tapi jika dia sudah tau temannya itu memang baik.
Oh iya, Leon memanggil Angel dengan sebutan sunbae, artinya senior.
“Noa belum puber saja tingginya sudah segini?” tanya Fano, dia pun tidak percaya dengan fenomena langka dimana ada yang belum puber setelah umur 16. Mungkin karena Fano belum menemui saja, siapa tau di luaran sana banyak yang begitu kan.
“Berarti dia bisa lebih tinggi lagi ya” kata Angel.
“Kurasa Noa bakal setinggi kak Fano” timpal Leon.
“Cuma 185 dong” sahut Fano.
“Udah tinggi itu kak Fano” kata Noa, dia kemudian meminta kopi yang baru dibuat Fano.
“Hei, aku belum minum udah diminum duluan” kata Fano, tidak terima kopinya diminum duluan oleh Noa, padahal itu adalah bekal untuk bekerja.
Ah, sudahlah, dia berjanji untuk membuatkan nasi goreng untuk mereka.
“Uhuk maaf - uhuk” Noa.
“Makanya jangan sembarangan minum punya orang” kata Leon.
.
.
.
__ADS_1
kemarin aku ga up ya 🥲
maklum, Minggu.