Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman
Penyamaran yang berbahaya


__ADS_3

.


.


Dengan skill fast change, Fano bisa mengubah bentuk tubuhnya menjadi lebih tinggi atau lebih pendek, mengubah kulitnya menjadi warna lain, mengubah warna rambut... dan itu tidak terbatas, dia bahkan bisa mengubah bentuk tubuh menjadi bentuk sesuai keinginannya, termasuk lawan jenis.


Tapi itu hanya sementara, paling lama hanya beberapa hari.


Fano pikir, skill tersebut akan berguna untuk saat ini.


Sepulang sekolah, Fano segera menaiki motornya menuju rumah sakit tempat Zion dirawat. Itu adalah rumah sakit milik keluarganya dokter Tio, tempat ayahnya Dave bertugas juga, tempat dulu Fano dirawat juga.


Jadi saat Fano sampai ada beberapa suster yang menyambut dan menyapa Fano, mungkin karena Fano jadi terkenal akhir-akhir ini makanya mereka masih mengingat Fano.


Dengan bantuan suster itu Fano bisa menemukan ruangan Zion.


Tapi sial sekali karena disana ternyata ada orangtua Zion serta dua cecunguk, siapa lagi jika bukan Reno dan Indra. Fano pikir jika hanya ada orangtuanya saja akan lebih mudah.


Melihat ada Fano, Reno dan Indra malah mengompor-ngompori orangtua Zion, lalu ibunya Zion juga masih mengenali Fano sebagai bocah yang menyebabkan putranya diskors selama beberapa hari.


Jadilah Fano terusir dari sana.


Meski begitu, Fano masih belum menyerah, dia masih mengamati di pojok lorong dimana mereka tidak bisa melihat Fano tapi Fano bisa melihat mereka.


“Jika mereka terus disana aku tidak bisa bergerak” gumam Fano kesal.


Apa dia harus meminta tolong suster? Atau dokter Tio saja?


Disaat fano sedang bimbang, layar sistem kembali muncul.


[Butuh bantuan?]


“Kau serius mau membantuku?”


[Tentu, tapi tidak banyak, selebihnya kau harus berusaha sendiri]


Fano berpikir keras, mempertimbangkan bantuan tersebut, tapi kemudian dia menyetujui bantuan dari sistem.


“Baiklah, kau bisa membantubagaimana?”


[Aku bisa membantumu memasuki ruangan


itu sekaligus menjauhkan mereka dari ruangan itu, tapi kau harus menyamar]


Yang paling aman adalah menyamar sebagai dokter, tapi Fano tidak terlalu yakin.


Bagaimana jika...


***


Keadaan Zion sudah lebih baik dan sekarang tertidur karena obat bius, menurut dokter yang sebelumnya menangani Zion, Zion masih harus mendapatkan perawatan karena obat yang dia konsumsi merusak beberapa organ, untungnya tidak terlalu parah.


Zion beruntung karena segera ditangani.


Itu yang dokter bilang, tapi tiba-tiba saja Zion mengalami kejang-kejang.


Orangtuanya panik dan segera menekan tombol agar dokter atau suster segera datang.


“Tadi dia baik-baik saja, tapi kenapa sekarang seperti ini?” ibunya Zion menangis, miris melihat keadaan putranya.


Ayah Zion hanya menenangkan istrinya sambil menunggu dokter datang, sebenarnya dia kecewa putranya menggunakan obat terlarang, tapi sebagai ayah dia juga merasa kasihan dan iba.


“Ini semua karena Fano dan teman-temannya yang mempengaruhi Zion” kata Reno


“Dia yang memberi obat itu pada Zion” sahut Indra.


“Pokoknya jika keadaan Zion memburuk, aku akan menuntut mereka” kata ibunya Zion dengan emosi.


Seorang dokter cantik dan seksi datang.


Indra dan Reno terbengong di tempatnya, baru kali ini mereka melihat seorang wanita sesempurna itu. Tubuhnya yang tinggi langsing, kulitnya yang putih mulus, rambutnya yang indah dikuncir agak tinggi... semuanya terlihat indah.


