
.
.
Karena acaranya Vivi, Bella dan Angel masih lama, maka Fano dan teman-temannya pergi duluan. Jungyu juga sudah berpisah dengan mereka karena dia sibuk. Jadinya yang datang ke acara makan malam hanya Fano, Yoshi, Dave dan Wawan.
Mereka sedang bersiap-siap di apartemen, memakai pakaian yang rapi dan bagus, karena mereka akan memasuki perumahan elit.
“Besok kau ada rapat di Royal Ent kan Fano?” tanya Yoshi, Fano yang sedang merapikan rambutnya di depan cermin mengangguk “Iya, kenapa? Mau ikut?”
Yoshi menggeleng “Tidak, Jungyu mengajak kami ke lotte world”
Fano berbalik menatap Yoshi tidak percaya “Serius? Tanpa aku?”
Yoshi memutar bola matanya malas “Ayolah,
kau tidak terlalu suka ke taman bermain naik wahana-wahana seperti itu, iya kan?”
Fano berdecak kesal, karena Yoshi benar. Dia tidak terlalu suka pergi ke taman bermain, tapi kan dia juga tidak suka ditinggal teman-temannya begini.
Yoshi mendekati Fano lalu berbisik di telinganya “Kau ada rapat, tapi setelahnya kau bisa menggunakan waktu itu untuk jalan-jalan dengan Angel, gimana?”
Fano mulai tersenyum, kali ini dia setuju dengan usulan sobat tengilnya yang satu ini “Boleh juga, aku akan mengajaknya jalan-jalan ke tempat yang romantis”
“Kau tau apa tempat yang romantis disini?” tanya Yoshi, Fano menggeleng dengan polosnya, karena dia memang tidak tau dan belum tergerak untuk mencari tau.
“Baka” (bodoh) Yoshi.
Fano mencubit pipi putih Yoshi sampai yang punya pipi mengaduh kesakitan, Fano memang kejam.
Yoshi mengusap-usap pipinya yang sudah memerah itu sambil menatap Fano jengkel “Kau ini... kalau kau tidak tau mau kemana bawa saja ke namsan tower”
Kemudian Fano menoleh pada jendela kamar mereka “Yang di kejauhan itu?”
Memang dari jendela apartemen mereka namsan tower terlihat jelas.
“Benar, cobalah kesana”
Fano mengangguk-angguk “Baiklah, akan ku coba” kemudian Fano mengulurkan tangannya untuk menyentuh pipi Yoshi yang memerah, tapi secepat kilat Yoshi menepisnya.
“Maafkan aku, gomen ne”
“Tidak ada kata maaf bagimu Ferguso”
“Namaku bukan Ferguso”
__ADS_1
Wawan masuk kamar mereka dengan kedua
tangannya berada di pinggangnya “Kalian ini lama banget sih? Aku sama kak Dave nungguin dari tadi” protes Wawan, dia kesal sekali karena Fano dan Yoshi bercanda terus dari tadi.
Fano datang merangkul bahu Wawan “Ini udah Wan, ayo berangkat!”
***
Mereka sampai di depan sebuah rumah yang sangat besar, beberapa pelayan menyambut mereka. Nyonya rumah dan adik bayi juga turut menyambut mereka.
Bayi Jisung mengangkat tangannya meminta Fano untuk menggendongnya segera setelah melihat wajah Fano lagi “Pa!”
Ibunya hanya terkekeh mendengar putra kecilnya memanggail orang lain dengan sebutan pa. Dengan senang hati Fano menggendongnya, si bayi terlihat sangat gembira malam ini, dia memakai pakaian formal yang membuatnya terlihat makin lucu.
“Ayo semuanya masuk” nyonya rumah, Yuna, mempersilahkan mereka untuk masuk.
Rumahnya juga sangat besar dan bagus, memiliki banyak perabotan mewah nan mahal. Bahkan lantainya juga sangat bagus.
“Jika kau terus seperti ini mau jadi apa jehyuk? Kau tidak mau kuliah padahal kau lulus ujian dengan nilai yang tinggi, belajar meneruskan perusahaan juga tidak mau, sekarang katakan apa maumu?”
Teriakan seorang pria terdengar begitu jelas dari ruang tamu, Yuna langsung panik dan segera meminta tamunya untuk duduk di ruang tamu terlebih dahulu, kemudian dia pergi ke ruangan lain. Mungkin untuk menghentikan teriakan pria yang sepertinya suaminya itu.
“Aku sangat ingin membantu ayah meneruskan perusahaan, tapi semuanya meremehkan kemampuanku dan mereka terus membicarakanku di belakangku, bagaimana aku bisa tahan? Aku akan pergi dan bekerja di perusahaan lain dan membuktikan jika aku bisa” teriakan lain ikut terdengar, kali ini datang dari seorang pemuda.
Fano mengerti bagaimana perasaan pemuda itu, pasti berat baginya karena meski dia memang mampu, posisi ayahnya yang tinggi tidak akan membuat usahanya terlihat. Orang-orang akan terus mencibirnya meski dia telah melakukan banyak prestasi sekalipun.