“Saya akan memeriksa keadaan pasien, mohon tunggu di luar” kata dokter cantik itu.


Mereka yang masih terpesona dengan kecantikan sang dokter menurut saja untuk keluar dan tidak lupa menutup pintu.

__ADS_1


Setelah pintu tertutup dokter tersebut melunturkan senyuman di wajah cantiknya.


“Ah, sial! Aku sampai menyamar begini, kalau ada yang tau ini aku mau ditaruh dimana muka ku?”


[Jangan mengeluh, ayo kita periksa]


Dokter cantik itu, alias Fano yang menyamar segera memeriksa Zion menggunakan stetoskop ajaib dari sistem, tidak.. beli di toko sistem.


Dengan mengarahkan stetoskop ke tubuh korban, Fano langsung bisa mendapat rekap keadaan Zion dengan detail.


[Dia membutuhkan dua ramuan penyembuh, namun tidak bisa langsung diberikan dalam satu waktu]


“Berarti aku harus begini lagi besok?”


[Benar]


Dalam hati Fano menangis, dia tidak mau menyamar menjadi dokter cantik lagi, maunya jadi dokter tampan saja.


Setelah itu Fano mengeluarkan ramuan penyembuh dan juga suntikan steril dan baru.


Fano menyuntikkan ramuan tersebut pada Zion.


Perlahan Zion kembali tenang, keadaannya mulai stabil.


[Besok dia sudah pulih setelah kau beri ramuan untuk kedua kalinya]


Fano mengarahkan stetoskop ajaibnya pada Zion lagi, beberapa kerusakan tubuhnya perlahan sembuh, meski tidak banyak, karena memang butuh proses.


Fano lega akhirnya tugasnya hari ini selesai.


“Sampai ketemu lagi besok, lain kali carilah teman yang benar-benar teman, bukan teman yang menjerumuskanmu, kasian sekali... mana masih muda” kata Fano pada Zion yang masih tertidur.


[Fano, cepat pergi]


“Iya iya”


Fano pun berjalan keluar dari ruangan tersebut, dia tersenyum cantik pada orangtua Zion dan dua cecunguk itu.


“Bagaimana keadaannya dokter?” tanya ibunya Zion panik.


“Bu dokter udah punya pacar?” Reno


“Minta nomernya dong bu dokter, kali aja saya nanti sakit” Indra.


Fano ingin muntah di tempatnya, tapi tentu dia tidak bisa melakukan itu, jadi dia hanya tersenyum “Kalau sakit dan butuh bantuan, tinggal kemari lagi, saya sibuk.. permisi ya”


Baru saja Fano lega akhirnya bisa pergi, eh.. ada dokter Tio datang.


Sial sekali.


“Eh? Pasien sudah diperiksa? Ini.. dokter baru?” tanya dokter Tio, Fano hanya tersenyum.


Sungguh, Fano ingin segera kabur, dia tidak nyaman dengan penyamarannya ini.


“Benar sekali...” jawab Fano, atau Fani.. karena dia dalam bentuk perempuan sekarang.


“Kita bisa mengobrol sambil berjalan” kata Tio, Fano yang bingung hanya mengikuti Tio saja meninggalkan ruangan Zion.


Bagaimana ini? Kenapa Tio ingin bicara dengannya? Apa Fano ketahuan secepat itu?


“Sejak kapan menjadi dokter disini?” tanya Tio


“Eh? It.. itu.. tidak lama” jawab Fano, jantungnya berdebar-debar karena sangat takut ketahuan.


“Eum – namamu siapa? Kalau boleh tau” tanya Tio lagi.


Apa ini? Tidak mungkin dokter Tio ini naksir dengan penyamaran Fano kan? ketakutan Fano makin bertambah.


“Fani..”


“Sudah punya pacar?”


Tuh kan!


Fano tersenyum menatap Tio “Maaf tapi saya sudah punya tunangan, oh iya.. saya mau ke toilet, permisi..”

__ADS_1


Tio terlihat patah hati mendengar penolakan secara halus dari Fani barusan, baru kali ini dia menyukai seseorang, tapi tidak terbalas, padahal biasanya para wanita yang mengejarnya.


Mungkin tunangan Fani lebih hebat dari Tio.


Fano segera kabur menuju tempat sepi, kemudian mengubah penampilannya menjadi seperti semula.


Dia benar-benar takut, tidak pernah dia merasa setakut ini.


Ini penyamaran yang sangat bahaya.


“Lain kali aku akan menyamar menjadi dokter tampan saja”


[Itu karena imajinasimu terlalu berlebihan]


Benar juga, untuk berubah seperti tadi, Fano membayangkan sosok wanita yang sempurna menurutnya sendiri, eh.. malah membuat semua laki-laki jatuh hati.


Fano kapok, sungguh.


“Sepertinya aku akan trauma menyamar menjadi perempuan”


[Kau berlebihan]


Setelah itu Fano keluar dari persembunyiannya dan berjalan untuk keluar dari rumah sakit.


Oh iya, bagaimana dengan cctv?


[Aku sudah bilang akan membantumu kan? cctv aman, jangan khawatir]


‘Kau yang terbaik’


“Lho, Fano? Kenapa kau bisa disini?”


Fano berjengit mendengar suara itu, Tio memanggilnya. Fano masih merinding dengan kejadian sebelum ini, sebenarnya dia masih belum siap bertemu Tio. Tapi mau bagaimana lagi ya kan?


“Kak Tio, aku sebenarnya ingin menjenguk temanku.. tapi aku diusir” kata Fano


“Temanmu? Yang dirawat karena obat itu? Kenapa masih belum lapor polisi?” tanya Tio, dia sudah merangkul Fano dan berjalan bersama keluar dari rumah sakit.


“Sudah lapor, kejadian ini akan diselidiki besok, tapi sekolahku tidak ingin terlalu heboh.. takutnya merusak citra sekolah” sahut Fano.


Tio mengangguk “benar juga, pasti kepala sekolahmu pusing sekarang, dalangnya harus segera diselidiki kan?”


“Sebenarnya aku dan teman-temanku yang dituduh kak”


Tio terkejut mendengarnya “serius? Anak sepertimu?”


“Ada yang menjebak kami, dia memasukkan obat terlarang itu dalam tas kami, untungnya kepala sekolah dan guru-guru percaya dengan kami, karena itu kejadian ini masih diselidiki. Aku pikir bisa menenangkan orangtua korban, tapi susah...”


“Mereka malah mengusirmu?”


Fano mengangguk “Benar, apa kak Tio bisa membantuku?”


Tio mengangguk yakin “Tentu saja, bantu apa?”


“Bantu aku untuk menemui Zion besok.. aku harus bicara dengannya, takutnya dia bersekongkol untuk menjebakku, Zion itu teman dari anak yang dulu ingin membunuhku”


Tio kembali harus terkejut “yang mendorongmu dari atap?”


Fano mengangguk pelan. Mereka sudah sampai di parkiran motor.


“Keterlaluan sekali, apa sih yang mereka inginkan dari berbuat seperti ini padamu?”


Fano menggeleng “Entah kak.. aku juga tidak mengerti”


Tio menepuk bahu Fano “Mungkin mereka hanya iri padamu.. bukankah kau sedang terkenal saat ini, kau juga makin sukses dengan bisnismu”


Fano terkekeh pelan “Itu masih bisnis baru kak.. aku belum sesukses itu”


“Banyak suster yang membeli produkmu lho, mereka sangat puas dan selalu membicarakannya, kau harus semangat ya.. datanglah besok setelah ku beri pesan”


Fano mengangguk “Aku bisa datang pagi-pagi kak”


“Baiklah, ku usahakan kau bisa menemuinya di pagi hari”


.

__ADS_1


.


__ADS_2