Ocehan si bayi membuat Fano tersadar dari lamunannya, kemudian layar sistem muncul di depan Fano.
[Jika kau membantu Jehyuk, kau akan mendapat 5000 koin]
‘Kenapa aku harus membantunya?’
[Karena kau bisa, tidak ada hukuman untuk ini, terserah padamu diambil atau tidak]
‘Akan ku coba’
Akhirnya perdebatan ayah dan anak itu berakhir, nyonya rumah kembali lagi untuk mempersilahkan mereka ikut makan malam. Teman-teman Fano sudah tidak terlalu bersemangat karena perdebatan tadi, mereka merasa tidak enak telah mengganggu.
Fano terkejut setelah tau suami dari nyonya rumah adalah pria yang sama dengan yang menjual gedung padanya. Suasana cair lagi, Fano dan Yoshi banyak mengobrol dengan tuan dan nyonya rumah. Sementara itu Dave, Wawan dan putra pertama keluarga ini, yang namanya Jehyuk memilih untuk fokus dengan makanan mereka.
Sedangkan si bayi, dia masih lengket dengan Fano, Fano sendiri tidak keberatan dan masih bisa memakan dan mengobrol tanpa kesulitan.
Setelah makan malam selesai, mereka kembali mengobrol di ruang tengah, kini si bayi sudah menemukan kakak favorit baru, yaitu Dave, jadi si bayi menempel terus padanya.
Kemudian Fano mengungkapkan identitasnya sebagai pemilik dari Flotesse beauty yang akan segera dibuka di gedung yang telah dia beli pada tuan rumah ini. Mereka terlihat kagum dengan Fano, begitupun dengan Jehyuk yang diam-diam mendengarkan semua obrolan mereka.
__ADS_1
Fano menjelaskan beberapa bisnisnya, juga rencananya untuk membuka toko, Fano juga bilang dia telah bekerja sama dengan Royal Ent berhubung Fano memiliki saham 30% disana. Mendengar itu, tuan rumah, atau Yuno, sangat tertarik dengan bisnis Fano dan ingin berinvestasi, juga ingin bekerja sama.
Tentu saja Fano setuju.
“Lalu... eum – maaf jika saya lancang, tapi saya mendengar perdebatan anda dengan putra pertama anda, saya sangat mengerti dengan situasi putra anda, jika kalian berkenan, bagaimana jika putra anda bekerja dengan saya, saya juga membutuhkan seseorang yang sangat mengerti dengan pasar disini. Itu jika kalian tidak keberatan –”
“Tidak keberatan” sahut Jehyuk, memotong ucapan Fano.
Fano tersenyum padanya “Apa kau yakin? Aku sangat membutuhkan seseorang, terutama anak muda yang bersemangat sepertimu” kata Fano.
“Bukankah kita seumuran? Maksudku – jangan terlalu formal” kata Jehyuk, Fano tertawa mendengarnya lalu mengangguk “Tentu, kita bisa menjadi teman”
“Kapan aku bisa mulai bekerja?” tanya Jehyuk dengan semangat, kedua orangtuanya terlihat senang melihat putra mereka sangat bersemangat seperti itu, beda sekali dengan beberapa jam lalu.
“Karena besok aku ada rapat penting dengan Royal Ent, bagaimana jika lusa? Tapi kau bisa selalu datang ke apartemen kami” kata Fano.
“Aku akan main ke apartemenmu besok –dengan Jisung juga” Jehyuk tersenyum melihat adik kecilnya bermain dengan Dave dan Wawan.
“Jehyuk menjaga adiknya setelah penculikan itu” sahut Yuna.
“Tentu saja, sudah lama aku sendirian tidak memiliki adik, sekarang sudah punya aku tidak mungkin membiarkannya diculik siapapun” kata Jehyuk, sambil menatap adiknya dengan penuh kasih sayang.
Yuna terlihat sangat terharu dengan ucapan Jehyuk, sementara itu Yuno terlihat bangga dengan putranya.
Fano sebenarnya sangat iri melihat keluarga ini yang terlihat sangat harmonis. Sedangkan Fano sendiri tidak pernah merasakan memiliki keluarga yang harmonis. Mungkin Fano yang asli pernah, meski tidak bertahan lama.
[Selamat! Kau mendapatkan 5000 koin]
‘Ku pikir Jehyuk belum bekerja denganku?’
[Tidak, kau telah memecahkan masalah di keluarga ini dan menjadikan mereka harmonis lagi, itu artinya kau sudah berhasil]
‘Begitu ya’
[Ayolah, kau memiliki keluarga disini bukan? Si Noa]
‘Hmm, tapi dia tidak akan mengerti jika sebenarnya aku sepupunya’
[Berteman saja dengannya, Noa memiliki hari-hari yang berat disini]
‘Apa maksudmu?’
[Coba cari saja di internet, kau akan mengerti]
Memang apa yang terjadi dengan Noa? Sepertinya Vivi pasti mengetahui sesuatu, karena Vivi menyukai Noa.
__ADS_1
.
.